Era Seleukia atau Tahun Seleukia, juga disebut sebagai Tahun Yunani dalam sumber-sumber Latin dan non-Yunani, adalah sistem penomoran tahun yang digunakan oleh Kekaisaran Seleukia dan negara-negara lain pada Zaman Helenistik yang juga disebut sebagai Tahun Aleksander. Era tersebut didasarkan dari penaklukan kembali Kota Babel oleh Seleukos I Nikator pada tahun 312-311 SM setelah pengasingannya di Mesir Ptolemaios, dianggap oleh Seleukos dan pemerintahannya untuk menandai berdirinya Kekaisaran Seleukia. Menurut tradisi Yahudi, pada tahun keenam pemerintahan Aleksander Agung, mereka mulai menggunakan penghitungan ini. Pengenalan era baru ini disebutkan dalam salah satu Tawarikh Babilonia berjudul Tawarikh Diadokhi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Era Seleukia atau Tahun Seleukia (bahasa Yunani Koine: Σελευκιδικό Ημερολόγιοcode: grc is deprecated , translit. Seleukidikó Emerológio, har. 'Penanggalan Seleukia', disingkat SE), juga disebut sebagai Tahun Yunani (bahasa Latin: Anno Graecorumcode: la is deprecated , disingkat AG) dalam sumber-sumber Latin dan non-Yunani, adalah sistem penomoran tahun yang digunakan oleh Kekaisaran Seleukia dan negara-negara lain pada Zaman Helenistik yang juga disebut sebagai Tahun Aleksander. Era tersebut didasarkan dari penaklukan kembali Kota Babel oleh Seleukos I Nikator pada tahun 312-311 SM setelah pengasingannya di Mesir Ptolemaios,[4] dianggap oleh Seleukos dan pemerintahannya untuk menandai berdirinya Kekaisaran Seleukia. Menurut tradisi Yahudi, pada tahun keenam pemerintahan Aleksander Agung (kemungkinan anak bayinya bernama Aleksander IV dari Makedonia), mereka mulai menggunakan penghitungan ini.[5] Pengenalan era baru ini disebutkan dalam salah satu Tawarikh Babilonia berjudul Tawarikh Diadokhi.[6]
Ada dua variasi tahun Seleukia yang berbeda, satu di mana tahun dimulai pada musim semi dan yang lainnya dimulai pada musim gugur:
Perbedaan di awal tahun ini berarti bahwa tanggal berbeda satu jika jatuh antara musim semi dan musim gugur. Khususnya, kitab sejarah Yahudi 1 Makabe umumnya menggunakan hitungan tahun Babilonia dan Yudea (1 Makabe 6:20,[9] 7:1,[10] 9:3,[11] 10:1,[12] dan lain-lain).[13] Namun, kitab 2 Makabe secara khusus menggunakan kalender versi Makedonia, kemungkinan karena ditulis di Siprus atau Mesir (Kedua buku dianggap sebagai kanon atau deuterokanonika oleh aliran Kristen tertentu, terutama Katolik Roma).[14] Elias Bickerman memberikan contoh dalam kutipan sebagai berikut:
Era Seleukia digunakan hingga akhir abad ke-6 M, misalnya dalam prasasti tribahasa Zabad yang ditemukan di Suriah, kira-kira ditulis pada tanggal 24 Gorpiaios 823 Era Seleukia (24 September 512 Masehi),[16] dan dalam tulisan-tulisan Yohanes dari Efesus.[17] Penulis sejarah dari Suriah terus menggunakannya hingga Mikhael orang Suriah pada abad ke-12 Masehi / abad ke-15 Era Seleukia.[7] Sistem penanggalan ini juga telah ditemukan di batu nisan Asia Tengah pemeluk Kristen Asia Tengah beraliran Gereja Timur hingga abad ke-14 M.[18]
Penghitungan Era Seleukia, atau "Era Perjanjian" (minyan sheṭarotcode: he is deprecated ), juga pernah digunakan oleh Yahudi-Yaman dalam akta dan perjanjian hukum mereka hingga zaman modern,[19] sebuah praktik yang diturunkan dari ajaran Yahudi kuno dalam Talmud Babilonia, yang mewajibkan semua kaum Diaspora Yahudi untuk menegakkan praktiknya.[20] Untuk alasan ini, penghitungan Era Seleukia disebutkan dalam Kitab-Kitab Makabe (seperti 1 Makabe 11) dan dalam tulisan sejarawan bernama Yosefus. Penghitungan era Seleukia tidak digunakan lagi di sebagian besar masyarakat Yahudi, menyusul pembatalan praktik David ben Zimra ketika dia menjabat sebagai Kepala Rabi Mesir.[21]
In the year of the Greeks one thousand and ninety-two, the Lord Jazedbuzid, Priest and Vicar-episcopal of Cumdan the royal city, son of the enlightened Mailas, Priest of Balach a city of Turkestan, set up this tablet, whereon is inscribed the Dispensation of our Redeemer, and the preaching of the apostolic missionaries to the King of China. ["The Priest Lingpau", in Chinese] "Adam the Deacon, son of Jazedbuzid, Vicar-episcopal. The Lord Sergius, Priest and Vicar-episcopal. Sabar Jesus, Priest. Gabriel, Priest, Archdeacon, and Ecclesiarch of Cumdan and Sarag.
Once local and irregular, time-keeping became universal and linear in 311 BCE. History would never be the same again.