Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Anaxagoras

Anaxagoras adalah salah seorang filsuf dari mazhab pluralisme. Filsuf lain yang tergolong di dalam mazhab ini adalah Empedokles. Anaxagoras, sebagaimana Empedokles, mengajarkan bahwa realitas alam semesta berasal dari banyak prinsip. Anaxagoras hidup sezaman dengan Empedokles dan juga para filsuf atomis awal, seperti Leukippos dan Demokritos. Anaxagoras diketahui mengarang satu buku dalam bentuk prosa. Akan tetapi, hanya beberapa fragmen dari bagian pertama yang masih tersimpan.

Wikipedia article
Diperbarui 7 Januari 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Anaxagoras
Infobox orangAnaxagoras

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran(grc) Ἀναξαγόρας Suntingan nilai di Wikidata
k. 500 SM Suntingan nilai di Wikidata
Klazomenai Suntingan nilai di Wikidata
Kematiank. 428 SM Suntingan nilai di Wikidata (71/72 tahun)
Lampsakos Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiAstronomi, matematika dan filsafat Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanmatematikawan, astronom, fisikawan, filsuf, penulis Suntingan nilai di Wikidata
PeriodeSejarah kuno Suntingan nilai di Wikidata
AliranPluralist school (en) Terjemahkan dan Filsafat pra-Sokrates Suntingan nilai di Wikidata
MuridMetrodorus of Lampsacus (en) Terjemahkan, Empedokles dan Carneades of Athens (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata

Anaxagoras adalah salah seorang filsuf dari mazhab pluralisme.[1] Filsuf lain yang tergolong di dalam mazhab ini adalah Empedokles.[1][2] Anaxagoras, sebagaimana Empedokles, mengajarkan bahwa realitas alam semesta berasal dari banyak prinsip.[1][2] Anaxagoras hidup sezaman dengan Empedokles dan juga para filsuf atomis awal, seperti Leukippos dan Demokritos.[3] Anaxagoras diketahui mengarang satu buku dalam bentuk prosa.[2] Akan tetapi, hanya beberapa fragmen dari bagian pertama yang masih tersimpan.[2]

Riwayat Hidup

Anaxagoras (500-428 SM) lahir di kota Klazomenai, Ionia, Asia Kecil, sekitar tahun 500 SM.[2][3][4] Pada tahun 480 SM, Anaxagoras meninggalkan kota asalnya dan menetap di Athena.[2] Ia tinggal di Athena selama kurang lebih 50 tahun.[2] Dengan demikian Anaxagoras menjadi filsuf pertama yang berkarya di Athena, yang nantinya akan menjadi pusat Filsafat Yunani.[2]

Di Athena Anaxagoras berteman dengan Pericles, seorang politikus terkenal di Athena.[2][4][5] Selain itu, disebutkan pula bahwa Euripides, dramawan tersohor kesusasteraan Yunani, adalah murid Anaxagoras.[2][4][5]

Ketika Pericles telah berusia lanjut, musuh-musuhnya berhasil memfitnah Anaxagoras dengan tuduhan murtad dan Anaxagoras diancam hukuman mati.[2][5] Tampaknya Anaxagoras difitnah karena ia menganggap matahari dan bulan bukan sebagai dewa melainkan benda-benda material semata.[2][4][5] Dengan pertolongan Pericles, ia dilepaskan dari penjara dan melarikan diri ke kota Lampsakos.[2][4] Anaxagoras dikatakan meninggal di sana pada usia 72 tahun.[2][4]

Pemikiran

Tentang Benih-Benih sebagai Prinsip Alam Semesta

Anaxagoras sama seperti Empedokles yang menyatakan bahwa prinsip dasar yang menyusun alam semesta tidaklah tunggal, tetapi mereka berbeda di dalam jumlahnya.[1][2] Empedokles menyatakan bahwa hanya ada 4 zat yang menjadi prinsip alam semesta, sedangkan Anaxagoras menyatakan bahwa jumlah prinsip tersebut tak terhingga.[1][2][3][4][6] Zat-zat tersebut disebutnya "benih-benih" (spermata).[1] Menurut Anaxagoras, setiap benda, bahkan seluruh realitas di alam semesta, tersusun dari suatu campuran yang mengandung semua benih dalam jumlah tertentu.[1][6][7] Indra manusia tidak dapat mencerap semua benih yang ada di dalam satu benda, melainkan hanya benih yang dominan.[1] Contohnya jikalau manusia melihat emas, maka ia dapat langsung mengenalinya sebagai emas, sebab benih yang dominan pada benda tersebut adalah benih emas.[1] Akan tetapi, pada kenyataannya selain benih emas, benda itu juga mempunyai benih tembaga, perak, besi, dan sebagainya.[1] Hanya saja semua benih tersebut tidak dominan sehingga tidak ditangkap oleh indra manusia.[1]

Argumentasi yang ditunjukkan oleh Anaxagoras adalah melalui tubuh manusia.[2] Di dalam tubuh manusia terdapat berbagai unsur, seperti daging, kuku, darah, rambut, dan sebagainya.[2] Bagaimana mungkin rambut dan kuku tumbuh, padahal manusia tidak memakan rambut atau kuku? Pemecahan yang diberikan Anaxagoras adalah karena di dalam makanan telah terdapat benih rambut, kuku, daging, dan semua unsur lainnya.[2]

Tentang Nous

Jikalau Empedokles menyatakan ada dua prinsip yang menyebabkan perubahan-perubahan dari zat-zat dasar, yakni "cinta" dan "benci", maka Anaxagoras menyatakan hanya ada satu prinsip yang mendorong perubahan-perubahan dari benih-benih tersebut, yakni nous.[1][2] Nous berarti "roh" atau "rasio".[1][2] Ia tidak tercampur dengan benih-benih dan terpisah dari semua benda, tetapi menjadi prinsip yang mengatur segala sesuatu.[2][7]

Masih menjadi perdebatan apakah nous yang dimaksudkannya bersifat materi atau tidak, sebab Anaxagoras mengatakan bahwa nous merupakan unsur yang paling halus dan paling murni dari segala yang ada.[1][2] Akan tetapi, jelas bahwa Anaxagoras adalah filsuf pertama yang menetapkan kemandirian roh atau rasio terhadap semua zat atau materi.[1]

Tentang Alam Semesta

Ajaran Anaxagoras tentang alam semesta mirip dengan filsuf-filsuf pertama dari Ionia, khususnya Anaximenes.[2] Anaxagoras berpendapat bahwa badan-badan jagat raya terdiri dari batu-batu yang berpijar akibat kecepatan tinggi dari pusaran angin yang menggerakkannya.[2]

Tentang Makhluk Hidup

Anaxagoras adalah filsuf pertama yang membedakan secara jelas antara makhluk hidup dengan yang tidak hidup.[2] Dikatakan bahwa nous memang menguasai segala-galanya, tetapi tidak ada di dalam makhluk yang tidak hidup, termasuk tumbuh-tumbuhan.[2]

Tentang Pengenalan

Berbeda dari Empedokles yang menyatakan bahwa yang sama mengenal yang sama, menurut Anaxagoras prinsip pengenalan justru yang berlawanan mengenal yang berlawanan.[2][7] Argumentasi yang diberikan olehnya adalah pengenalan inderawi manusia yang disertai rasa nyeri, misalnya bila tangan meraba air panas, atau mata melihat benda yang terlalu terang.[2]

Lihat Juga

  • Daftar Filsuf
  • Mazhab Pluralisme
  • Empedokles

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Simon Petrus L. Tjahjadi. 2004. Petualangan Intelektual. Yogyakarta: Kanisius.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 K. Bertens. 1990. Sejarah Filsafat Yunani. Yogyakarta: Kanisius.
  3. 1 2 3 (Inggris)Ted Honderich (ed.). 1995. The Oxford Companion to Philosophy. Oxford, New York: Oxford University Press.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 (Inggris)Jonathan Barnes. 2001. Early Greek Philosophy. London: Penguin.
  5. 1 2 3 4 Juhaya S. Praja. 2005. Aliran-Aliran Filsafat dan Etika. Jakarta: Kencana.
  6. 1 2 (Inggris)Richard McKirahan. 2003. "Presocratic Philosophy". In The Blackwell Guide to Ancient Philosophy. Christopher Shields (Ed.). Malden: Blackwell Publishing.
  7. 1 2 3 (Inggris)Daniel W. Graham. 1999. "Empedocles and Anaxagoras: Responses to Parmenides". In The Cambridge Companion to Early Philosophy. A.A. Long (Ed.). London: Cambridge University Press.

Pranala luar

Wikisource Yunani memiliki teks asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Αναξαγόρας
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Anaxagoras.
  • (Inggris) Entri Anaxagoras di Stanford Encyclopedia of Philosophy oleh Patricia Curd
  • John J. O'Connor and Edmund F. Robertson. Anaxagoras di MacTutor archive.
  • Weisstein, Eric Wolfgang (ed.). "Anaxagoras of Clazomenae (ca. 500–ca. 428 BC)". ScienceWorld.
  • Anaxagoras in English and Greek, Select Online Resources
  • Translation and Commentary Diarsipkan 2010-12-12 di Wayback Machine. from John Burnet's Early Greek Philosophy.
  • l
  • b
  • s
Filsuf pra-Sokratik
Sekolah Miletos
Thales · Anaximander · Anaximenes
Aliran Pythagoras
Pythagoras · Alkmeo · Philolaos · Hippasos · Arkhytas
Sekolah Herakleteian
Herakleitos · Kratylos
Sekolah Elea
Xenophanes · Parmenides · Zeno · Melissos
Sekolah Pluralisme
Anaxagoras · Empedokles
Sekolah Atomisme
Leukipos · Demokreitos
Sofisme
Protagoras · Prodikos · Gorgias · Hippias · Alkidamas · Xeniades · Thrasymakos · Lykophron · Antiphon · Kritias · Diogenos Apollonia
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
    • 2
    • 3
    • 4
    • 5
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Italia
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Belanda
  • Norwegia
  • Kroasia
  • Chili
  • Yunani
  • Argentina
  • Swedia
  • Polandia
  • Vatikan
  • Israel
  • Finlandia
  • Katalonia
  • Belgia
Akademik
  • CiNii
  • zbMATH
  • MathSciNet
Orang
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • SNAC
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat Hidup
  2. Pemikiran
  3. Tentang Benih-Benih sebagai Prinsip Alam Semesta
  4. Tentang Nous
  5. Tentang Alam Semesta
  6. Tentang Makhluk Hidup
  7. Tentang Pengenalan
  8. Lihat Juga
  9. Referensi
  10. Pranala luar

Artikel Terkait

Lingkaran

bentuk berdimensi 2 yang terdiri dari semua titik dalam bidang yang berjarak tertentu dari titik tertentu dinamakan pusat

Mazhab Ionia (filsafat)

mazhab filsafat Yunani Kuno yang berpusat di Miletos, Ionia pada abad ke-6 SM

Matahari

bintang di pusat Tata Surya

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026