American Oriental Society (AOS) adalah sebuah lembaga akademik terkemuka di Amerika Serikat yang berfokus pada penelitian dasar mengenai bahasa, sastra, dan kebudayaan wilayah Timur Dekat dan Asia. Didirikan dan mendapatkan piagam resmi berdasarkan hukum negara bagian Massachusetts pada 7 September 1842, AOS merupakan salah satu organisasi ilmiah tertua di Amerika Serikat dan dianggap sebagai perkumpulan akademik tertua yang secara khusus didedikasikan bagi satu bidang studi tertentu. Kedudukannya sebagai lembaga pionir menjadikannya berpengaruh besar dalam pembentukan tradisi akademik orientalistika di Amerika Utara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


American Oriental Society (AOS) adalah sebuah lembaga akademik terkemuka di Amerika Serikat[1] yang berfokus pada penelitian dasar mengenai bahasa, sastra, dan kebudayaan wilayah Timur Dekat dan Asia. Didirikan dan mendapatkan piagam resmi berdasarkan hukum negara bagian Massachusetts pada 7 September 1842, AOS merupakan salah satu organisasi ilmiah tertua di Amerika Serikat dan dianggap sebagai perkumpulan akademik tertua yang secara khusus didedikasikan bagi satu bidang studi tertentu. Kedudukannya sebagai lembaga pionir menjadikannya berpengaruh besar dalam pembentukan tradisi akademik orientalistika di Amerika Utara.[2]
Cakupan kegiatan ilmiah AOS sangat luas. Organisasi ini mendorong penelitian mendalam dalam berbagai disiplin yang berkaitan dengan studi Timur dan Asia, termasuk:[3]
AOS memiliki hubungan kelembagaan yang erat dengan Yale University, yang menjadi lokasi perpustakaan resminya dan salah satu pusat aktivitas ilmiahnya. Kedekatan ini mencerminkan sejarah panjang Yale sebagai salah satu institusi utama dalam studi orientalis di Amerika Serikat.
Salah satu kontribusi terpenting AOS adalah penerbitan Journal of the American Oriental Society (JAOS),[4] sebuah jurnal triwulanan yang dianggap sebagai salah satu publikasi akademik paling berpengaruh di Amerika dalam bidang bahasa-bahasa dan kebudayaan historis Asia. Jurnal ini telah menjadi wadah penting bagi publikasi penelitian orisinal sejak abad ke-19.
Sepanjang sejarahnya, AOS telah dipimpin oleh sejumlah tokoh intelektual terkemuka dalam studi humaniora, termasuk Theodore Dwight Woolsey, James Hadley, William Dwight Whitney, Daniel Coit Gilman, William H. Ward, Crawford Howell Toy, Morris Jastrow Jr., Harold H. Bender, dan Ludo Rocher.[1] Kontribusi mereka membantu membentuk reputasi AOS sebagai salah satu pusat keilmuan paling berpengaruh dalam studi Oriental dan Asia.