Aladin dan Lampu Wasiat adalah film drama fantasi dari Indonesia yang mengisahkan tentang cerita Aladin dalam versi Indonesia yang sangat populer pada masa itu. Film ini diperankan oleh artis dan aktor terkenal seperti Rano Karno, Lydia Kandou, Marlia Hardy, Jack John dan Soekarno M. Noor.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Aladin dan Lampu Wasiat | |
|---|---|
| Sutradara | Sisworo Gautama Putra |
| Produser | Gope T. Samtani |
| Ditulis oleh | Sisworo Gautama Putra Imam Tantowi |
| Pemeran | Jack John Lydia Kandou Rano Karno Soekarno M. Noor Alan Nuary Doddy Sukma Hadisjam Tahax Marlia Hardy Alan Suryaningrat Helen Johann Mardjono Pria Bom Bom Chaidar Jafar Ijah Bomber Yayuk Suseno |
| Penata musik | Gatot Sudarto |
| Sinematografer | Leo Fioole |
| Penyunting | E. Mukhsin Hamzah |
| Distributor | Rapi Films |
Tanggal rilis | 1980 |
| Durasi | 92 menit |
| Negara | |
Aladin dan Lampu Wasiat adalah film drama fantasi dari Indonesia yang mengisahkan tentang cerita Aladin dalam versi Indonesia yang sangat populer pada masa itu. Film ini diperankan oleh artis dan aktor terkenal seperti Rano Karno, Lydia Kandou, Marlia Hardy, Jack John dan Soekarno M. Noor.
Aladin (Rano Karno) adalah remaja yatim yang hidup bersama ibunya Aminah (Marlia Hardi). Ia bekerja sebagai kuli di pasar. Suatu ketika ia menemukan setumpuk harta lewat tukang sihir yang mengaku sebagai kakak mendiang ayahnya. Di tempat itu ia menemukan lampu wasiat. Mendadak si tukang sihir menyatukan bumi yang terbelah, hingga Aladin terperangkap di dalamnya.
Berkat lampu wasiat, Aladin berhasil keluar. Dari dalam lampu keluar Jin Raksasa yang kemudian bertemu dengan Putri Permatasari (Lydia Kandou)yang sedang bersama dayang-dayangnya. Aladin dinyatakan melanggar peraturan karena berani memandang wajah putri, dan iapun ditangkap. Namun akhirnya berkat pertolongan jin, Aladin berhasil menyunting Permatasari.[1]