Lonjak takut atau peranjatan adalah teknik yang sering digunakan dalam film horor, rumah hantu, permainan video, atau internet screamers, yang bertujuan untuk membuat takut penonton dengan cara mengagetkannya melalui perubahan gambar maupun kejadian secara mendadak, biasanya juga terjadi bersama dengan suara menakutkan, yang umumnya adalah pekikan keras. Sejak tahun 1980-an, jump scare lazim disebut sebagai salah satu bagian dasar dari sebuah film horor. Jump scare akan mengejutkan penonton dengan muncul di titik dalam film di mana lajur suara hening dan penonton tidak mengharapkan apapun yang tidak mereka inginkan terjadi, atau hasil yang mendadak dari ketegangan yang panjang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini diduga menyertakan neologisme atau protologisme yang digunakan sebatas hanya untuk mempromosikannya. |
Lonjak takut atau peranjatan[1] (bahasa Inggris: jump scarecode: en is deprecated ) adalah teknik yang sering digunakan dalam film horor, rumah hantu, permainan video, atau internet screamers, yang bertujuan untuk membuat takut penonton dengan cara mengagetkannya melalui perubahan gambar maupun kejadian secara mendadak, biasanya juga terjadi bersama dengan suara menakutkan, yang umumnya adalah pekikan keras.[2][3] Sejak tahun 1980-an, jump scare lazim disebut sebagai salah satu bagian dasar dari sebuah film horor.[3] Jump scare akan mengejutkan penonton dengan muncul di titik dalam film di mana lajur suara hening dan penonton tidak mengharapkan apapun yang tidak mereka inginkan terjadi,[4] atau hasil yang mendadak dari ketegangan yang panjang.[5]
Beberapa kritik mendeskripsikan jump scare sebagai cara yang culas untuk membuat penonton takut,[6] dan percaya bahwa genre horor mengalami penurunan sejalan dengan kepercayaan berlebih terhadap hal yang terus diulang, menjadikannya sebagai sesuatu yang klise dalam film horor modern.[7]