Acer triflorum atau dikenal juga sebagai tangkira berbunga tiga, merupakan spesies tangkira yang berasal dari wilayah perbukitan di timur laut Tiongkok serta dari Korea.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Acer triflorum | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Sapindales |
| Famili: | Sapindaceae |
| Subfamili: | Hippocastanoideae |
| Genus: | Acer |
| Spesies: | A. triflorum |
| Nama binomial | |
| Acer triflorum | |
Acer triflorum atau dikenal juga sebagai tangkira berbunga tiga, merupakan spesies tangkira yang berasal dari wilayah perbukitan di timur laut Tiongkok (meliputi Heilongjiang, Jilin, dan Liaoning) serta dari Korea.
Acer triflorum merupakan pohon gugur yang dapat tumbuh hingga sekitar 25 meter (82 kaki), meskipun umumnya berukuran lebih kecil. Pohon ini termasuk kelompok tangkira trifoliat dan berkerabat dekat dengan spesies lain seperti tangkira manchuria (Acer mandshuricum) serta Acer griseum. Kulit batangnya berwarna coklat kekuningan dan mengelupas dalam sisik kayu, berbeda dari Acer griseum yang mengelupas dalam lapisan tipis seperti kertas.[1][2]
Daunnya memiliki tangkai sepanjang 2,5–6 sentimeter (0,98–2,36 inci) dan terdiri dari tiga selebaran. Masing-masing selebaran berukuran panjang 4–9 sentimeter (1,6–3,5 inci) dan lebar 2–3,5 sentimeter (0,79–1,38 inci), dengan tepi bergerigi. Selebaran tengah umumnya sama besar atau sedikit lebih besar daripada dua selebaran samping. Bunganya berwarna kuning dan muncul dalam kelompok kecil berisi tiga bunga, sehingga memberi nama spesies ini. Buahnya berupa samara berukuran 3,5–4,5 sentimeter (1,4–1,8 inci) dengan lebar 1,3–2 sentimeter, bertekstur berbulu dan memiliki kacang bercangkang keras.[1][2]
Dibandingkan kerabat dekatnya, tangkira berbunga tiga menghasilkan warna musim gugur yang bahkan lebih mencolok, menampilkan gradasi oranye terang, merah, ungu, hingga emas. Uniknya, pohon ini mampu menunjukkan warna musim gugur yang indah bahkan ketika tumbuh di tempat teduh.[3]
Spesies ini pertama kali dibawa ke dalam budidaya pada tahun 1923. Walaupun cukup umum ditemukan dalam koleksi tangkira, tanaman ini jarang dijumpai di luar lingkungan arboreta. Pertumbuhannya tergolong lambat hingga sedang dan lebih menyukai tanah yang lembap namun memiliki drainase baik; dalam budidaya, bentuk pertumbuhannya sering menyerupai semak. Dibandingkan kerabat dekatnya, spesies ini lebih tahan terhadap kondisi kering dan tanah liat, tetapi tidak dapat bertahan pada tanah yang tergenang air atau sangat padat. Metode perbanyakannya serupa dengan Acer griseum, dan jumlah biji yang layak tumbuh juga sangat terbatas.[3][2]
Di Britania Raya, spesimen terbesar tercatat mencapai tinggi sekitar 13 meter (43 kaki) dengan diameter batang 60 cm (24 inci) menurut Tree Register of the British Isles. Tanaman ini juga telah memperoleh Award of Garden Merit dari Royal Horticultural Society. Sementara itu, di Amerika Serikat, contoh pohon dewasa dapat dijumpai di Arnold Arboretum, Boston, Massachusetts.[4]