Acer griseum merupakan spesies tumbuhan berbunga dari keluarga Sapindaceae yang berasal dari wilayah tengah Tiongkok. Spesies ini tercatat tumbuh secara alami di provinsi Gansu, Henan, Hubei, Hunan, Shaanxi, Shanxi, dan Sichuan, pada elevasi sekitar 1.500 hingga 2.000 meter.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Acer griseum | |
|---|---|
| Acer griseum di Morton Arboretum | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Sapindales |
| Famili: | Sapindaceae |
| Subfamili: | Hippocastanoideae |
| Genus: | Acer |
| Spesies: | A. griseum |
| Nama binomial | |
| Acer griseum | |
| Sinonim[2] | |
| |
Acer griseum merupakan spesies tumbuhan berbunga dari keluarga Sapindaceae yang berasal dari wilayah tengah Tiongkok. Spesies ini tercatat tumbuh secara alami di provinsi Gansu, Henan, Hubei, Hunan, Shaanxi, Shanxi, dan Sichuan, pada elevasi sekitar 1.500 hingga 2.000 meter.[3]
Acer griseum merupakan pohon gugur berukuran kecil hingga menengah, umumnya mencapai tinggi sekitar 6–9 meter dan lebar tajuk 5–6 meter, dengan batang yang dapat memiliki keliling hingga 70 sentimeter. Kulit batangnya halus, mengilap, berwarna oranye kemerahan, dan terkelupas dalam lapisan tipis menyerupai kertas; pada individu yang lebih tua kulit ini dapat mulai retak. Tunas muda awalnya berbulu halus, kemudian menjadi gundul pada tahun kedua atau ketiga, sementara pengelupasan kulit batang biasanya mulai tampak pada tahun ketiga atau keempat.[4]
Daunnya bersifat majemuk trifoliat, memiliki tangkai sepanjang 2–4 sentimeter, dan terdiri dari tiga selebaran berukuran 3–10 sentimeter panjang dan 2–6 sentimeter lebar. Permukaan atas selebaran berwarna hijau tua, sedangkan bagian bawahnya berwarna biru-hijau pucat dengan tepian bergigi tumpul. Bunganya berwarna kuning dan tersusun secara berkelamin terpisah pada individu yang berbeda, muncul dalam kelompok kecil berbentuk gantung pada musim semi. Buahnya berupa samara berpasangan, masing-masing terdiri atas dua biji bersayap sepanjang sekitar 1 sentimeter dengan sayap sepanjang kurang lebih 3 sentimeter.[5][6]
Acer griseum mulai dibudidayakan di Eropa pada tahun 1901 setelah diperkenalkan oleh Ernest Henry Wilson untuk Veitch Nurseries di Britania Raya, dan kemudian menyebar ke Amerika Utara tidak lama sesudahnya. Spesies ini termasuk di antara jenis maple yang populer sebagai tanaman hias di wilayah beriklim sedang. Daya tarik utamanya terletak pada kulit batangnya yang mengelupas secara dekoratif, dengan lembaran tipis semi-transparan yang sering tetap menempel pada cabang hingga akhirnya lepas oleh cuaca. Selain itu, pohon ini dikenal karena tampilan daun musim gugurnya yang mencolok, menampilkan gradasi warna seperti merah, oranye, hingga merah muda. Beberapa kultivar telah dikembangkan, termasuk bentuk kolumnar yang dikenal sebagai Copper Rocket.[7]