Abies homolepis atau dikenal dalam bahasa Jepang sebagai urajiro momi (ウラジロモミ), adalah spesies cemara yang berasal dari wilayah pegunungan di bagian tengah hingga selatan Honshū pada sisi Pasifik, serta dari pulau Shikoku, Jepang. Pohon ini biasanya tumbuh pada ketinggian 700 hingga 2.200 meter, umumnya di hutan beriklim sedang yang memiliki curah hujan tinggi, musim panas yang sejuk dan lembap, serta mengalami hujan salju lebat selama musim dingin.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Abies homolepis | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Gymnospermae |
| Divisi: | Pinophyta |
| Kelas: | Pinopsida |
| Ordo: | Pinales |
| Famili: | Pinaceae |
| Genus: | Abies |
| Spesies: | A. homolepis |
| Nama binomial | |
| Abies homolepis | |
Abies homolepis atau dikenal dalam bahasa Jepang sebagai urajiro momi (ウラジロモミ), adalah spesies cemara yang berasal dari wilayah pegunungan di bagian tengah hingga selatan Honshū pada sisi Pasifik, serta dari pulau Shikoku, Jepang. Pohon ini biasanya tumbuh pada ketinggian 700 hingga 2.200 meter, umumnya di hutan beriklim sedang yang memiliki curah hujan tinggi, musim panas yang sejuk dan lembap, serta mengalami hujan salju lebat selama musim dingin.[2][3]
Pohon ini termasuk konifer cemara berukuran sedang hingga besar, dengan tinggi mencapai 30–40 meter dan diameter batang hingga 1,5 meter. Daunnya berbentuk jarum yang pipih, berukuran 1,5–3,5 cm panjangnya dan 2–3 mm lebarnya, dengan ketebalan sekitar 0,5 mm. Bagian atas daun berwarna hijau mengilap, sementara bagian bawah menampilkan dua garis stomata berwarna putih. Ujung daunnya tampak membulat atau sedikit terlekuk. Daun tersusun secara spiral pada ranting, tetapi masing-masing daun terpuntir di bagian pangkal sehingga sebagian besar terbentang rata ke sisi kanan, kiri, dan bagian atas pucuk, dengan hanya sedikit daun yang berada di bagian bawah. Rantingnya berwarna kuning, tidak berbulu, dan sering kali memiliki alur yang jelas. Kerucutnya berukuran 6–12 cm panjang dan 3–4 cm lebar, dengan warna ungu kebiruan sebelum matang. Bract sisiknya pendek dan tidak tampak pada kerucut yang masih tertutup. Ketika mencapai usia sekitar 6–7 bulan setelah penyerbukan, kerucut akan hancur dan melepaskan biji bersayap.[4]
Abies homolepis merupakan salah satu dari lima jenis cemara asli Jepang, dengan empat spesies terdapat di Honshu dan pulau-pulau di sekitarnya. Spesies ini memiliki hubungan paling dekat dengan Abies firma, dan keduanya diperkirakan terpisah pada akhir periode Pliosen. Abies homolepis, Abies firma, dan Abies veitchii memiliki sebaran yang berbeda menurut wilayah dan ketinggian, meskipun ketiganya dapat saling membentuk hibrida di area Jepang tempat jangkauan mereka saling bersinggungan, terutama di zona peralihan.[3]
Kayu dari cemara ini dimanfaatkan sebagai bahan bangunan umum, namun tidak banyak dicari sebagai kayu komersial karena wilayah penyebarannya sempit dan tumbuh pada ketinggian yang tinggi.[5] Di luar Jepang, spesies ini kerap dibudidayakan sebagai tanaman hias di Eropa utara dan Amerika Utara. Selain itu, pohon ini juga sering digunakan dalam penanaman hutan karena kemampuannya bertahan terhadap polusi udara.[6]