Abdul Haq Wasiq adalah Direktur Intelijensi saat ini dari Keamiran Islam Afganistan sejak 7 September 2021. Pada masa sebelumnya, ia menjadi Wakil Menteri Intelijensi di bekas pemerintahan Taliban (1996–2001). Ia ditahan di penahanan ekstrayudisial di kamp penahanan Guantanamo Bay, Cuba, dari 2002 sampai 2014. Nomor Seri Penahanan Guantanamo-nya adalah 4. Para analis intelijensi Amerika Serikat memperkirakan bahwa ia lahir pada 1971 di Provinsi Ghazni, Afganistan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Abdul Haq Wasiq | |
|---|---|
| عبد الحق واثق | |
Potret identitas Guantanamo Abdul Haq Wasiq. | |
| Direktur Intelijensi | |
| Mulai menjabat 7 September 2021 | |
| Pemimpin | Hibatullah Akhundzada |
| Perdana Menteri | Mohammad Hassan Akhund |
| Wakil Menteri Intelijensi | |
| Masa jabatan s. 1996 – November 2001 | |
| Perdana Menteri | Mohammed Rabbani Abdul Kabir |
| Pemimpin | Mohammed Omar |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 1971 Provinsi Ghazni, Afganistan |
| Partai politik | |
| Karier militer | |
| Pihak | |
| Masa dinas | 1996–2001 |
| Pertempuran/perang | Perang Saudara Afganistan Perang Afganistan |
|
| |
Abdul Haq Wasiq (bahasa Pashtun: عبد الحق واثقcode: ps is deprecated [ˈabdʊl haq wɑˈsɪq]; kelahiran ca 1971) adalah Direktur Intelijensi saat ini dari Keamiran Islam Afganistan sejak 7 September 2021.[1] Pada masa sebelumnya, ia menjadi Wakil Menteri Intelijensi di bekas pemerintahan Taliban (1996–2001).[2] Ia ditahan di penahanan ekstrayudisial di kamp penahanan Guantanamo Bay, Cuba, dari 2002 sampai 2014.[3] Nomor Seri Penahanan Guantanamo-nya adalah 4. Para analis intelijensi Amerika Serikat memperkirakan bahwa ia lahir pada 1971 di Provinsi Ghazni, Afganistan.
Abdul Haq Wasiq didatangkan ke kamp penahanan Guantanamo pada 11 Januari 2002, dan ditahan disana sampai 31 Mei 2014.[4][5] Ia dibebaskan bersama dengan empat anggota lain dari Lima Taliban—Mohammad Fazl, Khairullah Khairkhwa, Norullah Noori, dan Mohammad Nabi Omari—dalam pertukaran untuk pembebasan prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat Bowe Bergdahl, yang ditahan oleh jaringan Haqqani yang bersekutu dengan Taliban.[6][7]