2 Samuel 6 adalah bagian dari Kitab 2 Samuel dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dalam Alkitab Ibrani termasuk Nabi-nabi Awal atau Nevi'im Rishonim [נביאים ראשונים] dalam bagian Nevi'im.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| 2 Samuel 6 | |
|---|---|
| Kitab | Kitab 1 Samuel |
| Kategori | Nevi'im |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Lama |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 10 |
2 Samuel 6 (atau II Samuel 6, disingkat 2Sam 6) adalah bagian dari Kitab 2 Samuel dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dalam Alkitab Ibrani termasuk Nabi-nabi Awal atau Nevi'im Rishonim [נביאים ראשונים] dalam bagian Nevi'im (נביאים; Nabi-nabi).[1][2]
Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):
Kota "Baale-Yehuda" atau "Baala" tercatat dalam Kitab Yosua pasal 15 termasuk ke dalam wilayah suku Yehuda dan juga di situ sudah disebutkan bahwa nama lainnya adalah Kiryat-Yearim.[5] Hal itu diperkuat dengan catatan dari Kitab 1 Tawarikh pasal 13, yang menegaskan bahwa tabut itu dipindahkan dari Baala, yaitu Kiryat-Yearim.[6] Tabut perjanjian itu berada di sana sejak kembali dari tanah Filistin pada zaman Samuel, menurut catatan Kitab 1 Samuel pasal 7.[7]
Allah membunuh Uza, menurut 1 Tawarikh 15:13 juga akibat Daud dan imam besar tidak menugaskan orang-orang Lewi untuk mengangkat tabut perjanjian sesuai dengan perintah Allah (Bilangan 1:47–52).
Daud mengangkut tabut perjanjian ke Yerusalem (kota Daud; lihat 2 Samuel 5:6–7) dan mengubah kota tersebut menjadi pusat penyembahan dan ibu kota Israel. Diyakini kali ini ia mengikuti perintah Tuhan dan menyuruh suku Lewi memikul tabut tersebut (1 Tawarikh 15:2, 12).
Dua prestasi terbesar Daud sebagai raja berpusat sekitar "kota Daud":
Mikhal merasa bahwa Daud telah melakukan sesuatu yang tidak patut dilakukan oleh seorang raja Israel; pada waktu tabut perjanjian itu diarak ke dalam kota Daud, Mikhal "menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya."[12] "Menelanjangi" berarti bahwa Daud telah menanggalkan jubah raja dan tampak dengan jubah biasa seperti yang dipakai seorang budak.[9] Ketika Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia hanya berbaju efod dari kain lenan.[13]