Jakarta Aktual – 10 Juli 2026 | Usai Mbappe dihina, kejaksaan Prancis selidiki senator Paraguay menjadi sorotan terkini di dunia sepak bola. Kylian Mbappe, pemain andalan Timnas Prancis, telah menjadi korban rasisme oleh Senator Paraguay, Celeste Amarilla. Insiden ini terjadi setelah Prancis mengalahkan Paraguay 1-0 di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Usai Mbappe dihina, kejaksaan Prancis selidiki senator Paraguay karena pernyataannya yang dinilai diskriminatif dan rasis. Amarilla mengunggah komentar yang menyerang asal-usul Kamerun Mbappe serta mengejek latar belakang keluarga, pendidikan, dan penampilan fisik pemain tersebut.
Usai Mbappe dihina, kejaksaan Prancis selidiki senator Paraguay dan telah memicu kecaman dari berbagai pihak di Paraguay dan Prancis. Mbappe sendiri telah merespons dengan menyebut Amarilla tidak layak menduduki jabatan publik. Ia juga menegaskan bahwa pernyataan senator tersebut tidak mewakili perjuangan dan kehormatan tim nasional Paraguay sepanjang turnamen.
Sementara itu, Prancis melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Maroko 2-0 di Boston Stadium. Kylian Mbappe mencetak gol bersejarah dalam laga tersebut dengan menyamai rekor 17 gol non-penalti milik Lionel Messi. Usai Mbappe dihina, kejaksaan Prancis selidiki senator Paraguay, namun ini tidak menghentikan laju Prancis di turnamen.
Usai Mbappe dihina, kejaksaan Prancis selidiki senator Paraguay, dan ini menjadi contoh bahwa rasisme tidak memiliki tempat di dunia sepak bola. Prancis akan terus melaju di Piala Dunia 2026, dan insiden ini tidak akan menghentikan semangat tim nasional Prancis.
Kesimpulan dari insiden Usai Mbappe dihina, kejaksaan Prancis selidiki senator Paraguay adalah bahwa rasisme tidak dapat diterima di dunia sepak bola. Prancis akan terus melaju di turnamen, dan insiden ini akan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menghormati dan menghargai perbedaan.