Beranda » Selat Hormuz Bakal Diatur Bersama Iran dan Oman, AS Protes Pungutan, Konflik Meluas
Posted in

Selat Hormuz Bakal Diatur Bersama Iran dan Oman, AS Protes Pungutan, Konflik Meluas

Selat Hormuz Bakal Diatur Bersama Iran dan Oman, AS Protes Pungutan, Konflik Meluas
Selat Hormuz Bakal Diatur Bersama Iran dan Oman, AS Protes Pungutan, Konflik Meluas

Jakarta Aktual – 27 Juni 2026 | Selat Hormuz bakal diatur bersama Iran dan Oman, AS protes pungutan, karena Iran dan Oman sepakat membentuk kelompok kerja bersama untuk mengatur tata kelola Selat Hormuz, termasuk layanan navigasi dan biaya sesuai standar internasional. Kedua negara menegaskan komitmen menjaga pelayaran aman tanpa pungutan tol, sambil menyiapkan skema biaya layanan maritim yang akan diterapkan setelah masa transisi 60 hari.

Pemerintah Amerika Serikat menolak rencana pungutan tersebut dengan alasan Selat Hormuz merupakan perairan internasional yang tidak boleh dikenai biaya menurut hukum internasional. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan penolakan keras saat berada di Uni Emirat Arab, menyoroti status hukum jalur perairan internasional tersebut.

Selat Hormuz menjadi salah satu jalur maritim terpenting di dunia karena setiap tahun mengangkut hampir 20 persen pasokan minyak mentah dan gas alam cair global. Pembahasan antara Iran dan Oman juga mencakup biaya layanan di selat yang aktivitas pelayaran kapalnya mulai pulih meski volumenya masih lebih rendah.

Kondisi itu terjadi setelah adanya nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Dalam pertemuan tersebut, Albusaidi menyampaikan bahwa Iran dan Oman tetap berkomitmen menjaga pelayaran aman tanpa pungutan tol di Selat Hormuz. Selain itu, Oman selama ini dikenal menjalankan kebijakan luar negeri yang netral dan seimbang.

📖 Baca juga:
Hasil FIFA Matchday – Keunggulan Dibuyarkan Tandukan Pemain Pengganti, Timnas Putri Indonesia Ditahan Imbang Kamboja

Rekam jejak tersebut membuat negara itu beberapa kali berperan sebagai mediator dalam perundingan antara AS dan Iran. Pekan lalu, pemerintah Iran menjelaskan bahwa pungutan yang direncanakan bukan berupa tol, melainkan biaya layanan maritim. Kebijakan tersebut diperkirakan mulai diterapkan setelah masa transisi selama 60 hari tanpa pungutan sebagaimana tercantum dalam MoU.

Pembahasan tersebut ditujukan untuk menyamakan pandangan mengenai administrasi masa depan dan bentuk layanan maritim yang akan diterapkan di sepanjang selat. Rencana Iran dan Oman tersebut memicu respons dari pihak luar. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan penolakan keras saat berada di Uni Emirat Arab.

Selat Hormuz bakal diatur bersama Iran dan Oman, AS protes pungutan, karena AS menolak rencana pungutan tersebut. Selat Hormuz bakal diatur bersama Iran dan Oman, AS protes pungutan, karena Iran dan Oman sepakat membentuk kelompok kerja bersama untuk mengatur tata kelola Selat Hormuz.

Kesimpulan, Selat Hormuz bakal diatur bersama Iran dan Oman, AS protes pungutan, karena konflik antara Iran dan AS semakin meluas dan kompleks, dengan Selat Hormuz sebagai salah satu titik fokus utama. Selat Hormuz bakal diatur bersama Iran dan Oman, AS protes pungutan, karena keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut sangat penting bagi perdagangan global dan harga energi dunia.

📖 Baca juga:
Margaret Brennan Discusses Historic Talks with Iran on Face the Nation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *