Jakarta Aktual – 27 Juni 2026 | Babak baru rivalitas Jerman vs Rusia, Berlin gerebek WN Rusia terkait sabotase gas [titlebase] telah dimulai. Pemerintah Jerman menggelar penggerebekan di Berlin dan Frankfurt, Rabu (25/6), terkait penyelidikan dugaan sabotase terhadap pasokan gas negara itu. Kasus tersebut berkaitan dengan proses penjualan anak perusahaan raksasa energi Rusia, Gazprom Germania, tidak lama setelah Moskow melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022.
Kantor Kejaksaan Federal Jerman menyatakan polisi menggeledah rumah seorang warga negara Rusia yang menjadi tersangka di Berlin, serta sebuah lokasi usaha di Frankfurt. Hingga kini belum ada penangkapan dalam kasus tersebut. Jaksa menyebut penyelidikan berfokus pada proses pelepasan Gazprom Germania dari induk usahanya, Gazprom Rusia, melalui penjualan saham tidak langsung pada akhir Maret 2022.
Setelah itu, kepemilikan perusahaan beralih kepada sebuah perusahaan yang berbasis di Moskow yang sebelumnya tidak memiliki kaitan dengan industri energi. Menurut penyelidik, pemilik baru kemudian memerintahkan likuidasi Gazprom Germania. Langkah itu dinilai sangat sensitif karena perusahaan tersebut saat itu menguasai sedikitnya seperempat kapasitas penyimpanan gas alam Jerman.
Babak baru rivalitas Jerman vs Rusia, Berlin gerebek WN Rusia terkait sabotase gas [titlebase] ini kembali mengingatkan pada rapuhnya hubungan energi antara Jerman dan Rusia sejak perang Ukraina meletus. Selama puluhan tahun, Rusia menjadi pemasok utama gas alam bagi Jerman melalui jaringan pipa, termasuk Nord Stream, sehingga industri terbesar di Eropa itu menikmati pasokan energi murah dan stabil.
Namun, perang mengubah hubungan tersebut secara drastis. Berkurangnya pasokan gas Rusia memicu lonjakan harga energi di Eropa, memaksa Jerman mencari sumber pasokan baru dalam waktu singkat sekaligus mempercepat pembangunan terminal gas alam cair (LNG) untuk menerima impor dari negara lain. Babak baru rivalitas Jerman vs Rusia, Berlin gerebek WN Rusia terkait sabotase gas [titlebase] ini diperkirakan akan terus memanas dalam waktu dekat.
Babak baru rivalitas Jerman vs Rusia, Berlin gerebek WN Rusia terkait sabotase gas [titlebase] juga berkaitan dengan kemampuan Jerman untuk menghadapi ancaman energi dari Rusia. Dalam beberapa tahun terakhir, Jerman telah berusaha untuk diversifikasi sumber energinya, termasuk dengan meningkatkan impor gas alam cair dari negara-negara lain. Namun, proses ini masih terus berlangsung, dan Babak baru rivalitas Jerman vs Rusia, Berlin gerebek WN Rusia terkait sabotase gas [titlebase] ini menunjukkan bahwa Jerman masih memiliki banyak pekerjaan untuk dilakukan dalam hal keamanan energi.
Dalam beberapa analisis, Babak baru rivalitas Jerman vs Rusia, Berlin gerebek WN Rusia terkait sabotase gas [titlebase] ini juga berkaitan dengan kemampuan Rusia untuk menggunakan energi sebagai alat politik. Rusia telah lama menggunakan energi sebagai cara untuk mempengaruhi negara-negara lain, dan Babak baru rivalitas Jerman vs Rusia, Berlin gerebek WN Rusia terkait sabotase gas [titlebase] ini menunjukkan bahwa strategi ini masih terus digunakan.
Kesimpulan dari Babak baru rivalitas Jerman vs Rusia, Berlin gerebek WN Rusia terkait sabotase gas [titlebase] ini adalah bahwa hubungan energi antara Jerman dan Rusia masih sangat rapuh. Jerman perlu terus berusaha untuk diversifikasi sumber energinya dan meningkatkan keamanan energi, sementara Rusia perlu mempertimbangkan dampak dari tindakan-tindakannya terhadap hubungan dengan negara-negara lain.