Beranda » Profesor Norwegia: Jangan Mimpi Bisa Bikin Rusia Bertekuk Lutut dalam Konflik Ukraina
Posted in

Profesor Norwegia: Jangan Mimpi Bisa Bikin Rusia Bertekuk Lutut dalam Konflik Ukraina

Profesor Norwegia: Jangan Mimpi Bisa Bikin Rusia Bertekuk Lutut dalam Konflik Ukraina
Profesor Norwegia: Jangan Mimpi Bisa Bikin Rusia Bertekuk Lutut dalam Konflik Ukraina

Jakarta Aktual – 12 Juni 2026 | Profesor Norwegia Tenggara, Glenn Diesen, memperingatkan bahwa serangan terhadap wilayah Rusia tidak akan memaksa Moskow untuk menyerah dalam konflik yang berlangsung dengan Ukraina. Menurut dia, langkah tersebut justru berpotensi meningkatkan ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat. Hal ini juga disebutkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova yang mengkritik keputusan Uni Eropa yang terus memberikan dukungan pendanaan kepada pemerintah Ukraina di bawah Presiden Volodymyr Zelenskyy. Menurut Zakharova, kebijakan tersebut menunjukkan bahwa negara-negara Eropa belum memprioritaskan penyelesaian damai konflik. Pemerintah Rusia berulang kali menyatakan bahwa pasokan senjata Barat kepada Ukraina tidak akan mengubah jalannya konflik, melainkan hanya memperpanjang perang. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga menegaskan bahwa pengiriman senjata ke Ukraina akan dianggap sebagai target yang sah oleh militer Rusia.

Di sisi lain, pasukan Iran siap mengonfrontasi musuh ‘hingga napas terakhir’ dan tidak akan mundur. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan 18 titik aset militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait dan Bahrain menjadi sasaran serangan di tengah ketegangan kawasan yang kembali mengalami eskalasi. Dalam pernyataannya, IRGC menyatakan target-targetnya tersebut antara lain pangkalan udara Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait serta pangkalan udara Sheikh Isa di Bahrain. Militer Iran juga mengkonfirmasi sejumlah drone telah diluncurkan ke arah Armada Kelima AS sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan AS terhadap Iran selatan.

Konflik Rusia-Ukraina yang berlangsung sejak Februari 2022 terus menjadi sumber ketegangan antara Moskow dan negara-negara Barat. Sejumlah negara anggota NATO dan Uni Eropa hingga kini tetap memberikan bantuan militer maupun finansial kepada Ukraina, sementara Rusia menilai dukungan tersebut memperpanjang konflik dan menghambat upaya penyelesaian. Oleh karena itu, Profesor Norwegia Tenggara Glenn Diesen berpendapat bahwa Rusia memiliki kemampuan untuk menahan tekanan tanpa harus menyerah dan harapan bahwa Rusia akan menyerah akibat serangan-serangan tersebut tidak realistis.

Profesor Diesen juga menilai negara-negara Barat telah melampaui berbagai batas dalam upaya menekan dan memprovokasi Rusia. Namun, ia berpendapat bahwa langkah-langkah tersebut belum berhasil mengubah posisi strategis Moskow.

📖 Baca juga:
Israel Tetap Serang Lebanon di Tengah Gencatan Senjata, Konflik Semakin Memburuk

Ini menunjukkan bahwa konflik Rusia-Ukraina tidak akan selesai dengan mudah dan perlu penyelesaian yang lebih kompleks.

📖 Baca juga:
Jack Schlossberg: Calon Kongres Muda yang Berpotensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *