Beranda » Pesan menohok Megawati di Bali: Jangan pimpin dunia dengan hukum rimba!
Posted in

Pesan menohok Megawati di Bali: Jangan pimpin dunia dengan hukum rimba!

Jakarta Aktual – 30 Juni 2026 | Pesan menohok Megawati di Bali: Jangan pimpin dunia dengan hukum rimba! Ini merupakan salah satu pesan yang disampaikan oleh Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Republik Indonesia, dalam acara The 3rd World Civilizations Harmony Forum di Bali. Megawati menekankan bahwa dunia yang setara dan bermartabat tidak boleh dipimpin oleh “hukum rimba”, melainkan oleh “hukum hati nurani”.

Menurut Megawati, teori benturan peradaban lahir dari sejarah panjang persaingan dan dominasi antarmanusia. Padahal, hukum yang sesungguhnya bekerja di alam semesta adalah hukum harmoni yang menjaga keseimbangan, keterhubungan, dan kerja sama. Oleh karena itu, forum ini diharapkan menjadi ruang untuk menyumbangkan gagasan, kebijaksanaan, dan suara hati demi membangun peradaban dunia yang lebih damai, adil, dan bermartabat.

Pesan menohok Megawati di Bali: Jangan pimpin dunia dengan hukum rimba! Ini juga merupakan peringatan bagi kita semua untuk menjaga harmoni dan kesatuan di tengah keberagaman. Dalam acara tersebut, Megawati juga menyoroti pentingnya memahami dan menghargai keberagaman budaya dan agama di dunia.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, memberi tanggapan atas safari politik Jokowi, termasuk setelah melakukan upacara adat di Lampung. Puan menyatakan bahwa safari politik adalah hak semua warga negara, namun dalam situasi global yang tidak menentu, para politisi harus menjaga kondusifitas dan tidak memicu kesalahpahaman.

📖 Baca juga:
SCOTUS rejects Florida’s bid: Mahkamah Agung AS Tolak Gugatan Florida, Kasus Diskriminasi NFL dan Masalah Kebebasan Berbicara

Pesan menohok Megawati di Bali: Jangan pimpin dunia dengan hukum rimba! Ini juga menjadi peringatan bagi kita semua untuk menjaga kondusifitas dan kesatuan di tengah keberagaman. Dalam situasi global yang tidak menentu, kita harus menjaga harmoni dan kesatuan, serta tidak membiarkan “hukum rimba” memimpin dunia.

Di lain pihak, Polda Bali terus melakukan pengawasan melalui patroli siber untuk melacak penyebar informasi sifatnya provokasi dan ujaran kebencian. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya perpecahan di masyarakat akibat polemik tersebut.

Pesan menohok Megawati di Bali: Jangan pimpin dunia dengan hukum rimba! Ini merupakan peringatan yang penting bagi kita semua untuk menjaga harmoni dan kesatuan di tengah keberagaman. Dengan memahami dan menghargai keberagaman budaya dan agama, kita dapat membangun peradaban dunia yang lebih damai, adil, dan bermartabat.

Kesimpulan dari Pesan menohok Megawati di Bali: Jangan pimpin dunia dengan hukum rimba! adalah bahwa kita harus menjaga harmoni dan kesatuan di tengah keberagaman, serta tidak membiarkan “hukum rimba” memimpin dunia. Dengan demikian, kita dapat membangun peradaban dunia yang lebih damai, adil, dan bermartabat.

📖 Baca juga:
JD Vance: Tokoh Penting di Balik Perjanjian Damai AS-Iran dan Pemberantasan Penipuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *