Beranda » Pengkhianatan Elite Penegak Hukum, Jauh dari Pancasila dan Asta Cita?
Posted in

Pengkhianatan Elite Penegak Hukum, Jauh dari Pancasila dan Asta Cita?

Pengkhianatan Elite Penegak Hukum, Jauh dari Pancasila dan Asta Cita?
Pengkhianatan Elite Penegak Hukum, Jauh dari Pancasila dan Asta Cita?

Jakarta Aktual – 13 Juli 2026 | Pengkhianatan elite penegak hukum, jauh dari Pancasila dan Asta Cita? Pertanyaan ini kini menjadi sorotan tajam di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Ketika "sapu" yang seharusnya digunakan untuk membersihkan kotoran justru menjadi sumber kotoran itu sendiri, kepada siapa lagi rakyat harus mengadu? Hal ini seperti yang dikatakan oleh Ir. Soekarno, "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."

Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Bendungan Meninting di Lombok pada 10 Juli 2026 juga menegaskan hal yang sama. Beliau meminta agar seluruh jajaran pejabat pemerintahan, mulai dari birokrat, aparat TNI, Polri, hingga Kejaksaan untuk berani melakukan introspeksi diri secara mendalam. Arahan ini menjadi cambuk pengingat bahwa semua kewenangan dan atribut kehormatan sejatinya adalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat, bukan untuk disalahgunakan.

Pengkhianatan elite penegak hukum, jauh dari Pancasila dan Asta Cita, kini menjadi momentum emas untuk memperkuat sinergi antarlembaga penegak hukum. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan bahwa penanganan perkara dugaan korupsi di tingkat tinggi saat ini harus dijadikan momentum emas untuk memperkuat sinergi antarlembaga penegak hukum, bukan justru menjadi ajang pelemahan.

Pengkhianatan elite penegak hukum, jauh dari Pancasila dan Asta Cita, juga menjadi peringatan penting bagi kita semua. Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing melawan kolonialisme fisik, melainkan menghadapi penjajahan gaya baru yang bersarang tepat di jantung negara: penyelewengan kekuasaan, kejahatan kerah putih, dan korupsi yang justru didalangi oleh para "oknum" elite, khususnya mereka yang berseragam dan disumpah sebagai penegak hukum.

📖 Baca juga:
Rekam Jejak Rudi Margono: Nakhoda Baru Pidsus Kejaksaan Agung, Jaksa Spesialis Penanganan Kasus Korupsi Besar

Di tengah dinamika penegakan hukum yang kian memanas, kita harus tetap menjaga soliditas yang utuh. Pengkhianatan elite penegak hukum, jauh dari Pancasila dan Asta Cita, harus diatasi dengan memperkuat sinergi antarlembaga penegak hukum. Kita harus selalu ingat bahwa semua kewenangan dan atribut kehormatan sejatinya adalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat, bukan untuk disalahgunakan.

Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa pengkhianatan elite penegak hukum, jauh dari Pancasila dan Asta Cita, harus menjadi peringatan penting bagi kita semua. Kita harus selalu menjaga soliditas yang utuh dan memperkuat sinergi antarlembaga penegak hukum untuk mengatasi penyelewengan kekuasaan, kejahatan kerah putih, dan korupsi yang justru didalangi oleh para "oknum" elite.

📖 Baca juga:
Penggerebekan bandar narkoba di Katingan: 1 polisi gugur, 2 hilang, Kejadian Maut yang Menggemparkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *