Jakarta Aktual – 01 Juli 2026 | Iran tolak pembersihan ranjau di Selat Hormuz, peringatkan Prancis agar tak lakukan provokasi yang dapat memperumit situasi di kawasan strategis tersebut. Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, merupakan jalur vital bagi distribusi minyak global. Namun, keberadaan ratusan ranjau yang ditanam selama perang Iran telah membuat jalur ini menjadi sangat berisiko.
Menurut Kementerian Pertahanan Italia, setidaknya dua bulan diperlukan untuk membersihkan ranjau-ranjau tersebut. Ranjau-ranjau ini bersifat canggih dan modern, sehingga memerlukan kemampuan dan keahlian yang tidak dimiliki oleh semua negara. Oleh karena itu, Iran tolak pembersihan ranjau di Selat Hormuz, peringatkan Prancis agar tak lakukan provokasi yang dapat memperburuk situasi.
Iran telah menandatangani nota kesepahaman dengan AS untuk mengatur jalur aman bagi kapal dagang di Selat Hormuz. Namun, Iran tetap menegaskan bahwa pengelolaan navigasi, operasi pembersihan ranjau, dan pengaturan maritim sementara di Selat Hormuz tetap berada di bawah koordinasi Iran sebagai negara pantai.
Iran tolak pembersihan ranjau di Selat Hormuz, peringatkan Prancis agar tak lakukan provokasi yang dapat memperumit situasi di kawasan strategis tersebut. Iran akan mengatur sebaik mungkin untuk menyediakan jalur aman bagi kapal dagang, tanpa biaya, hanya untuk jangka waktu 60 hari. Iran juga menegaskan bahwa keterlibatan asing tidak akan diizinkan dalam operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz.
Iran tolak pembersihan ranjau di Selat Hormuz, peringatkan Prancis agar tak lakukan provokasi yang dapat memperburuk situasi. Iran tetap berkomitmen untuk mengatur jalur aman bagi kapal dagang dan menegaskan bahwa pengelolaan navigasi, operasi pembersihan ranjau, dan pengaturan maritim sementara di Selat Hormuz tetap berada di bawah koordinasi Iran sebagai negara pantai.
Kesimpulan, Iran tolak pembersihan ranjau di Selat Hormuz, peringatkan Prancis agar tak lakukan provokasi yang dapat memperumit situasi di kawasan strategis tersebut. Iran tetap berkomitmen untuk mengatur jalur aman bagi kapal dagang dan menegaskan bahwa pengelolaan navigasi, operasi pembersihan ranjau, dan pengaturan maritim sementara di Selat Hormuz tetap berada di bawah koordinasi Iran sebagai negara pantai.