Beranda » Gejolak geopolitik kembali memanas, ini prediksi harga emas pekan depan
Posted in

Gejolak geopolitik kembali memanas, ini prediksi harga emas pekan depan

Gejolak geopolitik kembali memanas, ini prediksi harga emas pekan depan
Gejolak geopolitik kembali memanas, ini prediksi harga emas pekan depan

Jakarta Aktual – 27 Juli 2026 | Gejolak geopolitik kembali memanas, ini prediksi harga emas pekan depan, menjadi topik hangat yang dibicarakan banyak pihak. Harga emas cenderung stagnan meski kondisi di Timur Tengah kembali memanas. Berbeda dengan sebelumnya di mana harga emas terus naik bahkan sampai tembus Rp 3 juta per gram. Asal tahu saja, harga emas Antam 24 karat sepanjang perdagangan 20-25 Juli 2026 hanya naik sebesar Rp 2.000 per gram.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menyampaikan salah satu penyebab harga emas belum kembali melesat adalah berubahnya pilihan masyarakat dalam berinvestasi. Masyarakat saat ini lebih banyak mengalihkan dana ke valuta asing (valas) untuk mengejar keuntungan jangka pendek dibandingkan dengan berinvestasi pada emas yang lebih pada mengamankan aset semata.

Selain itu, Ibrahim mengatakan selisih harga beli dan harga buyback emas yang masih lebar juga membuat minat masyarakat membeli emas berkurang. Menurutnya, selisih yang sempat mencapai lebih dari Rp 300 ribu membuat calon pembeli khawatir merugi saat menjual kembali emasnya.

Gejolak geopolitik kembali memanas, ini prediksi harga emas pekan depan, menjadi perhatian banyak pihak. Sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) akan membayangi harga emas pekan ini. Berikut ulasannya.

📖 Baca juga:
Kapal Pertamina Pride Berhasil Tembus Selat Hormuz, Pasokan Minyak RI Tetap Terjaga

Prediksi harga emas pekan depan dipengaruhi sentimen geopolitik. Harga emas atau logam mulia mengalami fluktuasi dan cenderung menurun di tengah berbagai dinamika geopolitik dan geoekonomi global. Pada perdagangan pekan depan, komoditas safe haven tersebut diprediksi bergerak di kisaran Rp 2,44 juta hingga Rp 2,74 juta per gram.

Gejolak geopolitik kembali memanas, ini prediksi harga emas pekan depan, yang diprediksi oleh Ibrahim Assuaibi. Jika harga emas mengalami penurunan, level support pertama berada di 3.968 dolar AS per troy ons dan harga logam mulia sebesar Rp 2,59 juta per gram. Jika koreksi berlanjut, secara teknikal, level support kedua harga emas dunia berada di 3.871 dolar AS per troy ons, sedangkan harga logam mulia sebesar Rp 2,44 juta per gram.

Sementara itu, jika harga melonjak, level resistance pertama harga emas dunia berada di 4.148 dolar AS per troy ons dan harga logam mulia di posisi Rp 2,63 juta per gram. Apabila menguat lagi, level resistance kedua berada di 4.240 dolar AS per troy ons dan harga logam mulia sebesar Rp 2,74 juta per gram.

Gejolak geopolitik kembali memanas, ini prediksi harga emas pekan depan, yang menjadi perhatian banyak pihak. Dalam beberapa hari terakhir, harga emas terus mengalami fluktuasi. Namun, dengan sentimen geopolitik yang memanas, harga emas diprediksi akan terus meningkat.

📖 Baca juga:
Gas Prices on the Rise: Will a US-Iran Peace Deal Bring Relief?

Kesimpulan, gejolak geopolitik kembali memanas, ini prediksi harga emas pekan depan, menjadi topik hangat yang dibicarakan banyak pihak. Harga emas cenderung stagnan meski kondisi di Timur Tengah kembali memanas. Namun, dengan sentimen geopolitik yang memanas, harga emas diprediksi akan terus meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *