Beranda » Personel Kabinet Prabowo Dinilai Tak Perlu Ditambah, Sudah Efektif: Strategi Prabowo Merangkul Tokoh Buruh
Posted in

Personel Kabinet Prabowo Dinilai Tak Perlu Ditambah, Sudah Efektif: Strategi Prabowo Merangkul Tokoh Buruh

Jakarta Aktual – 14 Juni 2026 | Personel kabinet Prabowo dinilai tak perlu ditambah, sudah efektif, karena fokus pemerintah saat ini seharusnya bukan menambah jabatan, melainkan mengevaluasi kinerja para pembantu presiden yang ada. Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rifan menilai, penambahan personel di Kabinet Presiden RI, Prabowo Subianto dinilai kurang tepat di tengah upaya pemerintah menggalakkan efisiensi anggaran.

Menurutnya, langkah perombakan kabinet akan lebih relevan jika ditujukan untuk mengganti menteri atau pejabat yang dinilai berkinerja buruk. Hal itu dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam melakukan perbaikan tata kelola pemerintahan. Personel kabinet Prabowo dinilai tak perlu ditambah, sudah efektif, karena penambahan personel kabinet justru berpotensi menimbulkan pertanyaan publik mengenai konsistensi pemerintah dalam menerapkan kebijakan efisiensi.

Presiden Prabowo Subianto melantik tokoh buruh Jumhur Hidayat dan Said Iqbal ke dalam jajaran pemerintahan pada Juni 2026. Langkah akomodatif tersebut dilakukan untuk merangkul basis massa buruh besar demi menjaga stabilitas politik nasional saat ini. Personel kabinet Prabowo dinilai tak perlu ditambah, sudah efektif, karena fokus pemerintah saat ini seharusnya bukan menambah jabatan, melainkan mengevaluasi kinerja para pembantu presiden yang ada.

Ali menilai pemerintah perlu memberikan contoh nyata terkait efisiensi anggaran yang selama ini digaungkan. Karena itu, penambahan jumlah menteri maupun wakil menteri dinilai kurang sejalan dengan semangat tersebut. Personel kabinet Prabowo dinilai tak perlu ditambah, sudah efektif, karena efisiensi harus dimulai dari level tertinggi pemerintahan agar menjadi teladan bagi seluruh birokrasi.

📖 Baca juga:
Kepala BGN Blak-Blakan Mau Jalankan MBG di Arab Saudi, Ini Alasannya

Presiden Prabowo memiliki banyak program prioritas yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia dalam pemerintahan. Namun, kondisi ekonomi saat ini membuat pemerintah perlu menunjukkan sensitivitas terhadap penggunaan anggaran negara. Personel kabinet Prabowo dinilai tak perlu ditambah, sudah efektif, karena publik saat ini lebih membutuhkan pesan bahwa pemerintah serius menjalankan efisiensi di semua lini.

Kesimpulan dari pembahasan tersebut adalah bahwa penambahan personel kabinet Prabowo tidak relevan di tengah upaya efisiensi anggaran. Sebaliknya, pemerintah sebaiknya fokus mengevaluasi kinerja pejabat yang sudah ada dan melakukan perbaikan tata kelola pemerintahan. Personel kabinet Prabowo dinilai tak perlu ditambah, sudah efektif, karena pemerintah perlu menunjukkan komitmen nyata dalam melakukan perbaikan dan efisiensi.

📖 Baca juga:
Harta Kekayaan 3 Pemimpin BGN yang Dilantik Prabowo, Nanik S Deyang hingga Mayjen Trenggono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *