Jakarta Aktual – 30 Juli 2026 | Komdigi Minta Publik Lihat Utuh Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’ karena pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang ‘Londo Ireng’ telah memicu kontroversi di masyarakat. Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, mengatakan bahwa pernyataan Presiden perlu dilihat secara utuh dan tidak terpaku pada satu istilah yang justru mengaburkan pesan utama.
Menurut Fifi, pernyataan Presiden Prabowo tentang ‘Londo Ireng’ bukanlah serangan terhadap media atau profesi tertentu, melainkan kiasan politik untuk mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap narasi pesimisme tentang Indonesia. Fifi juga menegaskan bahwa pemerintah tetap menghormati kemerdekaan pers, kritik masyarakat, serta peran seluruh elemen bangsa dalam kehidupan demokrasi.
Presiden Prabowo Subianto sendiri telah menyampaikan pernyataan tentang ‘Londo Ireng’ dalam acara puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Dalam pidatonya, Prabowo menggunakan istilah ‘Londo Ireng’ untuk menyebut pihak yang menurutnya lebih mengutamakan kepentingan bangsa lain dibanding kepentingan nasional.
Komdigi Minta Publik Lihat Utuh Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’ karena pernyataan tersebut telah memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Usman Hamid. Usman meminta Prabowo untuk menghentikan penggunaan istilah ‘Londo Ireng’ dan ‘antek asing’ karena dinilai berpotensi memecah masyarakat dan mengalihkan perhatian dari persoalan utama seperti lapangan kerja, pengangguran, kemiskinan, serta ketimpangan sosial-ekonomi.
Komdigi Minta Publik Lihat Utuh Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’ juga telah menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memilih jalan kerja nyata sebagai jawaban atas berbagai kritik publik. Fokus pemerintah adalah menyelesaikan persoalan satu per satu, mempercepat perbaikan di lapangan, dan memastikan masyarakat merasakan manfaatnya. Ruang demokrasi tetap terbuka, tetapi mari bersama-sama menjaga agar kritik menjadi energi perbaikan.
Kesimpulan dari pernyataan Komdigi Minta Publik Lihat Utuh Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’ adalah bahwa pemerintah meminta masyarakat untuk melihat pernyataan Presiden secara utuh dan tidak terpaku pada satu istilah yang justru mengaburkan pesan utama. Pemerintah tetap menghormati kemerdekaan pers, kritik masyarakat, serta peran seluruh elemen bangsa dalam kehidupan demokrasi.