Jakarta Aktual – 08 Juni 2026 | Tuntutan Aliansi BEM SI Jateng: Kuatkan rupiah dalam 18 hari [titlebase] telah menjadi sorotan hangat dalam beberapa hari terakhir. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah (Jateng) telah menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bank Indonesia (BI) Jateng, Kota Semarang, untuk menyampaikan kritik atas melemahnya rupiah yang telah menembus Rp18 ribu per dolar AS.
Para mahasiswa membentangkan spanduk di atas trotoar yang bertuliskan “Turut Berduka Cita Atas Matinya Rupiah” dan “Rupiah Sekarat”. Mereka menyampaikan orasi secara bergantian, dengan Presiden BEM Politeknik Negeri Semarang, Kevin Kurnia Priambodo, mengatakan bahwa kurs nilai tukar rupiah telah melemah di angka Rp18.030 kurang lebih, yang merupakan kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar paling lemah sepanjang sejarah Indonesia.
Kevin mengaku resah dengan kondisi perekonomian nasional saat ini, dan menurutnya, keresahan tersebut turut dirasakan banyak masyarakat Indonesia. “APBN kita terhitung sampai hari ini masih menunjukkan angka defisit. Untuk negara Indonesia, sebagai negara berkembang, negara yang masih mengandalkan produk-produk impor, keadaan rupiah yang melemah akan semakin mencederai dan melemahkan ekonomi negara kita,” ucap Kevin.
Tuntutan Aliansi BEM SI Jateng: Kuatkan rupiah dalam 18 hari [titlebase] ini juga telah mendapat respons dari pemerintah. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan bahwa pemerintah menghargai tuntutan yang disampaikan mahasiswa dan memandangnya sebagai bentuk perhatian publik terhadap kondisi ekonomi nasional.
Prasetyo mengatakan bahwa pemerintah saat ini terus bekerja keras untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia. “Kita yakin bahwa langkah-langkah yang kita ambil, dengan koordinasi yang erat, dengan koordinasi yang intens, dengan kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain, juga yang hari ini memberi kepastian juga kepada para pelaku usaha, kami yakin kita akan dapat mengatasi permasalahan-permasalahan ini,” ucap Prasetyo.
Tuntutan Aliansi BEM SI Jateng: Kuatkan rupiah dalam 18 hari [titlebase] ini telah menjadi tantangan besar bagi pemerintah untuk memperbaiki kondisi perekonomian nasional. Pemerintah harus bekerja keras untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia, dan Tuntutan Aliansi BEM SI Jateng: Kuatkan rupiah dalam 18 hari [titlebase] ini harus menjadi prioritas utama untuk memperbaiki kondisi perekonomian nasional.
Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah telah bekerja sama dan bekerja keras untuk mengatasi permasalahan perekonomian tanah air. Tuntutan Aliansi BEM SI Jateng: Kuatkan rupiah dalam 18 hari [titlebase] ini telah menjadi sorotan hangat dalam beberapa hari terakhir, dan pemerintah harus bekerja keras untuk memperbaiki kondisi perekonomian nasional.
Kesimpulan dari Tuntutan Aliansi BEM SI Jateng: Kuatkan rupiah dalam 18 hari [titlebase] ini adalah bahwa pemerintah harus bekerja keras untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia. Pemerintah harus memperbaiki kondisi perekonomian nasional, dan Tuntutan Aliansi BEM SI Jateng: Kuatkan rupiah dalam 18 hari [titlebase] ini harus menjadi prioritas utama untuk memperbaiki kondisi perekonomian nasional.