Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Zuiyen Rais

Zuiyen Rais gelar Sutan Ibrahim adalah birokrat, politikus, dan akademikus Indonesia yang menjabat Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia selama dua periode sejak tahun 1993 hingga 2003.

Wikipedia article
Diperbarui 15 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Zuiyen Rais
Drs. H.
Zuiyen Rais
M.S.
Wali kota Padang Ke-11
Masa jabatan
17 April 1993 – 28 Desember 1999
Sebelum
Pendahulu
Syahrul Ujud
Pengganti
Masri Payan
(Pelaksana Harian)
Masa jabatan
20 Juli 2000 – 11 Juni 2003
Sebelum
Pendahulu
Masri Payan
(Pelaksana Harian)
Pengganti
Fauzi Bahar
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir(1940-12-13)13 Desember 1940
Kapau, Tilatang Kamang, Agam, Sumatera Barat, Hindia Belanda
Meninggal10 November 2022(2022-11-10) (umur 81)
Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil, Kota Padang, Sumatera Barat
KebangsaanIndonesia
AlmamaterIKIP Padang
Institut Pertanian Bogor
ProfesiBirokrat, politikus, akademikus
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Zuiyen Rais gelar Sutan Ibrahim (13 Desember 1940 – 10 November 2022)[1] adalah birokrat, politikus, dan akademikus Indonesia yang menjabat Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia selama dua periode sejak tahun 1993 hingga 2003.

Lulusan Jurusan Sejarah IKIP Padang dan Magister Institut Pertanian Bogor ini merupakan mantan wartawan surat kabar Aman Makmur. Ia memulai kariernya sebagai birokrat di Badan Pemerintah Harian (BPH) Kota Padang. Setelah BPH dibubarkan, ia berkiprah menjadi asisten, kemudian Sekretaris Daerah, sebelum terpilih jadi Wali Kota Padang.[2]

Riwayat Hidup

Pendidikan

Zuiyen Rais dilahirkan di Nagari Kapau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada 13 Desember 1940. Ia adalah putra dari pasangan Rais Pakiah Ibrahim dan Hj. Kasima. Ia memulai pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Kapau (1953), SMP Negeri 5 Bukittinggi (1956), dan SMA Negeri 2 Birugo Bukittinggi (1959). Ia lalu meraih gelar sarjana muda dari Jurusan Sejarah IKIP Padang (1963). Kemudian, ia meraih gelar sarjana lengkap di kampus yang sama (1966).[1]

Karier

Hendri Septa mengunjungi Zuiyen Rais pada lebaran idulfitri 2022

Setelah meraih gelar sarjana muda, Zuiyen bekerja sebagai asisten dosen dan wartawan. Ketika bekerja sebagai wartawan Harian Aman Makmur, Zuiyen terpilih menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padang (1968-1970). Ia mengikuti pelatihan jurnalistik di Belanda tahun 1969.[1]

Sepulang dari Belanda, ia terpilih sebagai anggota Badan Pemerintahan Harian (BPH) Bidang Sosial Budaya Kotamadya Padang (1970-1974). Di sini ia memulai karier sebagai pegawai negeri bidang pemerintahan. Setelah itu, ia diangkat sebagai Kepala Terpedda Kotamadya Padang (1974-1980). Kemudian, ia menjadi Asisten I Bidang Pemerintahan (1980-1981).[1]

Kemudian, Zuiyen diangkat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tingkat II Kotamadya Padang (1981-1987). Pada saat yang sama, ia menjabat Pembantu Rektor II Universitas Bung Hatta (1981-1986) - perguruan tinggi swasta yang didirikan oleh Hasan Basri Durin dan kawan-kawan termasuk Zuiyen sendiri.[1]

Terdorong karena sudah menjadi wakil rektor, Zuiyen melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Ia meraih gelar S2 Master Penyuluhan Pembangunan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1986. Tesisnya berjudul Hubungan Ciri-Ciri Pribadi dan Perilaku Kepemimpinan Kepala Desa dalam Perencanaan Pembangunan Desa.[3] Tamat dari IPB, ia diangkat menjadi Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesra Sekretariat Wilayah Daerah (Sekwilda) Padang (1987-1990).[1]

Ia lalu dipromosikan menjadi Kepala Bidang Sosbud Bappeda Sumbar (1990-1992). Ia juga diangkat sebagai Pembantu Rektor I Bidang Akademik UBH (1990-1993). Ia lalu diangkat sebagai Sekwilda Tingkat II Kotamadya Padang (1992-1993).[1]

Setahun menjabat Sekwilda, Zuiyen terpilih sebagai Wali Kota Padang pada tahun 1993 setelah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Padang menggantikan Syahrul Ujud.[1]

Kehidupan pribadi

Zuiyen menikahi Dra. Hj. Asni Ayub pada tahun 1969.[4] Asni bekerja sebagai seorang dosen/lektor kepala di IKIP Padang. Pasangan Zuiyen-Asni memiliki empat orang anak bernama Ezra Aditia, Raf Indria, Azri Satya, dan Irza Fitria.[1] Ezra Aditia bekerja sebagai dosen perencanaan wilayah dan kota di UBH,[5] Raf Indria bekerja sebagai birokrat yang menjabat Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kota Padang,[6] dan Azri Satya juga bekerja sebagai birokrat di Dinas Pariwisata Kota Padang.[7]

Wafat

Zuiyen Rais meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil, Kota Padang, pada 10 November 2022, sekira pukul 21.15 WIB. Jenazahnya dimakamkan pada hari berikutnya di daerah asalnya di Nagari Kapau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.[8]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Profil Tokoh, Aktivis, dan Pemuka Masyarakat Minang. Permo Promotion. 1995. hlm. 535–536. ISBN 978-979-8931-00-0. Diakses tanggal 31 Januari 2021. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Pandoe, Marthias Dusky (2001). A nan takana (apa yang teringat): memoar seorang wartawan. Kompas. ISBN 978-979-709-002-9.
  3. ↑ https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/22364
  4. ↑ https://bunghatta.ac.id/news-3145-peluncuran-buku-autobiografi-karya-drs-h-zuiyen-rais-ms-dan-golden-wedding-anniversary-.html
  5. ↑ https://ftsp.bunghatta.ac.id/index.php/en/home/10-profil/245-dosen-pwk
  6. ↑ https://langgam.id/wali-kota-padang-lantik-6-kepala-dinas-hasil-seleksi-terbuka/
  7. ↑ https://pariwisata.padang.go.id/kepala-bidang-destinasi-dinas-pariwisata-kota-padang-350
  8. ↑ https://langgam.id/mantan-wali-kota-padang-zuiyen-rais-wafat/

Bacaan lanjutan

  • Edrie, Eko Yanche; Chaniago, Hasril (2019). Zuiyen Rais: Wartawan Wali kota, Wali kota Wartawan. Padang: LPPM Universitas Bung Hatta. ISBN 978-623-90741-9-7. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-09-18. Diakses tanggal 2021-09-18.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Syahrul Ujud, S.H
Wali kota Padang
1993—2003
Diteruskan oleh:
Drs. H. Fauzi Bahar M.Si
  • l
  • b
  • s
Wali Kota Padang
W.M. Ouwerkerk (1928–1940) · Dirk Kapteijn (1940–1942) · Abdoel Hakim (1942–1943, 1947–1949) · Mizuno (1943–...) · Abubakar Jaar (1945–1946) · Bagindo Azizchan (1946–1947) · Said Rasjad (1947) · Rasidin (1949–1956) · Bachtiar Datuk Pado Panghulu (1956–1958) · Z. A. St. Pangeran (1958–1966) · Azhari (1966–1967) · Akhirul Yahya (1967–1971) · Hasan Basri Durin (1971–1983) · Syahrul Ujud (1983–1993) · Zuiyen Rais (1993–2003) · O.S. Yerli Asir (2003–2004, Pj. Wali Kota) · Fauzi Bahar (2004–2014) · Erizal Agus (2014, Pj. Wali Kota) · Mahyeldi (2014–2021) · Hendri Septa (2021–2024) · Andree Algamar (2024–2025, Pj. Wali Kota) · Fadly Amran (2025–Petahana)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat Hidup
  2. Pendidikan
  3. Karier
  4. Kehidupan pribadi
  5. Wafat
  6. Referensi
  7. Bacaan lanjutan

Artikel Terkait

Daftar Wali Kota Padang

jabatan kepala daerah di Kota Padang

Suku Guci

klan suku Minangkabau

Yusman Kasim

Kota Padang 2004–2009 Diteruskan oleh: Mahyeldi Jabatan olahraga Didahului oleh: Zuiyen Rais Ketua Umum PSP Padang 2004–2009 Diteruskan oleh: Mahyeldi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026