Zhangixalus prasinatus yang dikenal dengan nama umum katak terbang sungai, katak pohon hijau atau katak pohon zamrud adalah spesies katak dari famili Rhacophoridae yang bersifat endemik di Taiwan utara. Spesies ini tercatat hidup pada elevasi antara 400 hingga 600 meter di atas permukaan laut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Zhangixalus prasinatus | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Amphibia |
| Ordo: | Anura |
| Famili: | Rhacophoridae |
| Genus: | Zhangixalus |
| Spesies: | Z. prasinatus |
| Nama binomial | |
| Zhangixalus prasinatus (Mou, Risch & Lue, 1983) | |
| Sinonim | |
| |
Zhangixalus prasinatus yang dikenal dengan nama umum katak terbang sungai, katak pohon hijau atau katak pohon zamrud adalah spesies katak dari famili Rhacophoridae yang bersifat endemik di Taiwan utara. Spesies ini tercatat hidup pada elevasi antara 400 hingga 600 meter di atas permukaan laut.[2]
Spesies ini pertama kali diperkenalkan oleh Mou, Risch, dan Lue pada tahun 1983 dengan nama Rhacophorus prasinatus. Nama sinonimnya termasuk Rhacophorus smaragdinus, karena kedua deskripsi tersebut ternyata mengacu pada holotipe yang sama. Pada 1993, spesies ini sempat dipindahkan sementara ke genus Polypedates sebagai Polypedates prasinatus. Dalam revisi taksonomi besar tahun 2019, Li, Jiang, Ren, Wu, dan Li mendirikan genus Zhangixalus untuk memisahkannya dari Rhacophorus, sehingga R. prasinatus kini dikenal sebagai Zhangixalus prasinatus. Epitet prasinatus berasal dari bahasa Latin “prasinus”, yang berarti hijau muda atau zaitun, merujuk pada warna hijau zamrud khas tubuh katak ini, sesuai dengan ciri morfologis utamanya.[3]
Zhangixalus prasinatus merupakan katak pohon terbesar di Taiwan. Betina dewasa mencapai panjang moncong hidung antara 65 hingga 77 mm, sedangkan jantan dewasa berukuran sekitar 48 hingga 63 mm. Tubuh katak ini berwarna hijau dengan garis kuning di kedua sisi dan perut putih. Semua jari tangan dan kaki dilengkapi dengan cakram pemanjat, dan keempat kakinya berselaput. Beberapa individu juga menunjukkan bintik-bintik pada tubuhnya.[4][5]
Spesies ini endemik di Taiwan, dengan catatan pengamatan pada elevasi 400 hingga 600 meter. Habitatnya meliputi kebun, perkebunan teh, hutan bambu, semak belukar, dan hutan di daerah perbukitan. Jangkauannya mencakup setidaknya satu kawasan lindung, yaitu Cagar Alam Hapen. Reproduksi berlangsung di lubang pohon, tetapi juga dapat terjadi di tangki, ember, atau wadah air lainnya. Populasi katak ini terancam oleh hilangnya dan degradasi habitat, terutama akibat pertanian, penggembalaan, urbanisasi, dan perubahan praktik pertanian yang meningkatkan penggunaan pestisida. Spesies ini juga ditemukan di beberapa kawasan lindung, dan para peneliti berpendapat bahwa ia mungkin cukup toleran terhadap perubahan habitat.[5][1]