Dalam agama-agama Abrahamik, Zaman Mesianik adalah periode mendatang dari masa di dunia di mana mesias akan memerintah dan mengirim alam semesta menuju perdamaian dan persaudaraan, tanpa kejahatan apa pun. Sebagian besar orang meyakini bahwa akan datang masa semacam itu. Beberapa orang menyebutnya sebagai "kerajaan Allah" dan "dunia yang akan datang".
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bagian dari seri |
| Eskatologi |
|---|
Dalam agama-agama Abrahamik, Zaman Mesianik adalah periode mendatang dari masa di dunia di mana mesias akan memerintah dan mengirim alam semesta menuju perdamaian dan persaudaraan, tanpa kejahatan apa pun. Sebagian besar orang meyakini bahwa akan datang masa semacam itu. Beberapa orang menyebutnya sebagai "kerajaan Allah" dan "dunia yang akan datang".
Menurut tradisi Yahudi, Zaman Mesianik akan menjadi salah satu kedamaian dan ketentraman dunia, sebuah zaman yang bebas perselisihan dan kerja keras, dan masa yang mendorong pengetahuan soal Sang Pencipta, Tema Mesias yang mengantar zaman perdamaian dunia muncul dalam dua pasal kitab suci terkenal dari Kitab Yesaya:
Mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.
Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.
Dalam Mishneh Torah, Moshe ben Maimon mendeskripsikan Zaman Mesianik:
Menurut Talmud,[2] Midrash,[3] dan karya Kabbalistik kuno, Zohar,[4] Mesias akan datang sebelum tahun 6000 dari masa penciptaan. Dalam kepercayaan Yahudi Ortodoks, kalender Ibrani bermula dari masa penciptaan, menjadikannya bertepatan dengan tahun 2240 pada kalender Gregorian.