Yuyun Ismawati Drwiega adalah pemenang Anugerah Lingkungan Goldman 2009. Ia memulai kariernya sebagai seorang insinyur lingkungan yang bekerja dengan biro konsultan untuk merancang sistem pasokan air perkotaan dan pedesaan. Sejak Juni 2000, Yuyun mendirikan NGO-nya sendiri yang bernama BaliFokus atau Nexus3 untuk memperluas program manajemen lingkungan perkotaan yang berbasis masyarakat ke banyak area di Indonesia. Pada 2024, Yuyun menjadi orang Indonesia pertama yang terpilih menjadi Ketua Bersama International Pollutants Elimination Network (IPEN). Ia memimpin jaringan global lebih dari 600 organisasi nonpemerintah dari 130 negara untuk menghapus polutan beracun dan bahan kimia berbahaya dari lingkungan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

(2022) | |
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 1964 |
| Data pribadi | |
| Pendidikan | Universitas Ludwig Maximilian Munich - international health (en) Universitas Oxford - Ilmu lingkungan (2010–2011) Institut Teknologi Bandung - Teknik lingkungan (1983–1990) |
| Kegiatan | |
| Spesialisasi | Ilmu lingkungan, penyediaan air dan Jaringan penyediaan air |
| Pekerjaan | environmental engineer (en) |
| Bekerja di | International Pollutants Elimination Network (mul) |
Penghargaan
| |
Yuyun Ismawati Drwiega (lahir 1964) adalah pemenang Anugerah Lingkungan Goldman 2009.[1] Ia memulai kariernya sebagai seorang insinyur lingkungan yang bekerja dengan biro konsultan untuk merancang sistem pasokan air perkotaan dan pedesaan. Sejak Juni 2000, Yuyun mendirikan NGO-nya sendiri yang bernama BaliFokus atau Nexus3[2] untuk memperluas program manajemen lingkungan perkotaan yang berbasis masyarakat ke banyak area di Indonesia. Pada 2024, Yuyun menjadi orang Indonesia pertama yang terpilih menjadi Ketua Bersama International Pollutants Elimination Network (IPEN). Ia memimpin jaringan global lebih dari 600 organisasi nonpemerintah dari 130 negara untuk menghapus polutan beracun dan bahan kimia berbahaya dari lingkungan.[2]
Yuyun memiliki gelar insinyur teknik lingkungan dari Institut Teknologi Bandung dan gelar magister sains dari Universitas Oxford dalam bidang Manajemen dan Perubahan Lingkungan.[2]