Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiYusni Antemas
Artikel Wikipedia

Yusni Antemas

Yusni Antemas adalah seorang wartawan dan sastrawan Kalimantan Selatan. Ia populer dengan nama pena Anggraini.

Wikipedia article
Diperbarui 9 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Yusni Antemas
Lahir(1922-04-22)22 April 1922
Amuntai, Hindia Belanda
(kini Kabupaten Hulu Sungai Utara)
Meninggal12 September 2013(2013-09-12) (umur 91)
Amuntai, Hulu Sungai Utara
Nama lainAnggraini Antemas
PekerjaanWartawan, sastrawan

Yusni Antemas (22 April 1922 – 12 September 2013) adalah seorang wartawan dan sastrawan Kalimantan Selatan. Ia populer dengan nama pena Anggraini.

Selain sebagai wartawan dan sastrawan, ia juga dikenal sebagai sebagai sejarawan, sekaligus pelukis yang terkenal di mata seniman lokal di HSU bahkan di Kalsel. Bukan hanya itu, semasa hidup ia telah menyumbangkan lukisan demi kepentingan perjuangan pembebasan Irian Barat dan museum perjuangan Waja Sampai Ka Puting Banjarmasin.

Selama menjadi sastrawan dan wartawan sejak 1940 sudah menulis sedikitnya 25 judul buku. Buku-buku itu mengenai sejarah daerah, folklor, dan cerita anak-anak. Sebanyak 12 judul di antaranya diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta. Karya-karyanya yang lain rupanya juga tersimpan di Perpustakaan Nasional Australia, seperti karyanya yang berjudul Mutiara Nusantara seri 1, yang diterbitkan Mega Sapura, Amuntai (1986); Si Pujung yang Menambat Barito (1980); Kahancuran di Baruh Kelayar (1980) dan Bara dan Nyala di Banua Lima (Negara-Alabio-Sungai Banar-Amuntai-Kelua). Juga ditemukan karya tahun 1974 terbitan Banjarmasin tentang sejarah Kalimantan. Karya-karyanya juga tersimpan di Perpustakaan Universitas Yale antara lain: Orang-orang Terkemuka dalam Sedjarah Kalimantan, dari Mulawarman sampai H. Hasbullah Jasin (1971); Si Puyung yang Menambat Barito (1980); Mendulang Intan di Cempaka (1981) dan Tunas-tunas Mekar Pagi (1981).

Yusni Antemas meninggal dunia pada tanggal 12 September 2013 pukul 3 pagi karena penyakit darah tinggi yang dideritanya. Jenazah disemayamkan di Kediaman Desa Sungai Bahadangan Kecamatan Banjang. Setelah dimandikan dan dikafani, almarhum langsung dibawa menuju Masjid At-Taqwa untuk disalatkan untuk kemudian dibawa menuju alkah keluarga di Desa Lok Bangkai, Kecamatan Banjang untuk dimakamkan.[1]

Sastrawan Pemberani

Presiden soekarno datang ke alabio bapak yusni datang dengan kardus bertuliskan apakah indonesia negara nasionalis atuakah negara agamis dan di jawab indonesia adalah negara nasionalis[2]

Referensi

  1. ↑ Tokoh Pers Yusni Antemas Tutup Usia. Radar Banjarmasin. Diakses pada 22 September 2013
  2. ↑ "PERAN YUSNI ANTEMAS DALAM DUNIA PERS DI KALIMANTAN SELATAN TAHUN1946-19791". E-JURNAL. Diakses tanggal 2025-11-09.


Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sastrawan Pemberani
  2. Referensi

Artikel Terkait

Antemas

sama dengan Yusni Antemas. Antemas (20 Oktober 1923 – 21 Desember 1970) adalah pengusaha Indonesia. Namanya diabadikan pada anugerah Antemas Award (1974–92)

Monumen Tanjung Puri

bagi daerah penghasil minyak dan gas ini. Monumen ini dirancang oleh Yusni Antemas, seorang wartawan sekaligus sastrawan kelahiran Amuntai, Kabupaten Hulu

Daftar tokoh Banjar

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026