Yosua 9 adalah pasal kesembilan Kitab Yosua dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen yang memuat riwayat Yosua dalam memimpin orang Israel menduduki tanah Kanaan. Pasal ini berisi riwayat akal orang Gibeon supaya tidak dimusnahkan oleh orang Israel.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Yosua 9 | |
|---|---|
Kitab Yosua lengkap pada Kodeks Leningrad, dibuat tahun 1008. | |
| Kitab | Kitab Yosua |
| Kategori | Nevi'im |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Lama |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 6 |
Yosua 9 (disingkat Yos 9) adalah pasal kesembilan Kitab Yosua dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen yang memuat riwayat Yosua dalam memimpin orang Israel menduduki tanah Kanaan.[1] Pasal ini berisi riwayat akal orang Gibeon supaya tidak dimusnahkan oleh orang Israel.[2]

Terjemahan Baru (TB) membagi pasal ini:
Yosua dan para pemimpin Israel lalai untuk berdoa dan mencari kehendak Allah berhubungan dengan suku Gibeon. Tanpa berpikir masak-masak mereka mengikat perjanjian yang tidak bisa mereka ingkari (Yosua 9:18). Keputusan yang keliru ini membuka peluang bagi orang-orang Kanaan yang fasik tinggal di tengah-tengah Israel (sesuatu yang dilarang Tuhan dalam pasal Ulangan 7:1–26). Di dalam semua keputusan kehidupan orang beriman harus mencari kehendak Allah dan berdoa memohon hikmat dan bimbingan-Nya, sehingga dapat mengelak kesedihan dan musibah.[6]