Yoga Dirga Cahya adalah seorang aktivis Indonesia yang giat membantu tenaga kerja Indonesia khususnya yang berada di Singapura di mana dia pernah menempuh pendidikan dan bekerja di sana. Dengan kapasitasnya sebagai Presiden Asosiasi Profesional Indonesia di Singapura, Yoga memperjuangkan pencabutan biaya fiskal bagi TKI melalui pendekatan dengan KBRI Singapura dan pemerintah Indonesia. Ia adalah salah satu calon anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional pada pemilu 2014, tetapi tidak terpilih.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus. |
Artikel biografi ini berkualitas rendah karena ditulis menyerupai resume atau daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae). |
| Yoga Dirga Cahya | |
|---|---|
| Almamater | SMA Taruna Nusantara Universitas Teknologi Nanyang |
| Pekerjaan | aktivis dan caleg |
| Partai politik | Partai Amanat Nasional |
Yoga Dirga Cahya (15 November 1986 – 20 Februari 2015[1]) adalah seorang aktivis Indonesia yang giat membantu tenaga kerja Indonesia khususnya yang berada di Singapura di mana dia pernah menempuh pendidikan dan bekerja di sana. Dengan kapasitasnya sebagai Presiden Asosiasi Profesional Indonesia di Singapura, Yoga memperjuangkan pencabutan biaya fiskal bagi TKI melalui pendekatan dengan KBRI Singapura dan pemerintah Indonesia.[2] Ia adalah salah satu calon anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional pada pemilu 2014, tetapi tidak terpilih.
Yoga adalah alumnus SMA Taruna Nusantara, Magelang Jawa Tengah. Kemudian mendapatkan beasiswa dari Nanyang Technological University, Singapura dan lulus dengan gelar B.Sc. (Honors). Sejak lulus kuliah tahun 2008, Yoga bekerja di National Environment Agency pada Departemen Pengelolaan Sampah di Singapura sebagai Eksekutif Senior pada bagian Standar dan Produktivitas (bahasa Inggris: Senior Executive - Standard and Productivitycode: en is deprecated ). Aktif di Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia di Singapura (FKMIS) sebagai ketua sejak tahun 2012. Karier organisasinya diawali sejak bergabung dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Singapura dan menjadi Presiden dari Indonesian Professional's Association (IPA) tahun 2010.[3] Secara keseluruhan, Yoga tinggal di Singapura selama 9 tahun dan telah memiliki status Permanent Resident (PR) Singapura.[4]
Pada tahun 2014 diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi salah seorang calon anggota DPR dalam pemilu 2014 untuk Dapil II Jakarta (yang konstituensinya termasuk seluruh pemilih luar negeri), namun tidak berhasil menduduki kursi legislatif.[5][6]
Pada hari Jum'at tanggal 20 Februari 2015, ia meninggal setelah mengalami gagal ginjal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.[1]