Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiGojong dari Korea
Artikel Wikipedia

Gojong dari Korea

Gojong atau Sang Kaisar Gwangmu adalah raja ke-26 dari Dinasti Joseon dan Kaisar pertama dari Kekaisaran Korea.

raja terakhir Dinasti Joseon dan kaisar pertama Kekaisaran Han Raya
Diperbarui 13 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gojong dari Korea
Gojong
고종code: ko is deprecated
高宗code: ko is deprecated
Gojong pada 1907
Kaisar Emeritus Kekaisaran Korea Ke-1 dan Terakhir
Berkuasa20 Juli 1907 – 29 Agustus 1910
Pendahuluposisi dibuat
PenerusMonarchy abolished
(Korea annexed by Japan)
Kaisar Kekaisaran Korea Ke-2
Berkuasa13 Oktober 1897 – 19 Juli 1907
PenerusSunjong
Raja Kerajaan Joseon
Berkuasa16 Januari 1864 – 13 Oktober 1897
PendahuluCheoljong
PenerusPosisi dihapuskan
(disatukan ke Kekaisaran Korea)
Wali
  • Janda Kerajaan Agung Hyoyu (1864–1866)
  • Pangeran Dalam Negeri Agung Heungseon (de facto) (1864–1873)
Kelahiran8 September 1852
Unhyeongung, Hansŏng, Joseon
Kematian21 Januari 1919(1919-01-21) (umur 66)
Deoksugung, Keijō, Korea, Empire of Japan
Pemakaman
Hongyureung, Namyangju, South Korea
Pasangan
Empress Myeongseong
​
​
(m. 1866; meninggal 1895)​
Keturunan
...
  • Sunjong dari Korea
  • Prince Imperial Ui
  • Crown Prince Euimin
  • Princess Deokhye
Nama lengkap
Yi Myeongbok (이명복; 李命福) → Yi Hui (이희; 李㷩)
Nama dan tanggal periode
  • Gaeguk (개국code: ko is deprecated ; 開國code: ko is deprecated ): 1894–1895
  • Geonyang (건양code: ko is deprecated ; 建陽code: ko is deprecated ): 1896–1897
  • Gwangmu (광무code: ko is deprecated ; 光武code: ko is deprecated ): 1897–1907
Nama anumerta
Emperor Munheon Mujang Inik Jeonghyo Tae (문헌무장인익정효태황제; 文憲武章仁翼貞孝太皇帝)
Nama kuil
Gojong (고종code: ko is deprecated ; 高宗code: ko is deprecated )
ClanJeonju Yi
DinastiYi
Ayah
  • Grand Internal Prince Heungseon (biological)
  • Munjo of Joseon (adoptive)
Ibu
  • Grand Internal Princess Consort Sunmok (biological)
  • Queen Sinjeong (adoptive)
AgamaKorean Confucianism (Neo-Confucianism)
Tanda tangan
Korean name
Hangul
[고종 광무제 (pendek 고종) ] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
Hanja
[高宗光武帝 (pendek 高宗) ] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
Alih AksaraGojong Gwangmuje (pendek Gojong)
McCune–ReischauerKojong Kwangmuje (pendek Kojong)
Nama lahir
Hangul
이명복code: ko is deprecated
Hanja
李命福code: ko is deprecated
Alih AksaraYi Myeong-bok
McCune–ReischauerI Myŏng-bok
Penguasa Korea
Raja-raja Joseon
Taejo 1392–1398
Jeongjong 1398–1400
Taejong 1400–1418
Sejong 1418–1450
Munjong 1450–1452
Danjong 1452–1455
Sejo 1455–1468
Yejong 1468–1469
Seongjong 1469–1494
Yeonsangun 1494–1506
Jungjong 1506–1544
Injong 1544–1545
Myeongjong 1545–1567
Seonjo 1567–1608
Gwanghaegun 1608–1623
Injo 1623–1649
Hyojong 1649–1659
Hyeonjong 1659–1674
Sukjong 1674–1720
Gyeongjong 1720–1724
Yeongjo 1724–1776
Jeongjo 1776–1800
Sunjo 1800–1834
Heonjong 1834–1849
Cheoljong 1849–1864
Gojong 1864–1897
  • l
  • b
  • s

Gojong atau Sang Kaisar Gwangmu (Hangul: 이명복; Hanja: 光武帝, 1852-1919M) adalah raja ke-26 dari Dinasti Joseon dan Kaisar pertama dari Kekaisaran Korea.

Penobatan

Pada tahun 1864, Raja Cheoljong meninggal dan Joseon tidak memiliki penerus keturunan laki-laki yang disebabkan oleh konspirasi dan taktik wangsa Kim dari Andong. Wangsa Kim Andong perlahan merebut pengaruh istana dengan perkawinan anggota keluarga mereka dengan wangsa Yi. Ratu Cheolin, istri Raja Cheoljong dan juga putri wangsa Kim Andong yang menuntut hak memilih raja yang baru, walaupun sebenarnya yang paling berhak adalah ibu suri. Saudara sepupu Cheoljong, Ibu Suri Sinjeong (janda ayahanda Heonjong) dari wangsa Jo Pungyang (yang bersaing dengan wangsa Kim) juga menyatakan diri berhak memilih raja pengganti yang baru.

Sinjeong melihat peluang ini untuk menancapkan pengaruh wangsa Jo Pungyang di dalam perpolitikan Joseon di atas wangsa Kim Andong. Saat Cheoljong semakin tak berdaya akibat penyakit yang dialaminya, Ibu Suri dikunjungi oleh Yi Ha-eung, keturunan yang tidak jelas dari Pangeran Sado (putra raja Yeongjo).

Keluarga Yi Ha-eung dianggap tidak memiliki asal-usul yang jelas tentang hubungannya dengan wangsa istana, tetapi nyatanya hanya merekalah anggota wangsa Yi yang masih tersisa saat itu. Yi Ha-eung sendiri sudah pasti tak mungkin naik takhta menjadi raja dikarenakan peraturan di istana yang hanya dapat menjatuhkan pilihan sebagai penerus takhta dari generasi sebelumnya, tetapi pilihan jatuh justru pada nama Yi Myeong-bok, putra kedua Yi Ha-eung yang dianggap paling pantas untuk naik takhta sebagai raja baru.

Wangsa Jo melihat Yi Myeong-bok hanyalah seorang remaja 12 tahun dan tidak mungkin dapat memerintah sendiri sampai ia dewasa. Wangsa Jo juga dapat dengan mudah memengaruhi Yi Ha-eung untuk berperan sebagai pengendali putranya. Saat berita kematian Cheoljong terdengar oleh Yi Ha-eung, Ibu Suri Sinjeong memerintahkannya untuk mengambil stempel resmi kerajaan (yang dianggap sebagai benda penting untuk melegitimasi pemerintahan yang baru). Dengan memiliki benda itu Ibu Suri mempunyai hak penuh untuk memilih calon raja dan memperlemah posisi wangsa Kim.

Pada musim gugur tahun 1864, Yi Myeong-bok dinobatkan menjadi raja baru Dinasti Joseon dan Yi Ha-eung diangkat menjadi Daewongun (大院君; Pangeran yang Agung) yang bergelar Heungseon Daewongun. Heungseon Daewongun yang sangat kuat menganut Konfusianisme merupakan seorang tokoh yang bijak dan cermat pada masa-masa awal pemerintahan Gojong. Ia menghapuskan peraturan-peraturan lama yang tidak lagi berguna karena disalahgunakan oleh wangsa-wangsa tertentu, juga merivisi undang-undang dan peraturan rumah tangga kerajaan serta tatacara upacara ritual kemudian mereformasikan militer dan angkatannya. Dalam waktu yang cukup pendek, ia sudah dapat mengendalikan istana secara penuh. Ia memberikan hak-hak istimewa terhadap wangsa Jo Pungyang dan menyingkirkan anggota-anggota wangsa Kim Andong yang ia yakini bertanggung jawab atas korupsi yang merugikan negara.

Masa pemerintahan

Kaisar Gojong dan Putra Mahkota

Setelah serangan ke Korea oleh Tiongkok, Jepang, dan Rusia selama Perang Tiongkok-Jepang (1894-1895) dan Perang Rusia-Jepang (1904-1905), pergerakan mulai memanas di semenanjung Korea. Rusia mulai membuka hubungan diplomatik dengan Korea; konsul Rusia di Seoul, Karl Ivanovich Weber, mengembangkan hubungan persahabatan dengan Raja Gojong secara pribadi, dan setelah pembunuhan Ratu Min, ia menawarkan perlindungan bagi Gojong di kedutaan besar Rusia. Namun, setelah Perang Rusia-Jepang (1904-1905), Gojong dipaksa untuk menerima penasehat pro-Jepang ke dalam istana oleh Kaisar Meiji Jepang. Kebijakan dalam negeri dan luar negerinya, terbukti berhasil dalam menghadapi tekanan Jepang. Gojong membuat strategi untuk berhubungan dengan Rusia, Jepang dan Tiongkok guna mencegah intervensi mereka terhadap Korea.

Germany military uniform(1904)

Gojong memproklamirkan berdirinya Kekaisaran Han Raya pada tahun 1897 atas lepasnya Joseon dari pengaruh kekuasaan Qing. Setelah dibuatnya Perjanjian Protektorat 1905 antara Korea dan Jepang, di mana Korea dilucuti haknya sebagai bangsa merdeka, ia mengirimkan perwakilannya ke Konvensi Perdamaian 1907 di Den Haag, Belanda, untuk kembali menegaskan kedaulatannya atas Korea. Meskipun perwakilan Korea ditahan oleh delegasi Jepang, mereka tidak menyerah, dan kemudian mereka diwawancara oleh media surat kabar. Salah satu delegasi AS mengkritik ambisi Jepang di Asia: "Amerika Serikat tidak menyadari kebijakan Jepang di Timur Jauh dan apa yang akan ia lakukan terhadap orang Amerika. Jepang mengadopsi kebijakan yang pada akhirnya akan memberikannya penguasaan penuh atas perdagangan dan industri di Timur Jauh. Jepang menantang Amerika dan Inggris. Jika Amerika tidak memperhatikan Jepang dengan saksama, maka Jepang akan memaksa Amerika dan Inggris keluar dari Timur Jauh." Akibatnya, Gojong dipaksa melepaskan tahtanya kepada putranya, Sunjong.

Setelah turun takhta, Kaisar Gojong dijadikan tahanan rumah di Deoksugung oleh Jepang. Kaisar Gojong meninggal pada tanggal 21 Januari 1919 di istana itu. Ada banyak spekulasi bahwa ia diracuni oleh pejabat militer Jepang.

Putra

  • Yi Seon (Wanhwa-gun atau Wan-chinwang), anak pertama dari Selir Yi Yeongbodang, (16 April 1868 - 12 Januari 1880)
  • Yi Cheok (Hwangtaeja), anak keempat dari istri pertamanya, Ratu Myeongseong atau Ratu Min. Ratu Min adalah putri dari Min Tae-ho, bangsawan wangsa Min dari Yeoheung yang bergelar Maharani Sunmyeong, tetapi dia meninggal sebelum Gojong naik takhta. Cheok menikahi Permaisuri Yun, seorang anak perempuan dari Yun Taek-Yeong, yang kemudian dikenal sebagai Maharani Sunjeong.
  • Yi Gang (Uihwa-gun atau Ui-chinwang), anak kelima dari Selir Jang, (30 Maret 1877-Agustus 1955); Yi Gang menikah dengan Kim Su-deok (Putri Deogin). Kim Su-deok adalah seorang anak perempuan bangsawan Kim Sa-Jun.
  • Yi Eun ( Yeong-chinwang ), anak ketujuh dari istri kedua, Putri Eom Sunheon, (20 Oktober 1897 - 1 Mei 1970). Ia menikah dengan Putri Masako Nashimotonomiya, anak perempuan Pangeran Morimasa Nashimotonomiya dari Kekaisaran Jepang.
  • Yi Yuk, putra kedelapan anak dari Selir Gwanghwa-dang (1906-1908)
  • Yi U, Yi U, putra kesembilan dari Selir Jeong Bohyeon-dang); ia meninggal saat bayi.
  • Putri Deokhye (Deokhye Ongju), anak keempat dari Selir Yang Bongnyeong-dang (25 Mei 1912 - 11 April 1989); ia menikah dengan Takeyuki Sō, bangsawan dari Tsushima.

Gelar

  • Kaisar Yi Myeong-bok (Jaehwang) (李命福 이명복 Yi Myeong-bok ), putra kedua Pangeran Heungseon, cicit dari kakek buyut Raja Yeongjo (1852-1863)
  • 大韓帝國光武大皇帝陛下 대한제국광무대황제폐하 Daehan Jeguk Gwangmu Daehwangje Pyeha (1897–1907)
  • 大韓帝國太皇帝陛下 대한제국태황제폐하 Daehan Jeguk Taehwangje Pyeha (1907–1910), setelah dipecat secara paksa oleh pemerintah Jepang.
  • 德壽宮李太王殿下 덕수궁이태왕전하 Deoksugung Yi Taewang Jeonha (1910–1919), gelar mutasi yang diberikan Pemerintah Jepang saat Jepang menjajah Korea.

Gelar penuh

  • 대한제국고종통천융운조극돈윤정성광의명공대덕요준순휘우모탕경응명립기지화신렬외훈홍업계기선력건행곤정영의홍휴수강문헌무장인익정효황제폐하
  • 大韓帝國高宗統天隆運肇極敦倫正聖光義明功大德堯峻舜徽禹謨湯敬應命立紀至化神烈巍勳洪業啓基宣曆乾行坤定英毅弘休壽康文憲武章仁翼貞孝皇帝陛下大韩帝国高宗统天隆运肇极敦伦正圣光义明功大德尧峻舜徽禹谟汤敬应命立纪至化神烈巍勋洪业启基宣历干行坤定英毅弘休寿康文宪武章仁翼贞孝皇帝陛下

Lihat pula

  • Wangsa Yi
  • Sejarah Korea
  • Daftar Penguasa Korea
  • Maharani Myeongseong
  • Heungseon Daewongun
Gojong dari Korea
Wangsa Yi
Lahir: 25 Juli 1852 Meninggal: 21 Januari 1919
Gelar
Didahului oleh:
Cheoljong
Raja Joseon
1863–1897
bersama dengan Heungseon Daewongun (1863–1873)
Ratu Myeongseong (1873–1895)
Diteruskan oleh:
Dirinya sendiri
Didahului oleh:
Dirinya sendiri
Kaisar Korea
1897–1907
Diteruskan oleh:
Kaisar Yunghui
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
    • 2
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Belanda
  • Korea
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penobatan
  2. Masa pemerintahan
  3. Putra
  4. Gelar
  5. Gelar penuh
  6. Lihat pula

Artikel Terkait

Joseon

dinasti di Korea (1392–1897)

Kekaisaran Korea

negara yang berdiri dari Oktober 1897 hingga 29 Agustus 1910

Taejo dari Joseon

Pendiri Kerajaan Joseon

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026