Yang Utama adalah sebutan untuk bangsawan tingkat tinggi yang masih digunakan dalam berbagai konteks keagamaan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Alasannya ialah: Tata letak. (Juli 2025) |

Yang Utama adalah sebutan untuk bangsawan tingkat tinggi yang masih digunakan dalam berbagai konteks keagamaan.
Sebutan "Yang Utama" masih digunakan sebagai sebutan resmi untuk seorang kardinal Gereja Katolik, yang mencerminkan kedudukannya sebagai Pangeran Gereja . Seorang kardinal sebenarnya memilki sebutan yang lebih resmi, dan lebih panjang dari sekadar "Yang Utama", yaitu "Yang Utama, Reverendissimus"[1].
Para Batrik Gereja Katolik Timur yang juga kardinal dapat disapa sebagai "Yang Utama" atau dengan sebutan khusus batrik Katolik, "Yang Berbahagia"[2].
Ketika Mahaguru dari Ordo Militer Berdaulat Malta yang telah diangkat menjadi Pangeran Kekaisaran Romawi Suci pada tahun 1607 menjadi pejabat paling senior di bawah anggota paling junior dari para kardinal pada tahun 1630, ia juga dianugerahi sebutan hibrida Paduka Yang Paling Utama (His Most Eminent Highness dalam bahasa Inggris) untuk mengakui statusnya sebagai Pangeran Gereja sekaligus Pangeran Berdaulat.[3] Sebutan tersebut masih digunakan sampai sekarang.[4]
Meskipun istilah tersebut tidak disukai oleh banyak individu dari agama atau denominasi Kristen lain, sebutan tersebut secara resmi tetap digunakan dalam diplomasi internasional tanpa memperhatikan asal-usul doktrinal, filosofis, dan teologisnya .
Uskup Agung di bawah Patriarkat Ekumenis (mereka yang bukan primat gereja otokefali ) dan metropolitan di Gereja Ortodoks Timur memiliki sebutan resmi "Yang Utama".[5] Uskup Agung dari gereja-gereja independen disapa dengan sebutan "Yang Berbahagia".
Batrik Gereja Ortodoks Georgia memiliki sebutan resmi hibrida yaitu "Yang Kudus dan Berbahagia".
Di dalam Gereja Ortodoks Oriental, Uskup Agung yang merupakan metropolit biasanya memiliki sebutan resmi "Yang Utama".
Khusus untuk Gereja Ortodoks Suryani, Katholikos Timur dan Katholikos India memiliki sebutan resmi "Katholikos Yang Berbahagia".
Dalam Buddhisme Tibet dan Bön, Yang Utama adalah terjemahan dari beberapa gelar Tibet (misalnya, Khentin ) yang diberikan kepada pemangku garis keturunan. Jika pemangku garis keturunan dari garis keturunan tertentu memiliki sebutan Yang Kudus, maka guru-guru yang berada di bawah mereka biasanya akan diberi sebutan Yang Utama. Misalnya, dalam Karma Kagyu, Yang Kudus Gyalwa Karmapa ke-16 memiliki 4 murid utama yang menjadi wali hingga penobatan Karmapa ke-17. Keempat lama tinggi ini masing-masing menyandang sebutan Yang Utama . Dalam Drukpa Kagyu Selatan di Bhutan, Lima Lopon dari Zhung Dratshang juga memiliki sebutan "Yang Utama".