"You aren't gonna need it" (YAGNI) atau "Kamu takkan membutuhkannya" adalah sebuah prinsip dalam pemrograman ekstrem yang mengajarkan agar seorang pemrogram tidak perlu menambahkan fungsionalitas tertentu hingga fungsionalitas tersebut dianggap benar-benar diperlukan. Rekan pendiri XP Ron Jeffries menulis: "Selalu implementasikan hal-hal saat kamu benar-benar membutuhkannya, jangan pernah saat kamu menduga kalau kamu sedang membutuhkannya." Bentuk lain dari frasa tersebut adalah "Kamu takkan membutuhkannya".
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
"You aren't gonna need it"[1][2] (YAGNI)[3] atau "Kamu takkan membutuhkannya" adalah sebuah prinsip dalam pemrograman ekstrem (extreme programming/XP) yang mengajarkan agar seorang pemrogram tidak perlu menambahkan fungsionalitas tertentu hingga fungsionalitas tersebut dianggap benar-benar diperlukan.[4] Rekan pendiri XP Ron Jeffries menulis: "Selalu implementasikan hal-hal saat kamu benar-benar membutuhkannya, jangan pernah saat kamu menduga kalau kamu sedang membutuhkannya."[5] Bentuk lain dari frasa tersebut adalah "Kamu takkan membutuhkannya" (you aren't going to need it dan you ain't gonna need it).[6][7][8]
YAGNI adalah sebuah prinsip di balik pendekatan XP "lakukan hal paling simpel yang mungkin bisa bekerja" (do the simplest thing that could possibly work/DTSTTCPW).[2][3] YAGNI dimaksudkan untuk digunakan dengan beberapa pendekatan lainnya, seperti refaktorisasi berkesinambungan (continuous refactoring), pengujian unit otomatis berkesinambungan (continuous automated unit testing), dan integrasi berkesinambungan (continuous integration). Jika diterapkan tanpa refaktorisasi berkesinambungan, hal ini dapat menyebabkan kode sumber (source code) menjadi tidak terorganisir dan membutuhkan pengerjaan ulang besar-besaran, atau dikenal sebagai utang teknis (technical debt).[butuh rujukan] Ketergantungan YAGNI pada pendekatan pendukung adalah bagian dari definisi XP.