Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiKaisar Xuande
Artikel Wikipedia

Kaisar Xuande

Kaisar Xuande adalah kaisar ke-5 Dinasti Ming. Dia adalah anak sulung Kaisar Hongxi, terlahir dengan nama Zhu Zhanji (朱瞻基). Pemerintahannya yang berlangsung tahun 1425 sampai 1435 disebut abad emas Dinasti Ming karena negara stabil, aman dan makmur, bersama dengan masa pemerintahan ayahnya yang singkat zaman ini sering disebut “zaman Ren-Xuan” sesuai nama kuil mereka, Renzong dan Xuanzong.

Wikipedia article
Diperbarui 23 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kaisar Xuande
Keakuratan artikel ini diragukan dan artikel ini perlu diperiksa ulang dengan mencantumkan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.

. Diskusi terkait dapat dibaca pada halaman pembicaraan.

Harap pastikan akurasi artikel ini dengan sumber tepercaya. Lihat diskusi mengenai artikel ini di halaman diskusinya. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Infobox orangKaisar Xuande

Suntingan nilai di Wikidata
Temple name (en) Terjemahkan宣宗 Suntingan nilai di Wikidata
Posthumous name (en) Terjemahkan憲天崇道英明神聖欽天昭武寬仁純孝章皇帝 dan 憲天崇道英明神聖欽文昭武寬仁純孝章皇帝 Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran16 Maret 1399 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata
Beijing Suntingan nilai di Wikidata
Kematian31 Januari 1435 Suntingan nilai di Wikidata (35 tahun)
Kota Kekaisaran, Beijing Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanJingling (Ming dynasty) (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kaisar Tiongkok
29 Mei 1425 – 31 Januari 1435 (meninggal saat menjabat)
← Kaisar Hongxi – Yingzhong dari Ming →
Q7217722 Terjemahkan
1411 – 1424 Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanseniman, pelukis Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
KeluargaDinasti Ming Suntingan nilai di Wikidata
Pasangan nikahEmpress Xiaogongzhang (en) Terjemahkan
Empress Dowager Xiaoyi, of the Wu clan (en) Terjemahkan
Empress Gongrangzhang (en) Terjemahkan
Gongshen (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
AnakYingzhong dari Ming
 ( Empress Xiaogongzhang (en) Terjemahkan)
Princess Yongqing (en) Terjemahkan
 ( Empress Gongrangzhang (en) Terjemahkan)
Princess Changde (en) Terjemahkan
 ( Empress Xiaogongzhang (en) Terjemahkan)
Kaisar Jingtai
 ( Empress Dowager Xiaoyi, of the Wu clan (en) Terjemahkan)
Princess Shunde (en) Terjemahkan
 ( Empress Gongrangzhang (en) Terjemahkan) Suntingan nilai di Wikidata
Orang tuaKaisar Hongxi Suntingan nilai di Wikidata, Empress Chengxiaozhao (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
SaudaraPrincess Yanping (en) Terjemahkan, princess Te'an (en) Terjemahkan, Q11071667 Terjemahkan, Princess Qingdou (en) Terjemahkan, Princess Jiaxing (en) Terjemahkan, Princess Qinghe (en) Terjemahkan, Princess Zhending (en) Terjemahkan, Zhu Zhanshan (en) Terjemahkan, Zhu Zhanji (en) Terjemahkan, Zhu Zhanyin (en) Terjemahkan, Zhu Zhanjun (en) Terjemahkan, Zhu Zhanshan (en) Terjemahkan, Zhu Zhankai (en) Terjemahkan, Zhu Zhanyong (en) Terjemahkan, Zhu Zhanao (en) Terjemahkan dan Zhu Zhangang (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata

Kaisar Xuande (Hanzi: 宣德, 1398-1435) adalah kaisar ke-5 Dinasti Ming. Dia adalah anak sulung Kaisar Hongxi, terlahir dengan nama Zhu Zhanji (朱瞻基). Pemerintahannya yang berlangsung tahun 1425 sampai 1435 disebut abad emas Dinasti Ming karena negara stabil, aman dan makmur, bersama dengan masa pemerintahan ayahnya yang singkat zaman ini sering disebut “zaman Ren-Xuan” sesuai nama kuil mereka, Renzong dan Xuanzong.

Kehidupan awal

Zhu Zhanji seorang yang menggemari puisi dan literatur. Dia mendapat gelar putra mahkotanya begitu ayahnya naik takhta. Ketika berada di Nanjing untuk menangani bencana gempa bumi, tiba-tiba datang laporan darurat dari Beijing yang mengabarkan kematian ayahnya yang mendadak dan menyuruhnya segera kembali ke ibu kota. Dalam perjalanannya pulang ke Beijing, tersebar isu bahwa pamannya, Zhu Gaoxu berencana menjebaknya di perjalanan, tetapi dia tetap meneruskan perjalanan ke utara tanpa rasa takut dan memang benar itu hanya kabar burung belaka. Begitu tiba di istana, dia segera mengambil alih takhta dan menamai rezimnya Xuande pada tahun berikutnya.

Pemerintahan

Setelah naik takhta, sebagian besar pejabat pada masa ayahnya tetap dipekerjakan dan hubungannya dengan mereka sangat kompak. Dia selalu menjaga jarak dari pejabat-pejabat yang korup dan memercayai mereka yang kompeten. Kuang Zhong, gubernur Suzhou, seorang pejabat yang terkenal akan kejujuran dan keterusterangannya adalah salah satu orang kepercayaannya.

Tahun 1428, Liu Guan, juru sensor yang bereputasi buruk dipecat dan dihukum kerja paksa, kedudukannya digantikan oleh Gu Zuo yang anti korupsi. Gu memecat 43 anggota badan sensor di Beijing dan Nanjing karena ketidakbecusan mereka, beberapa orang diturunkan pangkatnya, dipenjara, dan diasingkan, tetapi tidak ada yang dihukum mati. Badan sensor menginsvestigasi seluruh adminstrasi Ming termasuk militer. Pada tahun itu juga Xuande mereformasi peraturan mengenai wajib militer dan perlakuan terhadap desertir.

Ketidakadilan dalam pajak telah mengakibatkan terbengkalainya beberapa daerah selama kurang lebih empatpuluh tahun. Menanggapi hal ini Xuande membuat kebijakan untuk meringankan beban rakyat kecil dengan pembebasan pajak dan bantuan bagi daerah yang dilanda kesusahan dan bencana alam. Mengirim utusan untuk mengkoordinasi administrasi provinsi dan menjalankan kontrol sipil diatas militer. Petugas ini juga untuk membasmi pungutan liar dan korupsi di kalangan pemungut pajak. Xuande juga sering memerintahkan pengadilan ulang sehingga ribuan orang yang tidak bersalah memperoleh kebebasan. Dia memberi teladan untuk hidup sederhana, jumlah staff dan pejabatnya dikurangi untuk mengurangi beban pajak rakyat. Dengan demikian selama rezimnya kondisi sosial demikian stabil dan damai.

Namun yang menjadi kekurangannya adalah pada zamannya para kasim memperkuat kedudukan mereka dengan mengendalikan polisi rahasia dan kekuasaan mereka akan terus bertumbuh pada masa-masa berikutnya.

Pemberontakan Zhu Gaoxu

Agustus 1426, pamannya, Zhu Gaoxu melakukan makar di kota tua Yue’an (sekarang kecamatan Guangrao, Guangdong). Zhu Gaoxu adalah salah satu anak kesayangan Kaisar Yongle dan pernah berjasa dalam ekspedisi militer ayahnya itu. Namun karena melanggar perintah dia diasingkan ke sebuah wilayah kecil di Shandong tahun 1417.

Pemberontakan ini segera ditindas oleh Xuande. Para bawahannya menyarankan agar Zhu Gaoxu dihukum mati, tetapi Xuande menolaknya karena masih memandangnya sebagai paman, sebagai gantinya Zhu Gaoxu hanya dikenai tahanan rumah dan statusnya diturunkan menjadi rakyat biasa. Sementara itu 600 pejabat yang terlibat pemberontakan dihukum mati dan 2200 diasingkan.

Beberapa tahun kemudian, ketika Xuande datang mengunjunginya, Zhu Gaoxu menolak memberi hormat. Xuande masih bersabar dan hanya menegurnya, tetapi ketika dia hendak pulang, Zhu Gaoxu dengan kurang ajar menjulurkan kakinya sehingga Xuande jatuh tersandung. Kali ini Xuande sudah kehilangan kesabarannya, dia memerintahkan Zhu Gaoxu dipanggang hingga tewas.

Politik luar negeri

Xuande berencana menarik mundur pasukannya dari Annam (Vietnam) yang menjadi negara vassal Tiongkok, tetapi usul ini tidak disetujui oleh beberapa penasehatnya. Setelah terjadi konflik di sana, dia mengirim pasukan yang dipimpin oleh Liu Sheng tetapi pasukan ini menderita kekalahan besar dengan korban jiwa 70.000 orang pada tahun 1427. Hal ini memaksa pasukan Tiongkok mundur dan akhirnya Xuande pun mengakui kemerdekaan Annam.

Tahun 1428, Xuande mengadakan inspeksi di perbatasan utara dan berhasil melakukan ekspedisi hukuman atas serangan suku Uriyangkhad Mongol. Tiongkok membiarkan konflik antara suku-suku Mongolia timur di bawah pimpinan Arughtai dengan suku Oirat di bagian barat yang dipimpin Toghon terus berlanjut. Setiap tahunnya Beijing menerima upeti kuda dari Arughtai. Setelah Arughtai dikalahkan tahun 1431 dan terbunuh tahun berikutnya, Toghon mencaplok bagian timur Mongolia, tetapi Tiongkok masih menjalin hubungan baik dengan Mongol yang sekarang dipimpin oleh Toghon.

Hubungan diplomatik dengan Jepang berkembang tahun 1432. Hubungan dengan Korea juga cukup baik walaupun mereka tidak senang dengan kewajiban untuk mengirimkan upeti tahunan berupa gadis-gadis perawan untuk mengisi istana belakang Ming. Xuande mengutus Zheng He untuk mengadakan ekspedisi keliling dunianya sekali lagi, tetapi ini adalah yang terakhir kalinya karena setelah ekspedisi ini berakhir tahun 1434 tidak pernah ada lagi ekspedisi sejenis.

Kaisar jangkrik

Xuande adalah penggila permainan adu jangkrik yang telah menjadi tradisi panjang dalam sejarah Tiongkok. Pada tahun kesembilan pemerintahannya, dia memerintahkan pejabatnya di Suzhou untuk menyediakan apa saja yang dibutuhkan kedua kasim utusannya untuk mencari jangkrik-jangkrik dengan kualitas unggul. Karena kegemarannya pada jangkrik inilah dia mendapat nama julukan "kaisar jangkrik"

Demam memburu dan memelihara jangkrik menjadi fenomena umum pada saat itu, karena untuk satu spesies yang unggul akan mendapat bayaran tinggi dari istana. Adalah lumrah orang mencari keberuntungan dengan berburu jangkrik pada zaman itu. Contoh yang ekstrem adalah dalam kisah berikut ini:

Seorang pedagang gandum di Fengqiao, Suzhou mendapatkan seekor jangkrik varietas unggul. Binatang itu dipeliharanya baik-baik untuk dipersembahkan pada kaisar dan mendapatkan imbalan. Suatu saat ketika dia sedang bekerja di luar, istrinya penasaran untuk melihat serangga berharga itu. Ketika dia membuka tutup tabung tempat menyimpannya, jangkrik itu tiba-tiba meloncat keluar dan langsung dicaplok oleh seekor ayam yang melintas disitu. Takut suaminya akan murka, wanita itu menggantung diri. Ketika pria itu pulang dan menemukan istrinya tergantung dan tabung yang kosong, diapun turut gantung diri.

Xuande dicintai rakyatnya sehingga kegemarannya ini juga ditiru oleh mereka, hampir seluruh negri tergila-gila dengan permainan adu jangkrik, bahkan ada suatu pantun berbunyi, “Jangkrik-jangkrik menderik di seantero negri karena Kaisar Xuande menyukai mereka”

Desas-desus suksesi

Xuande belum mendapatkan putra untuk meneruskan takhtanya hingga usianya yang ke-30. Menurut sebuah kabar, salah satu selirnya yang bermarga Sun memberi tahu pada kaisar bahwa dirinya hamil. Delapan bulan kemudian dia menculik seorang bayi laki-laki pelayan istana dan mengakui pada kaisar bahwa bayi itu adalah hasil hubungan mereka. Xuande sangat senang dan tidak sadar telah ditipu. Empat bulan kemudian dia memberikan status putra mahkota pada bayi itu dan selir Sun diangkat sebagai permaisuri. Bayi hasil rampasan inilah yang kelak akan menjadi Kaisar Zhengtong. Xuande wafat karena sakit pada 31 Januari 1435 setelah sepuluh tahun berkuasa

Penggambaran dalam seni

Kaisar Xuande digambarkan dalam lukisan kontemporer, juga dalam karya-karya seni lainnya. Sebagai contoh, dalam lukisan di bawah ini, Kaisar Xuande dapat dilihat di sisi kanan sedang menunggangi kuda hitam dan mengenakan helm berbulu. Dia dapat dibedakan dari rombongan pengawalnya sebagai sosok yang sangat tinggi.

Lihat pula

  • Daftar Kaisar Dinasti Ming

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Xuande Emperor.

Cheng Qinhua, Tales of the Forbidden City, Bejing: Foreign Languages Press, 1997.

Kaisar Xuande
Wangsa Zhu
Didahului oleh:
Kaisar Hongxi
Kaisar Tiongkok
(Dinasti Ming)
1425-1435
Diteruskan oleh:
Kaisar Zhengtong
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Australia
Seniman
  • KulturNav
Orang
  • Trove
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal
  2. Pemerintahan
  3. Pemberontakan Zhu Gaoxu
  4. Politik luar negeri
  5. Kaisar jangkrik
  6. Desas-desus suksesi
  7. Penggambaran dalam seni
  8. Lihat pula
  9. Pranala luar

Artikel Terkait

Kaisar Yingzhong dari Ming

Kaisar ke-6 dan ke-8 Dinasti Ming (m. 1435–1449, 1457–1464)

Dinasti Ming

Dinasti Tiongkok yang berkuasa pada 1368-1644M

Kesultanan Samudera Pasai

kerajaan di Asia Tenggara

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026