Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Wings (grup musik Malaysia)

Wings merupakan sebuah grup musik rock yang dibentuk pada tahun 1985 di Kuala Lumpur yang berasal dari Malaysia. Kelompok musik ini dimotori oleh Eddie. Berawal dari sebuah band SMA. Karena terdorong dan sangat menyukai musik terutama irama Hard Rock, mereka sepakat untuk mendendangkan lagu berirama Rock N' Roll di sepanjang presentasi mereka. Ketika itu berawal kelahiran WINGS walaupun grup ini belum memiliki nama.

grup musik rok Malaysia
Diperbarui 1 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Wings (grup musik Malaysia)
Untuk band yang dibentuk oleh Paul McCartney, lihat Wings (band Inggris).
Wings
Informasi latar belakang
Nama lain
  • Teruna Sekampung (1984–1985)
  • Wings (1985–sekarang)
  • Wings & Superfriends (1994–1995, 2017–2018)
  • Wings & Awie (2000–2004)
AsalKuala Lumpur, Malaysia
GenreHard rock, Heavy metal, Glam metal, Blues rock, Pop metal, Pop rock, Soft rock
Tahun aktif1980–sekarang
Label
  • Fly Wings Sdn.Bhd
  • Universal
Artis terkaitAwie Music Management
Anggota
  • Awie
  • Sham
  • Edrie Hashim
  • Ilham Ishak
  • Pae
Mantan anggota
  • Mel
  • Mus
  • Joe
  • Eddy
  • Black
  • Jojet

Wings (sebelumnya bernama Teruna Sekampung) merupakan sebuah grup musik rock yang dibentuk pada tahun 1985 di Kuala Lumpur yang berasal dari Malaysia. Kelompok musik ini dimotori oleh Eddie. Berawal dari sebuah band SMA. Karena terdorong dan sangat menyukai musik terutama irama Hard Rock, mereka sepakat untuk mendendangkan lagu berirama Rock N' Roll di sepanjang presentasi mereka. Ketika itu berawal kelahiran WINGS walaupun grup ini belum memiliki nama.

AWAL 1984-1985

Sejarah berdirinya bermula sekitar tahun 1984 di Sekolah Menengah Kebangsaan Seri Ampang , Kuala Lumpur . Di sana, sekumpulan lima orang remaja muda berusia belasan tahun yang usianya hampir sebaya, yaitu Awie (Penyanyi), Syam (Gitar Utama), Baharom (Gitar Kedua), Ipin (Gitar Bass) dan Jojet (Drum) yang masih menuntut untuk bersatu mendirikan klub band sekolah yang dipimpin oleh Awie. Karena bermotivasi dan sangat tertarik dengan musik, terutama irama Rock, mereka sepakat untuk menyanyikan lagu-lagu berirama Rock 'N' Roll di sepanjang penampilan mereka. Karena ketertarikan mereka pada musik grup, saat itu mereka mulai berlatih bermain musik dengan sangat giat meskipun grup ini belum memiliki nama grup.

Setelah yakin dengan bakat masing-masing dalam bermusik, mereka sepakat untuk membentuk sebuah band bernama Teruna Sekampung (yang menjadi cikal bakal terbentuknya Wings). Meski bakat masing-masing masih dalam tahap eksplorasi, masih mentah dan belum berpengalaman, mereka menunjukkan tekadnya untuk menghibur di tempat-tempat kecil dan acara pernikahan dengan nama Teruna Sekampung.

Namun sekitar tahun 1985 personil Teruna Sekampung ingin memutuskan keluar yang menimpa grup ini ketika Baharom dan Ipin memutuskan keluar dari Teruna Sekampung karena mereka berdua ingin membentuk grup bernama Down Wheels bersama Samad dan kemudian membentuk Maiden Peace bersama Deli, Stood dan Boy. Kekosongan tersebut digantikan oleh Zul sementara Baharom tidak tergantikan. Itu saja sudah cukup membuat enam personil dalam grup ini. Tidak lama kemudian Zul dan Jojet juga memutuskan keluar dari Teruna Sekampung karena mereka berdua ingin membentuk grup bernama Sivilnius bersama Kid, Erma Fatima dan Zarith. Hanya Awie dan Syam yang tersisa dan secara resmi grup ini diprediksi akan terkubur karena kehilangan pemain bass dan drum. Di tahun yang sama, Awie dan Syam tidak menyerah untuk menghidupkan grup ini, kebetulan Awie yang sudah mengenal Black yang juga tamat sekolah dan menjadi drummer grup Babylon, meminjam jasa Black kepada Awie. Syam memperkenalkan Eddie kepada Awie, seorang pemain bass yang berbakat tetapi masih mencari karier sebagai artis. Awie tertarik dengan karakter dan sepak terjang Eddie pada bass gitar dan tidak menunda lagi untuk mengajak Eddie bergabung dengan grup Teruna Sekampung untuk menggantikan Zul sebagai pemain bass gitar. Jadi di sanalah Eddie juga merupakan anggota asli grup Wings. Tidak lama kemudian, secara kebetulan grup Babylon dilanda perpecahan dan Black langsung kembali melanjutkan pengabdiannya bersama Teruna Sekampung. Teruna Sekampung berubah pikiran dan setuju untuk mengurangi dua lowongan anggota lagi, sehingga hanya tersisa empat anggota dalam grup ini. Pertemuan ini menjadi titik awal pergantian nama Teruna Sekampung menjadi Wings. Nama grup ini merupakan pilihan terbaik karena mereka menganggap otot dan lengan Awie mirip dengan 'Wings' (dalam bahasa Inggris berarti 'Wing '). Maka dengan itu, nama akhir yang mereka pilih adalah grup Wings (dalam bahasa Melayu berarti 'Wings-Wings' atau Wings-Wings'). Wings dibentuk dengan 4 anggota, yaitu Awie (vokalis), Syam (gitar utama), Eddie (gitar bass), dan Black (drum).

Setelah ketiga anggota Wings menamatkan sekolah, Wings mulai menghabiskan banyak waktu untuk bermain musik, seperti di kelab malam, pasar malam, dan pesta pernikahan. Selama itu pula, Wings sangat berdedikasi untuk menunjukkan bakat mereka, menciptakan lagu, dan berlatih keras untuk menghasilkan album perdana mereka.

Mulai Terbang 1987

Wings telah menerima banyak penawaran untuk menjadi artis perusahaan rekaman setelah mulai memberikan pertunjukan mantap di setiap show mereka. Namun mereka memilih Atlantic Sound Production (ASP) sebagai perusahaan rekaman mereka atas alasan menginginkan perusahaan rekaman yang tidak memiliki artis rock pada saat itu.

Maka terbitlah Album Belenggu Irama bawah ini label ASP. Diterbitkan oleh M. Nasir, album ini mendapat sambutan luar perkiraan dengan terjual lebih 120.000 unit hingga kini. Sesuatu yang sangat jarang dilakukan oleh sebuah band yang baru merilis album pertama ketika itu. Namun album ini diblokir penjualannya oleh Komisi Penyiaran Malaysia alasan provokasi lagu-lagu dalam album itu sendiri. Ini tidak melemahkan semangat Wings untuk terus memperjuangkan irama rock n roll.

Wings mulai mengorak langkah dengan menerima setiap undangan pertunjukan di seluruh negara. Syam, gitaris utama telah mengundurkan diri untuk mengembangkan karier seninya dan telah diganti dengan seorang gitaris asal Cina, Tham Wing Kwan/Tham dari grup H20.

Karma Mereka Berubah 1988

Tak lama bersama Wings, Tham mengundurkan diri dan Wings telah mengambil seorang gitaris kidal, Abdul Zamin Abdul Kadir/ Joe dari grup Scandals sebagai gitaris untuk mereka. Memenuhi syarat perjanjian kontrak dengan ASP dan juga ingin memberi sesuatu yang baru kepada penggemar mereka, Wings ke King's Studio untuk merekam album kedua mereka bersama-sama dengan gitaris baru mereka. "Maka terbitlah album Hukum Karma yang telah disiapkan hanya dalam waktu 2 minggu saja.

Dengan penjualan yang telah mencapai ke angka 170.000 unit, Hukum Karma dianggap sebagai katalisator untuk Wings terus melebarkan sayap karier mereka. Undangan pertunjukan di seluruh negara cukup padat. Wings sudah memiliki nama yang cukup kuat ketika itu walaupun album Hukum Karma ini juga telah diblokir penjualanya oleh Komisi Penyiaran Malaysia. Semangat untuk mempromosikan diri secara total dalam pertunjukan terus membakar.

Teori Penguasaan Yang Berhasil 1989

Sekali lagi, Wings telah masuk ke studio untuk merilis album ketiga mereka yang berjudul Teori Domino. Dibawah label yang baru bersama BMG Pasifik, kreativitas 4 anak muda ini terus diperah dalam menghasilkan yang terbaik untuk album mereka. Jarang terjadi dalam sejarah sebuah lagu itu direkam secara live dan bukan secara track by track. Dan pertama kalinya 3 buah lagu direkam secara live dan terus menerus dalam album ini. Lagu Potret Monalisa, Insaf dan Midnight Blues direkam secara terus menerus secara live. Sesuatu yang di luar perkiraan ketika album ini telah mendapat sambutan hangat sehingga berhasil terjual sebanyak 220,000 unit hingga kini. Diterbitkan lagi oleh M. Nasir, Wings benar-benar mencapai satu standar yang jarang dicapai oleh setiap band di Malaysia. Meskipun terus menerus diblokir penjualanya oleh Komisi Penyiaran Malaysia, Wings tidak pernah putus dari menerima undangan pertunjukan di seluruh negara termasuk Indonesia mengiringi Search

Memasuki ranking acara Musik 89 di TV3 merupakan suatu perolehan untuk Wings dikenal dalam media elektronik. Dengan berbekalkan dua lagu Misteri Mimpi Syakila dan Taman Rashidah Utama, Wings berhasil masuk ke final turnamen Juara Lagu 89. Dengan presentasi yang lain dari yang lain, Wings sukses membolot tempat kedua dan ketiga untuk kategori Persembahan Terbaik pada malam itu walaupun tewas di tangan Search.

Wings diberi penghormatan sebagai opening band untuk sebuah konser di Singapura yang menampilkan grup dari eropa The Europe yang ketika itu terkenal dengan lagu "Final Countdown". Sambil memuji presentasi Wings, The Europe juga tertarik dengan presentasi band lokal yang mampu menarik perhatian penonton.

Namun berita pengunduran Black dari Wings sedikit banyak mengecewakan penggemar Wings yang selama ini sudah sebati dengan pukulan drum yang padu darinya.

Antara Gergasi Rock 1990

Pengunduran Black telah membuat pemain drum asal Wings, Jojet untuk bersama Wings kembali.

Sekali lagi berhasil memasuki Juara Lagu 90, Wings berhasil menggondol kategori Persembahan Terbaik dalam lagu Sejati yang populer ketika itu. Satu keberhasilan yang sangat manis buat Wings dan peminat-peminat mereka.

Mereka terus ke studio rekaman untuk merilis album keempat mereka yang berjudul Jerangkung Dalam Almari. Dengan satu penampilan ide yang segar, album ini lebih menunjukkan keagresifan Wings untuk terus memberikan yang terbaik kepada penggemar mereka. Seolah-olah "bringing out the monster inside them", album ini benar benar menepati citarasa musik rock saat itu. Dengan penjualan mencapai 150.000 unit, Wings terus menerus mempromosikan diri mereka disetiap kesempatan yang ada.

1992; Pertama kali Wings membuat satu album kompilasi untuk penggemar penggemar mereka. Berjudul "Best of Wings", mereka merekam ulang lagu lagu dari dua album pertama mereka bersama ASP dan ditambahkan dengan sebuah lagu baru "Hutan Simpan", Wings sekali lagi membuktikan yang mereka memiliki semangat yang kuat dalam setiap penerbitan album mereka. Dengan penjualan yang mencapai ke angka 80,000 unit, Best of Wings merupakan album kompilasi yang cukup berhasil ketika itu.

Namun undang undang pemerintah mengharamkan artis pria berambut panjang untuk mendapat promosi di media elektronik sedikit banyak memengaruhi karier Wings untuk terus kuat sebagai band rock saat itu. Sampai klimaks perintah pengharaman di mana mereka tidak dibenar mengadakan presentasi terbuka, Wings akhirnya akur dengan peraturan itu. Bersama-sama dengan grup Search, kedua band rock terbaik di Malaysia ini akhirnya setuju untuk memotong rambut mereka sampai ukuran bahu seperti yang ditetapkan. Upacara memotong rambut ini ditayangkan secara langsung dalam rencana Selamat Pagi Malaysia dengan Menteri Penyiaran saat itu, Datuk Mohamed Rahmat sendiri telah memotong rambut mereka semua. Secara simboliknya, kedua band ini mengumumkan untuk bersama-sama dalam menerbitkan sebuah album yang diberi nama "Double Trouble".

Setelah hampir 6 bulan berkurung di dalam studio akhirnya "Double Trouble" menemui penggemar dengan hasil penjualan sebanyak 180,000 unit. Seri konser jelajah Wings dan Search melalui album ini terus rancak diadakan diseluruh negara.

1993 Wings terus melebarkan sayap mereka dengan penerbitan album studio mereka yang kelima. mereka ke Australi memgambil langkah berani untuk merilis album mereka sendiri kali ini. "Bazooka Penaka" menemukan peminat dengan sesuatu yang segar dari foto Wings sebelumnya. Kematangan mereka dalam setiap lagu terus ditonjolkan. Terjual lebih dari 200.000 unit telah membuktikan yang dukungan penggemar mereka tidak pernah luntur.

Masih lagi melakukan tur konser bersama grup Search untuk seri "Double Trouble". Puncak tur mereka di Stadion Gelora Senayan, Jakarta. Dua hari setelah konser tersebut, sesuatu yang mengejutkan bila Awie mengundurkan diri sebagai direktur utama Fly Wings sekaligus sebagai penyanyi utama grup Wings. Liputan luas mengenai berita itu terus mengisi ruang media elektronik dan media cetak ketika itu. Dengan wajah-wajah yang muram setiap anggota anggota Wings di press conference itu, jelas menunjukkan kesedihan mereka semua atas apa yang terjadi.

Reuni Semula 2002

Pada 2002 dengan penggabungan kembali Awie sebuah album dihasilkan, Naga Kramat. Kini WINGS masih diterima penggemar yang merindukan zaman kegemilangan mereka. Ironisnya, meskipun WINGS sudah melalui berbagai rintangan dan tantangan, khususnya saat vokalis utama mereka Awie menarik diri dan bergerak secara solo, tetapi WINGS masih mampu mempertahankan reputasi mereka dalam industri musik rock tanah air.

Mereka tidak cepat melatah untuk terus membubarkan WINGS, lantas mengambil inisiatif dengan menerbitkan album Wings & Superfriends 1 & 2, yang menggabungkan beberapa artis rock populer tanah air. Ini membuktikkan untuk mewujudkan sebuah grup musik, mereka tidak seharusnya tergantung pada kredibilitas penyanyi semata tetapi harus mengambil inisiatif untuk memastikan WINGS terus bertahan dan tetap sebagai sebuah grup rock paling berpengaruh di Malaysia.

Kontrovesi

  • Awie pernah dikatakan memboikot industri hiburan indonesia yang semakin menguasai pasar musik malaysia
  • Awie adalah penggemar setia Achmad Albar malah mengundang dia dan Godbless ke Malaysia bersama 2 mengadakan konser lewat tahun 2005
  • Awie pernah digelar preman kelab hiburan lewat menerajui anggota geng PEKIDA di Kuala Lumpur

Anggota

Band

  • Awie - Vokal
  • Sham - Gitar
  • Edrie Hashim - Gitar
  • Ilham Ishak - Bass
  • Pae - Drum

Mantan anggota

  • Mel - Vokal (1995 - 1996)
  • Mus - Vokal (1996 - 2000)
  • Joe - Gitar (1988 - 2016)
  • Jojet - Drum (1990 - 1993)
  • Eddy - Bass (1985 - 2025)
  • Black - Drum (1985 - 1990, 1994 - 2025)
  • Dj Yan - Tuntebel (1903-2080)

Album

  • Belenggu Irama (1987)
  • Hukum Karma (1988)
  • Teori Domino (1990)
  • Best Of Wings (1990)
  • Jerangkung Dalam Almari (1991)
  • Double Trouble (bersama Search) (1992)
  • Bazooka Penaka (1993)
  • Wings & Superfriends 1 (1994)
  • Wings & Superfriends 2 (1994)
  • Orang Asing (1995)
  • Biru Mata Hitamku (1996)
  • Puisi Aidilfitri (1996)
  • Double Trouble 2 (bersama Search) (1997)
  • Mencari Asal Usul (1998)
  • MasterPiece Wings & J.S Kevin (1999)
  • Mr.Barbarik (2000)
  • Trilogi (2001)
  • Naga Kramat (2002)
  • Wings Alive 2006 (2007)
  • Wings - 2 Dekad (2007)
  • Wings - Live At Planet Hollywood (2008)

Singel

Belenggu Irama (1987)

  1. Inspirasi Taming Sari
  2. Intanku Kesepian
  3. Kembalilah
  4. Biarkan Berlalu
  5. Peronda Jaket Biru
  6. Kota Kemusnahan
  7. Belenggu Irama
  8. Sekeping Kertas Bermaruah
  9. Hapuskan Fitnah
  10. Dari Tuhan

Album: Hukum Karma (1988)

  1. Opera Hidup
  2. Misteri Mimpi Syakilla
  3. Jerangkap Samar
  4. Hikayat Penuh Ranjau
  5. Sembunyi
  6. Hukum Karma
  7. Orang Kita
  8. Taman Rashidah Utama
  9. Fotostat
  10. Anugerah

Album: Teori Domino (1990)

  1. Rantai
  2. Sejati
  3. Romania
  4. Trilogi
  5. Potret Monalisa
  6. Insaf
  7. Midnight Blues
  8. Bujang Senang
  9. Di Persimpangan
  10. Harapan
  11. Perhentian
  12. Alam Barzakh

Album: Jerangkung Dalam Almari (1991)

  1. Watari
  2. R N' R Lu Punya Suka
  3. Aku Pun Tahu
  4. Gemala Saktiku
  5. Lipas Kudung
  6. Dalam Kehadiran Sofiah
  7. Kau Bukan "Brader"
  8. Jerangkung Dalam Almari
  9. Awang Trasher
  10. Tirai Horizon

Album: Bazooka Penaka (1993)

  1. Bazooka Penaka
  2. Di Ambang Wati
  3. Bernafas Dalam Lumpur
  4. Kuburkan Kau
  5. Pengabdian Ku Kekasih
  6. Rock N' Roll Band
  7. Amok
  8. Satelit Puaka
  9. Suara Kita
  10. Tangisan Marhain
  11. Puisi Merdeka

Album: Orang Asing (1995)

  1. Ranjang Mawar
  2. Lena Diulit Intan
  3. Semalam Yang Hangat
  4. Siaran 9
  5. Orang Asing
  6. Lupakanlah
  7. Highland
  8. Buktikanlah
  9. Setan Mengganas
  10. Potret Diri
  11. Saputangan
  12. Rayuan Terakhir

Album: Biru Mata Hitamku (1996)

  1. Biru Mata Hitamku
  2. Gegar Gunung Gemura
  3. Intro
  4. Satu Titik Yang Kosong
  5. Enigma
  6. Makam Kekasih
  7. Asmara
  8. Raum
  9. Kembali
  10. Jika Kau Tahu
  11. Nomad
  12. Kata-Kata
  13. Jalan-Jalan
  14. Idaman
  15. Enigma (Akustik)

Album: Puisi Aidilfitri (1996)

  1. Sillaturrahim
  2. Puisi Aidilfitri
  3. Jelang
  4. Nursakti
  5. Keroncong Hari Raya
  6. Hari Raya Yang Mulia
  7. Engkau Aku Dan Dia
  8. Biru Mata Hitamku (Akustik)
  9. Pesona Sanubari
  10. Masalah berganda
  11. Terharu
  12. Penunggu
  13. Gelora Membara

Album: Mencari Asal-Usul (1998)

  1. Blues Ular Sawa
  2. Sakit Bantal Empuk
  3. Padamkan Lampu Tidurmu
  4. Badan Belut Kepala UIar
  5. Mencari Asal-Usul
  6. Krisis Di Pertengahan Hidup
  7. Hati Sulam Lain
  8. Hidup Sederhana
  9. Bukan Kerana Matahari
  10. Dilailah(hidup mati, damai perang)
  11. 18000 Sayap

Album: Mr. Barbarik (2000)

  1. Keris Tak Ada Sarung
  2. Inspirasi Syakilla
  3. Singa Dan Harimau
  4. 203
  5. Mayang Sulit
  6. Handal
  7. Julang Timur Tengah
  8. Samar Nan Terang
  9. Gua Henjut Je! (Instrumental)
  10. Teater MahaMega

'Album: Naga Kramat (2002)'

  1. Ameringo
  2. Ranggi Metropolis
  3. Dewi Sakti Malam
  4. Entah Kiri Entah Kanan
  5. Kota Langit
  6. Sebelum Pasti
  7. Jumpa Hilang
  8. Kuda Hujan
  9. Sayap Ilusi
  10. Lubuk Pusing
  11. Rantau Kebiruan
  12. Med.ReUnion
  13. Istimewa
  14. Cinta Seusia Kita

Pranala luar

  • http://malaymp3.info/?s=wings Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine.
  • http://www.sayap2wings.com
Basis data pengawasan otoritas: Seniman Sunting di Wikidata
  • MusicBrainz

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. AWAL 1984-1985
  2. Mulai Terbang 1987
  3. Karma Mereka Berubah 1988
  4. Teori Penguasaan Yang Berhasil 1989
  5. Antara Gergasi Rock 1990
  6. Reuni Semula 2002
  7. Kontrovesi
  8. Anggota
  9. Band
  10. Mantan anggota
  11. Album
  12. Singel
  13. Pranala luar

Artikel Terkait

Musik rok

genre musik populer yang berasal dari "rock and roll" pada 1950-an Amerika Serikat

Noah (grup musik)

Grup Musik Indonesia

Dewa 19

grup musik asal Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026