Wincor Nixdorf dulu adalah sebuah perusahaan asal Jerman yang menyediakan perangkat lunak, perangkat keras, dan layanan untuk perbankan ritel dan ritel. Wincor Nixdorf terutama berbisnis di bidang penjualan, produksi, pemasangan, dan perbaikan sistem transaksi swalayan, peralatan perbankan ritel, terminal lotere, dan terminal pos.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jenis perusahaan | Aktiengesellschaft |
|---|---|
| Industri | Teknologi informasi |
| Nasib | Digabung untuk membentuk Diebold Nixdorf |
| Penerus | Diebold Nixdorf |
| Didirikan | 1952 |
| Kantor pusat | Paderborn, Ostwestfalen-Lippe, Jerman |
Tokoh kunci | Eckard Heidloff (Presiden dan CEO), Alexander Dibelius (Chairman) |
| Produk | Perangkat keras komputer, perangkat lunak komputer, layanan teknologi informasi dan konsultansi untuk kantor cabang bank dan gerai ritel; termasuk ATM dan sistem point of sale elektronik |
| Pendapatan | €2,427 miliar (2014/2015)[1] |
| €21,851 juta (2014/2015)[1] | |
| €7,772 juta (2014/2015)[1] | |
| Total aset | €1,507 miliar (September 2015)[2] |
| Total ekuitas | €391,440 juta (September 2015)[2] |
Karyawan | 9.100 (September 2015)[3] |
| Situs web | www.wincor-nixdorf.com |
Wincor Nixdorf dulu adalah sebuah perusahaan asal Jerman yang menyediakan perangkat lunak, perangkat keras, dan layanan untuk perbankan ritel dan ritel. Wincor Nixdorf terutama berbisnis di bidang penjualan, produksi, pemasangan, dan perbaikan sistem transaksi swalayan (seperti ATM), peralatan perbankan ritel, terminal lotere, dan terminal pos.
Setelah melantai di bursa saham pada bulan Mei 2004, KKR dan Goldman Sachs menjual semua saham perusahaan ini yang mereka pegang. Selama lima tahun dimiliki oleh KKR dan Goldman Sachs, jumlah pegawai dari perusahaan ini meningkat dari 3.400 orang menjadi 6.300 orang.[4]
Pada bulan Oktober 2015, bisnis pembayaran nontunai dari Wincor Nixdorf dipisah menjadi AEVI. Pada tanggal 15 Agustus 2016, Wincor Nixdorf digabung dengan Diebold Inc. untuk membentuk Diebold Nixdorf.
Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1952 saat Heinz Nixdorf mendirikan Nixdorf Computer, yang kemudian dibeli oleh Siemens AG pada tahun 1990, dan diubah namanya menjadi Siemens Nixdorf Informationssysteme.[5] Pada tahun 1998, nama perusahaan ini kembali diubah menjadi Siemens Nixdorf Retail and Banking Systems GmbH. Pada tanggal 1 Oktober 1999, perusahaan ini dibeli oleh Kohlberg Kravis Roberts dan Goldman Sachs Capital Partners, sehingga namanya kemudian diubah menjadi seperti sekarang. Pada tanggal 19 Mei 2004, perusahaan ini resmi melantai di bursa saham. Pada tanggal 8 November 2006, Karl-Heinz Stiller mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO dari perusahaan ini. Eckard Heidloff pun kemudian dipilih sebagai penggantinya.[6]
Pasca berakhirnya kemitraan InterBold pada tahun 1997, IBM akhirnya menjalin perjanjian redistribusi dengan Wincor Nixdorf. IBM pun berhak menjual dan memperbaiki permesinan buatan Wincor Nixdorf di sejumlah negara di Amerika.[7]
Pada tanggal 12 Juli 2016, pers memberitakan bahwa setidaknya 34 unit ATM milik First Commercial Bank telah diretas melalui serangan malware, sehingga lebih dari 70 juta dolar Taiwan (setara 2 juta USD) telah ditarik secara ilegal. ATM tersebut diproduksi oleh Wincor Nixdorf.[8] Menurut otoritas investigasi, kelompok peretas kriminal internasional menggunakan ponsel untuk mengaktivasi proses penarikan uang.[9] Ahli keamanan dari perusahaan ini pun dikirim untuk menginvestigasi peretasan tersebut.[10] Pada saat insiden tersebut terjadi, terdapat sekitar 1.000 unit ATM bertipe sama yang dioperasikan di Taiwan. Investigasi rinci mengenai kerawanan tersebut pun langsung dilakukan.[11]
Pada tanggal 17 Juli 2016, otoritas Taiwan mengumumkan bahwa kasus tersebut telah terpecahkan, dengan kelompok peretas ditemukan beranggotakan 16 orang dari Rusia, Romania, dan Latvia.[12]