Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Wijayakusuma (bunga)

Bunga Wijayakusuma atau disebut juga Bunga Wiku termasuk jenis tanaman kaktus yang berasal dari Meksiko. Tanaman ini dibudidayakan sebagai tanaman hias karena bunganya yang harum.

spesies kaktus
Diperbarui 22 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Wijayakusuma (bunga)
Wijayakusuma
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Plantae
Ordo:
Caryophyllales
Famili:
Cactaceae
Subfamili:
Cactoideae
Tribus:
Hylocereeae
Genus:
Disocactus
Spesies:
D. anguliger
Nama binomial
Disocactus anguliger
Sinonim[1][2]
  • Cereus mexicanus Lem. ex C.F.Först.
  • Epiphyllum anguliger (Lem.) G.Don
  • Epiphyllum darrahii (K.Schum.) Britton & Rose
  • Phyllocactus anguliger Lem.
  • Phyllocactus darrahii K.Schum.
  • Phyllocactus mexicanus (Lem. ex C.F.Först.) Salm-Dyck ex Labour.
  • Phyllocactus serratus Brongn. ex Labour.
Artikel takson sembarang

Bunga Wijayakusuma atau disebut juga Bunga Wiku (Disocactus anguliger) termasuk jenis tanaman kaktus yang berasal dari Meksiko. Tanaman ini dibudidayakan sebagai tanaman hias karena bunganya yang harum.

Spesies ini sebelumnya ditempatkan dalam genus Epiphyllum, tetapi berdasarkan riset molekular terbaru, tumbuhan ini sebenarnya adalah spesies dalam genus Disocactus.[1][3]

Etimologi

Wijayakusuma berasal dari dua kata, yakni wijaya dan kusuma. Dalam bahasa Jawa Kuno, wijaya berarti kemenangan/keberhasilan dan kusuma berarti bunga.[4] Nama ini diberikan warga Tionghoa duduk di Jawa menerjemahkan kata 瓊花 khêng-hoe yang berarti "bunga indah nan anggun" dalam bahasa Hokkien, walhal wijayakusuma asalnya untuk Pisonia grandis dalam babad kraton.[5]

Bentuk tanaman

Bentuk bunga Wijayakusuma yang sedang mekar.

Batangnya terbentuk dari helaian daun yang mengeras dan mengecil yang mana bentuk batang induknya adalah silinder. Tinggi batang dapat mencapai 2-3 meter, sedang daunnya berkisar 13–15 cm. Helaian daunnya sendiri berbentuk pipih serta berwarna hijau dengan permukaan daun halus tanpa duri tidak seperti kaktus-kaktus yang lain. Setiap tepian daunnya terdapat lekukan-lekukan yang biasanya ditumbuhi tunas daun maupun bunga.[6]

Adapun diameter bunganya adalah 10 cm, berwarna putih dan hanya mekar pada malam hari.[6] Bentuk buahnya bulat merah dan mempunyai biji berwarna hitam.[6] Pembiakan biasanya dilakukan dengan penyetekan ataupun biji.[6]

Mitologi

Dalam mitologi Jawa, tumbuhan ini dianggap pohon sakti dan dapat menghidupkan orang mati.[7] Kalangan masyarakat Yogyakarta dan Surakarta, khususnya keraton, percaya bahwa seorang raja yang akan naik tahta haruslah memiliki bunga wijayakusuma sebagai syarat untuk kenaikan takhta atau bertakhta.[8] Dalam Pewayangan Jawa, bunga ini disebut Sekar Cangkok Wijaya Kusuma/Wijaya Mulya yang menjadi pusaka milik titisan Dewa Wisnu , dari titisannya yang mempunyai bunga ini adalah Raja Dwarawati yaitu sang pelestari alam, Prabu Sri Batara Kresna.[8]

Dalam Kesenian

Karena peranannya yang cukup signifikan dalam kebudayaan Jawa, bunga wijayakusuma menginspirasi banyak kesenian rupa, khususnya berkaitan dengan ornamen atau ragam hias. Ragam hias berbentuk kuncup bunga wijayakusuma sering kali dipakai untuk menghiasi pucuk atau mahkota atap (hiasan ujung atap) hingga hiasan pagar-pagar di Jawa, seperti kantor pemerintahan, keraton, sekolah, dll.. Selain itu, terdapat batik bermotif bunga wijayakusuma, yang diangkat sebagai batik khas dari Kabupaten Cilacap.[9]

Ujung-ujung gerbang yang dihiasi dengan ragam hias wijayakusuma.

Referensi

  1. 1 2 Cruz, Miguel Ángel; Arias, Salvador; Terrazas, Teresa (2016-04-01). "Molecular phylogeny and taxonomy of the genus Disocactus (Cactaceae), based on the DNA sequences of six chloroplast markers". Willdenowia. 46 (1): 145–164. doi:10.3372/wi.46.46112. S2CID 87086656.
  2. ↑ "Disocactus anguliger (Lem.) M.Á.Cruz & S.Arias". Plants of the World Online. Kew Science. Diakses tanggal 2020-01-01.
  3. ↑ Korotkova, Nadja; Borsch, Thomas; Arias, Salvador (2017-11-03). "A phylogenetic framework for the Hylocereeae (Cactaceae) and implications for the circumscription of the genera". Phytotaxa (dalam bahasa Inggris). 327 (1): 1–46. doi:10.11646/phytotaxa.327.1.1.
  4. ↑ P.J. Zoetmulder dan S.O. Robson. Kamus Jawa Kuno Indonesia. (2011:1433)
  5. ↑ Slamet Soeseno (Mar 1997). "Widjojokoesoemo zaman doeloe bukan Wijayakusuma zaman sekarang". Intisari. hlm. 129–30.
  6. 1 2 3 4 Dalimartha, Setiawan (2007).Atlas Tumbuhan Obat Indonesia.Jakarta:Puspa Swara. Hal 182 Cet IV
  7. ↑ "Hasil Pencarian - KBBI Daring". kbbi.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2018-10-14.
  8. 1 2 Bangunjiwa, Ki Juru (200).Belajar Spiritual bersama The Thinking General.Yogyakarta:Jogja Bangkit Publisher. Hal 95-96 Cet 1
  9. ↑ "Motif Wijaya Kusuma Jadi Icon Batik Khas Cilacap". Informasi Batik Indonesia. 2018-02-13. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-10-14. Diakses tanggal 2018-10-14.

Pranala luar

  • Sastra Jawa: Serat Centhini yang mengisahkan sejarah Mataram, khususnya suatu sejarah tempat - yang dilihat dari Ujung Alang, Gunung Ciwiring oleh Mas Cebolang dan para santrinya dan Ajar Naradhi - bernama Pulo Bandhung dengan mitologi Kresna yang melabuhkan bunga Wijayakusuma yang selanjutnya menjadi sebuah pulau - sesuai dengan gambaran posisinya dan kisahnya di dalam teks tersebut, kemungkinan tempat tersebut sekarang dikenal sebagai pulau Nusakambangan-- http://www.sastra.org/kisah-cerita-dan-kronikal/68-serat-centhini/954-centhini-kamajaya-1986-1988-92-761-jilid-021- Diarsipkan 2017-03-31 di Wayback Machine..
Pengidentifikasi takson
Epiphyllum anguliger
  • Wikidata: Q312289
  • CoL: 6G78W
  • EoL: 5184577
  • EPPO: EPYAN
  • GBIF: 5621317
  • iNaturalist: 274223
  • IPNI: 92707-2
  • ITIS: 907918
  • IUCN: 151781
  • Plant List: kew-2791408
  • RHS: 6509
  • Species+: 15677
  • Tropicos: 50072976
  • WFO: wfo-0000670149
Phyllocactus anguliger
  • Wikidata: Q14944104
  • CoL: 4H5R2
  • GBIF: 3943083
  • IPNI: 137558-1
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:137558-1
  • Tropicos: 50072971
  • WFO: wfo-0001232909

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi
  2. Bentuk tanaman
  3. Mitologi
  4. Dalam Kesenian
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Kaktus

Famili tumbuhan yang sebagian besar berupa sukulen, beradaptasi dengan lingkungan kering.

Kaktus lava

spesies tumbuhan, si kaktus lava

Kaktus pir berduri

Opuntia ficus-indica atau kaktus pir berduri adalah spesies kaktus yang telah lama menjadi tanaman peliharaan yang ditanam di perekonomian pertanian di

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026