Westinghouse Electric Corporation dulu adalah sebuah perusahaan manufaktur asal Amerika yang didirikan pada tahun 1886 oleh George Westinghouse dan berkantor pusat di Pittsburgh, Pennsylvania. Perusahaan ini awalnya bernama "Westinghouse Electric & Manufacturing Company" dan kemudian diubah namanya menjadi "Westinghouse Electric Corporation" pada tahun 1945. Selama awal dan pertengahan abad ke-20, Westinghouse Electric adalah perusahaan terkemuka di bidang industri berat, pembangkitan dan distribusi listrik, elektronik konsumen, dan perabot rumah. Perusahaan ini terutama memproduksi generator dan turbin uap selama sebagian besar sejarahnya, dan juga merupakan perusahaan terkemuka di bidang tenaga nuklir, dimulai dengan Westinghouse Atom Smasher pada tahun 1937.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Logo hasil rancangan Paul Rand | |
Nama sebelumnya |
|
|---|---|
Jenis perusahaan | Publik (1916–1997)[1] |
| Kode emiten | NYSE: WX (1916–1997)[1] |
| Nasib | Diubah namanya menjadi CBS Corporation pada tahun 1997 |
| Penerus |
|
| Didirikan | Agustus 8, 1886 (1886-08-08) |
| Pendiri | George Westinghouse |
| Ditutup | November 30, 1997 (1997-11-30) |
| Kantor pusat | Pittsburgh, Pennsylvania , Amerika Serikat |
Wilayah operasi | Seluruh dunia |
| Divisi |
|
| Anak usaha |
|
Westinghouse Electric Corporation dulu adalah sebuah perusahaan manufaktur asal Amerika yang didirikan pada tahun 1886 oleh George Westinghouse dan berkantor pusat di Pittsburgh, Pennsylvania. Perusahaan ini awalnya bernama "Westinghouse Electric & Manufacturing Company" dan kemudian diubah namanya menjadi "Westinghouse Electric Corporation" pada tahun 1945. Selama awal dan pertengahan abad ke-20, Westinghouse Electric adalah perusahaan terkemuka di bidang industri berat, pembangkitan dan distribusi listrik, elektronik konsumen, dan perabot rumah. Perusahaan ini terutama memproduksi generator dan turbin uap selama sebagian besar sejarahnya, dan juga merupakan perusahaan terkemuka di bidang tenaga nuklir, dimulai dengan Westinghouse Atom Smasher pada tahun 1937.
Serangkaian penurunan dan kesalahan pengelolaan pada dekade 1970-an dan 1980-an serta dikombinasikan dengan saldo kas yang melimpah membuat perusahaan ini kemudian berekspansi ke bisnis jasa keuangan, dengan fokus di kredit pemilikan rumah, yang lalu mengalami kerugian besar pada akhir dekade 1980-an. Pada tahun 1992, perusahaan ini melakukan restrukturisasi dan melikuidasi bisnis kreditnya. Pada tahun 1995, perusahaan ini mengakuisisi jaringan televisi CBS dan mengubah namanya menjadi CBS Corporation. Perusahaan ini lalu menjual sebagian besar bisnis manufakturnya. CBS Corporation kemudian diakuisisi oleh Viacom pada tahun 1999.[8] Nama CBS Corporation lalu digunakan kembali untuk salah satu dari dua perusahaan yang dihasilkan dari pemisahan Viacom pada tahun 2005.
Salah satu bisnis awal dari perusahaan ini yang masih tersisa adalah divisi tenaga nuklir, yang dijual ke BNFL pada tahun 1999 dan didirikan kembali sebagai Westinghouse Electric Company. Merek dagang Westinghouse kini dimiliki oleh Westinghouse Electric Corporation,[9] setelah sebelumnya dimiliki oleh Westinghouse Licensing Corporation.[9][10]

Westinghouse Electric didirikan oleh George Westinghouse di Pittsburgh, Pennsylvania, pada tanggal 8 Januari 1886. Didirikan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi arus bolak-balik di Eropa,[11] perusahaan ini pun aktif mengembangkan infrastruktur listrik arus bolak-balik di seantero Amerika Serikat. Pabrik terbesar dari perusahaan ini terletak di East Pittsburgh, Pennsylvania, Lester, Pennsylvania[12] dan Hamilton, Ontario, di mana perusahaan ini memproduksi turbin, generator, motor, dan switchgear untuk pembangkitan, transmisi, dan distribusi listrik.[13] Selain George Westinghouse, insinyur awal yang bekerja di perusahaan ini meliputi Frank Conrad, Benjamin Garver Lamme, Bertha Lamme (insinyur mesin wanita pertama di Amerika Serikat), Oliver B. Shallenberger, William Stanley, Nikola Tesla, Stephen Timoshenko, dan Vladimir Zworykin.
Awalnya, Westinghouse adalah kompetitor dari Edison General Electric Company. Pada tahun 1892, Edison General Electric Company digabung dengan kompetitor utama dari Westinghouse di bidang listrik arus bolak-balik, yakni Thomson-Houston Electric Company, untuk membentuk General Electric. Westinghouse Electric & Manufacturing Company lalu mengubah namanya menjadi Westinghouse Electric Corporation pada tahun 1945.[butuh rujukan]
Pada tahun 1990, perusahaan ini mengalami penurunan, karena merugi lebih dari US$ 1 miliar akibat pinjaman beresiko tinggi yang digelontorkan oleh Westinghouse Credit Corporation.[14]
Untuk merevitalisasi perusahaan ini, dewan direksi kemudian menunjuk Michael H. Jordan sebagai CEO, yang lalu mengajak sejumlah konsultan untuk membantu membangun kembali perusahaan ini guna menggarap potensi yang mereka lihat di bidang penyiaran. Westinghouse pun mengurangi jumlah pegawainya di bisnis manufaktur dan melakukan akuisisi di bidang penyiaran untuk memperkuat jaringan Group W miliknya, termasuk mengakuisisi Infinity Broadcasting, TNN, CMT, American Radio Systems, dan hak atas penyiaran NFL. Akuisisi tersebut pun membutuhkan biaya lebih dari US$ 15 miliar. Untuk menutupi biaya tersebut, Westinghouse pun menjual sejumlah bisnisnya, termasuk divisi elektronik pertahanan, divisi meteran listrik dan manajemen beban (dijual ke ABB), divisi keamanan rumah, Knoll, dan Thermo King.[15]
Pada tahun 1994, Westinghouse membeli CBS Inc. dengan harga $5,4 miliar.[16] Westinghouse Electric Corporation lalu mengubah namanya menjadi CBS Corporation pada tahun 1997.[17] Pada tahun yang sama, perusahaan ini menjual Unit Bisnis Pembangkitan Listrik ke Siemens AG.[18] Setahun kemudian, perusahaan ini menjual bisnis tenaga nuklir komersialnya ke British Nuclear Fuels Limited (BNFL).[19] Sehubungan dengan penjualan tersebut, sejumlah hak untuk menggunakan merek dagang Westinghouse juga diberikan kepada anak usaha dari BNFL, yakni Westinghouse Electric Company,[19] yang kemudian dijual ke Toshiba pada tahun 2006.[20]
Selama abad ke-20, insinyur dan ilmuwan dari Westinghouse telah mendaftarkan lebih dari 28.000 paten di Amerika Serikat.[21]