We Bury the Dead adalah film horor triler bertahan hidup tahun 2024 yang ditulis dan disutradarai oleh Zak Hilditch, serta dibintangi oleh Daisy Ridley, Mark Coles Smith, dan Brenton Thwaites. Alur ceritanya berpusat pada seorang perempuan putus asa yang mencoba mencari suaminya yang hilang, serta mengikuti perjalanannya dalam menghadapi duka dan ancaman makhluk yang bangkit dari kematian.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| We Bury the Dead | |
|---|---|
Poster penayangan di bioskop | |
| Sutradara | Zak Hilditch |
| Produser |
|
| Ditulis oleh | Zak Hilditch |
| Pemeran | |
| Penata musik | Clark |
| Sinematografer | Steve Annis |
| Penyunting | Merlin Eden |
Perusahaan produksi |
|
| Distributor |
|
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 95 menit[1] |
| Negara |
|
| Bahasa | Inggris |
Pendapatan kotor | $4 juta[2][3] |
We Bury the Dead adalah film horor triler bertahan hidup tahun 2024 yang ditulis dan disutradarai oleh Zak Hilditch, serta dibintangi oleh Daisy Ridley, Mark Coles Smith, dan Brenton Thwaites. Alur ceritanya berpusat pada seorang perempuan putus asa yang mencoba mencari suaminya yang hilang, serta mengikuti perjalanannya dalam menghadapi duka dan ancaman makhluk yang bangkit dari kematian.[4][5]
We Bury the Dead melakukan penayangan perdananya pada November dalam ajang Festival Film Adelaide 2024. Film ini dirilis di bioskop Amerika Utara pada 2 Januari 2026, dan kemudian tayang di Australia serta Selandia Baru pada 5 Februari 2026.
Setelah Amerika Serikat secara tidak sengaja meledakkan sebuah senjata eksperimental di lepas pantai timur Tasmania, kota Hobart hancur, dan para korban di pulau tersebut yang tidak terkena langsung ledakan mengalami mati otak. Tak lama kemudian, diketahui bahwa sebagian dari mereka yang mati otak mulai mendapatkan kembali fungsi motorik, berubah menjadi mayat hidup, dengan sebagian di antaranya menjadi agresif. Seorang fisioterapis asal Amerika, Ava Newman, yang suaminya Mitch sedang dalam perjalanan bisnis di Woodbridge, menjadi relawan dalam operasi militer Australia untuk mengumpulkan dan memusnahkan jenazah penduduk. Ava ditempatkan di bagian utara pulau, jauh dari Woodbridge, untuk mengumpulkan jenazah serta memberi tahu tentara agar membunuh mayat hidup yang terbangun.
Ava ditempatkan dalam satu tim bersama seorang relawan lain bernama Clay. Setelah menemukan sebuah sepeda motor di garasi, keduanya sepakat meninggalkan unit mereka dan menyeberangi Tasmania untuk mencari Mitch. Saat beristirahat di sebuah pom bensin yang ditinggalkan, mereka diserang oleh mayat hidup, namun diselamatkan oleh seorang tentara bernama Riley. Riley mengunci Ava di dalam toilet dan menginterogasi Clay. Ava tertidur dan mengenang Mitch; beberapa jam kemudian, Riley memberi tahu Ava bahwa Clay telah melarikan diri.
Riley menawarkan untuk mengantar Ava ke Woodbridge, tetapi malah membawanya ke rumahnya untuk makan bersama. Setelah keduanya membicarakan pasangan masing-masing yang menjadi korban ledakan senjata tersebut, Riley meminta Ava mengenakan pakaian mendiang istrinya, Katie, dan berdansa dengannya. Ava menuruti permintaan itu, dan mereka pun menari sambil berkhayal seolah-olah menjadi pasangan satu sama lain. Namun, Riley tetap tidak puas ketika menyadari Ava tidak mengenakan cincin pernikahan istrinya seperti yang dimintanya.
Riley memaksa Ava mengenakannya, sementara Ava tetap menolak untuk memakainya dan memukul Riley. Dia berhasil melarikan diri ke sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat mayat hidup Katie yang hamil di tempat tidur. Ava melarikan diri lewat jendela dan berlari ke gudang, di mana ia menemukan banyak mayat hidup yang dirantai, lengkap dengan catatan-catatan penelitian Riley tentang perilaku mereka. Setelah Riley masuk ke gudang tersebut, Ava berpura-pura kehilangan cincinnya dan menawarkan untuk menyelesaikan dansa mereka. Riley memeluk Ava tetapi kemudian menunjukkan bahwa ia tidak bisa memaafkan Ava. Saat Riley berkata bahwa semuanya sudah terlambat, Ava menusuk leher Riley dan menggunakan mobilnya untuk melarikan diri. Saat pergi, Ava melihat bahwa Katie telah bangun dari tempat tidurnya dan berada di luar rumah.
Ava melanjutkan perjalanan ke Woodbridge dan berhenti untuk beristirahat di sebuah camper van, setelah memindahkan jasad sebuah keluarga beranggotakan empat orang ke luar. Malam harinya, Ava terbangun ketika jasad sang ayah hidup kembali dan menggunakan sekop untuk menggali kubur untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Sosok mayat hidup itu menyadari keberadaan Ava, tetapi tidak menyerangnya, dan tetap tenang melanjutkan penggalian kubur. Ava kemudian membantu menguburkan keempat jasad tersebut, dan pria itu membiarkan Ava mengakhiri hidupnya dengan sekop sebelum Ava menutup liang kubur sepenuhnya dan pergi.
Ava akhirnya tiba di resor tempat Mitch menginap, namun mendapati bahwa Mitch tidak hidup kembali setelah kematian dan justru telah berselingkuh dengan rekan kerjanya sebelum meninggal. Clay kemudian menemukan Ava di resor tersebut. Ava menceritakan kepada Clay bahwa ketegangan dalam pernikahan Ava dan Mitch muncul karena kegagalan mereka untuk memiliki anak. Ava ingin melakukan bayi tabung, tetapi malah membuat dia dan Mitch semakin sering bertengkar, sehingga kemudian mendorong Ava berselingkuh—perselingkuhan yang diketahui Mitch sesaat sebelum ia berangkat untuk perjalanan bisnis. Mendengar hal tersebut, Clay bercerita tentang hubungan antara dirinya dengan istri dan anaknya yang tidak baik. Alasan ia bergabung sebagai relawan adalah untuk membuktikan bahwa dirinya bukan orang yang egois, tetapi sama sekali tidak membuat pandangan istrinya terhadapnya berubah. Setelah menghabiskan malam bersama, mereka menempatkan jasad Mitch di sebuah perahu motor, membakarnya, lalu membiarkannya hanyut ke laut.
Dalam perjalanan kembali ke utara, mereka bertemu Katie yang telah melahirkan. Katie kemudian berbalik dan berjalan menjauh dari mereka. Di kejauhan terdengar suara bayi yang dilahirkan Katie. Ava dan Clay menemukan bayi yang baru lahir itu di reruntuhan batu—lahir dalam keadaan hidup dan sepenuhnya sehat, tanpa ciri-ciri menyerupai mayat hidup. Ava menimang bayi tersebut sambil berkata "Hei, kamu baik-baik saja".
Pada Oktober 2023, diumumkan bahwa sebuah film triler bertahan hidup berjudul We Bury the Dead sedang dalam tahap pengembangan, dengan Zak Hilditch sebagai sutradara sekaligus penulis, serta Daisy Ridley sebagai pemeran utama. Proses pengambilan gambar utama dimulai pada 19 Februari 2024 di Albany, Australia Barat.[7][8][9] Mark Coles Smith dan Brenton Thwaites kemudian bergabung dalam jajaran pemeran film tersebut.[10] Pada bulan Maret, Kym Jackson, Matt Whelan dan Deanna Cooney turut bergabung dalam pemeran, masing-masing memerankan Letnan Wilkie, Mitch, dan Bianca.[11]
Proses syuting selesai pada 26 Maret 2024.[12]
Musik latar film ini digubah oleh musisi elektronik asal Britania Raya, Clark. Sutradara Hilditch sebelumnya menggunakan komposisi Clark untuk Lisey's Story (2021) sebagai musik sementara selama proses penyuntingan, dan setelah mengetahui bahwa Clark berbasis di Australia, ia mengundangnya untuk menggarap musik film ini.[13] Clark dan Hilditch mengembangkan berbagai gagasan secara jarak jauh selama beberapa bulan sebelum kemudian menyelesaikan bagian-bagian utama musik bersama-sama di Perth dalam waktu tiga hari, dengan metode penggarapan langsung mengikuti gambar (the old school way).[14] Hilditch menggambarkan hasilnya sebagai “lapisan suara yang padat berisi vokal-vokal menghantui, bunyi elektronik, dan nada-nada bernuansa muram”.[13] Pemain biola sekaligus vokalis Rakhi Singh turut berkontribusi dalam sejumlah trek.[14] Musik film ini dimiks di Trackdown Studios di Sydney dan dimaster di Abbey Road Studios.[14] Variety memuji komposisi Clark sebagai “musik bergema yang secara efektif berfungsi layaknya narasi suara (voice-over) pada bagian-bagian tanpa dialog”.[15]
Album soundtrack film ini dirilis pada 2 Januari 2026 melalui Throttle Records.[16] Film ini juga menampilkan lagu-lagu dari PJ Harvey, Can, serta Kid Cudi yang berkolaborasi dengan Ratatat.[17]
We Bury the Dead melakukan pemutaran perdana globalnya pada bulan Maret di ajang Festival Film & TV South by Southwest 2025.[18] Film ini memperoleh rilis terbatas di bioskop di Amerika Utara pada 2 Januari 2026 setelah Vertical mengakuisisi hak distribusi wilayah tersebut pada Mei 2025,[19] dan kemudian dirilis di Australia serta Selandia Baru pada 5 Februari 2026.[20]
Film ini meraih pendapatan sebesar 3 juta dolar AS pada akhir pekan pembukaannya, saat ditayangkan di 1.117 layar; angka tersebut menjadi pendapatan akhir pekan pembukaan terbesar dalam sejarah Vertical Entertainment.[21]
Rincian ulasan Metacritic (tanpa pembobotan)
Di situs agregator ulasan Rotten Tomatoes, sebanyak 88% dari 110 ulasan kritikus bernilai positif. Konsensus situs tersebut menyatakan: “Didukung oleh penampilan Daisy Ridley yang memikat serta premis yang suram namun inventif, We Bury the Dead secara cermat memanfaatkan trope zombie yang sudah dikenal sebagai kerangka untuk menyajikan sebuah perenungan tentang kehilangan dan duka yang direkam dengan indah dan sarat emosi.”[22]Di situs Metacritic, yang menggunakan sistem penilaian rata-rata tertimbang, film ini mendapatkan skor 61 dari 100, berdasarkan 16 kritikus, yang menunjukkan ulasan yang "secara umum baik.".[23]
Dalam ulasannya untuk IndieWire, Katie Rife menulis tentang We Bury the Dead: “Secara keseluruhan, aspek teknis film ini sangat unggul, dengan penampilan yang kuat, tempo yang intens, serta sinematografi yang memukau.”[24] Siddhant Adlakha dari Variety menggambarkan film ini sebagai “paling menarik dan menggugah ketika mendekati subgenre [zombie] yang sudah umum dengan sentuhan baru, menghasilkan adegan-adegan menghantui yang membuka jendela sinematik ke sisi tergelap dan paling misterius dari kondisi manusia. Namun, film ini kerap kembali dengan cepat ke wilayah horor konvensional, sehingga menghasilkan struktur yang terasa tidak seimbang.”[15] Sheila O'Malley, yang menulis untuk RogerEbert.com, memberikan tiga dari empat bintang, serta memuji cara film ini menggambarkan zombie baik sebagai makhluk menakutkan maupun sebagai manusia “yang pernah hidup” dan dicintai oleh orang lain.[25]
Meagan Navarro, kritikus utama dari Bloody Disgusting, sebuah perusahaan multimedia yang berfokus pada genre horor, memberi penilaian 2,5 dari 5 bintang untuk We Bury the Dead. Ia memuji film ini karena “menyajikan beberapa momen ketegangan yang benar-benar efektif” serta “skala yang mengesankan”, dan juga memuji pemeran utamanya, Ridley, yang menghadirkan “lebih dari satu adegan menonjol yang mampu menimbulkan rasa merinding”. Namun, ia mengkritik sutradara karena terlalu bergantung pada trope zombie yang sudah umum, dan menyimpulkan bahwa “Hilditch kerap memilih untuk tidak menempuh jalur baru dan lebih memilih bertahan pada subgenre yang sudah sering digunakan serta tema duka, sehingga menimbulkan rasa frustrasi karena banyak ide segar yang hanya ditampilkan sekilas tanpa dieksplorasi lebih lanjut.”[26]
| Penghargaan | Tanggal | Kategori | Penerima | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| Festival Film Sitges | 19 Oktober 2025 | Film Terbaik | We Bury the Dead | Nominasi | [27] |