Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa

Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa adalah tempat ibadah Buddhisme Thailand yang jaraknya sekitar delapan kilometer dari pusat kota Sukabumi. Wihara ini terletak di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Sukabumi, Keunikan wihara ini adalah lokasinya yang berada di perbukitan serta langsung menghadap ke laut. Untuk sampai ke tingkatan paling atas bangunan wihara, pengunjung harus mendaki sekitar 500 anak tangga.

bangunan kuil di Indonesia
Diperbarui 14 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 7°4′14.93458″S 106°31′47.29847″E / 7.0708151611°S 106.5298051306°E / -7.0708151611; 106.5298051306Lihat peta diperbesar
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 7°4′14.93458″S 106°31′47.29847″E / 7.0708151611°S 106.5298051306°E / -7.0708151611; 106.5298051306Lihat peta diperkecil
Agama
AfiliasiBuddhisme
KepemilikanYayasan Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa
Lokasi
LokasiKampung Cibutun RT. 43 RW. 12, Blok Citaringgul, Desa Kertajaya/Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
NegaraIndonesia
Arsitektur
TipeWihara
GayaThailand
Didanai olehAnothai Kamonwathin
Rampung8 Agustus 2000 (2000-08-08)

Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa (lebih dikenal dengan nama Kuil Dewi Kwan Im atau Wihara Loji, lit. Bodhisatwa Kwan Im Laut Selatan) adalah tempat ibadah Buddhisme Thailand[1] yang jaraknya sekitar delapan kilometer dari pusat kota Sukabumi. Wihara ini terletak di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Sukabumi, Keunikan wihara ini adalah lokasinya yang berada di perbukitan serta langsung menghadap ke laut (Pantai Loji). Untuk sampai ke tingkatan paling atas bangunan wihara, pengunjung harus mendaki sekitar 500 anak tangga.[2]

Sejarah

Pembangunan

Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa dibangun oleh Anothai Kamonwathin ("Mama Airin"), etnis Thailand yang telah menjadi Warga Negara Indonesia. Mama Airin merupakan satu-satunya penggagas pembangunan wihara ini hingga didirikan pada tanggal 8 Agustus 2000. Menurut penduduk setempat, mama Airin bermimpi bahwa di lokasi wihara ini, 600 tahun silam (Dinasti Ming), wihara ini telah ada, tetapi menjadi hilang karena termakan waktu. Itulah sebabnya ia berinisiatif untuk kembali membangun wihara ini.[1] Setelah mencari lokasi yang mirip dalam mimpinya di Gunung Batu, Malang, dan Gunung Kidul, Yogyakarta, Mama Airin akhirnya menemukannya di daerah Sukabumi.[3]

Arsitektur

Pintu masuk Vihara Nam Hai berupa rentetan anak tangga berjumlah sekitar 300 (ada yang menghitung hingga 400). Anak tangga diapit sepasang ornamen naga khas Thailand yang berkepala tujuh[1] dan sepasang singa batu.

Altar

Masing-masing altar berada pada satu tingkat.

  1. Dewi Bumi Nam Hai (dibangun November 2009)
  2. Julaihud
  3. Dewi Kwan Im
  4. Padepokan Eyang Semar
  5. Padepokan Prabu Siliwangi
  6. Se Mien Fo
  7. Padepokan Ratu Pantai Selatan

Referensi

  1. 1 2 3 Susi. 10 September 2012. TNOL, Wisata & Griya, Wisata & Kuliner, Pantai Loji, Wisata Vihara yang Mistis[pranala nonaktif permanen].
  2. ↑ SukabumiKU. Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa Diarsipkan 2014-04-07 di Wayback Machine..
  3. ↑ Ada Ratu Pantai Selatan di Vihara Nam Hai Diarsipkan 2014-04-03 di Wayback Machine..

Pranala luar

  • Website Yayasan Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa
  • Pelabuhan Ratu, Nyai Roro Kidul dan Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa Diarsipkan 2014-04-07 di Wayback Machine.. Wisata Kompasiana

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Pembangunan
  3. Arsitektur
  4. Altar
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Kuil Hindu di Indonesia

India ke Indonesia pada abad ke-19, sejumlah kuil bergaya India didirikan di berbagai kota di Indonesia, terutama di Medan dan Jakarta. Kuil-kuil Hindu India

Horyuji

bangunan kuil di Jepang

Kuil Hirohara

bekas kuil Shinto peninggalan masa pendudukan Jepang di kota Medan; satu-satunya kuil Shinto yang masih bertahan di Asia Tenggara sejak menyerahnya Jepang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026