VietNamNet adalah surat kabar daring (online) yang berbasis di Vietnam dan berafiliasi dengan Kementerian Informasi dan Komunikasi Vietnam. Media ini menyajikan konten setiap hari dalam dua bahasa, yaitu bahasa Vietnam dan bahasa Inggris.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Mei 2025) |
VietNamNet (disingkat VNN) adalah surat kabar daring (online) yang berbasis di Vietnam dan berafiliasi dengan Kementerian Informasi dan Komunikasi Vietnam. Media ini menyajikan konten setiap hari dalam dua bahasa, yaitu bahasa Vietnam dan bahasa Inggris.
VietNamNet memuat berbagai kategori berita, termasuk berita internasional, teknologi informasi, olahraga, musik, mode, wawancara daring, dan topik-topik hiburan lainnya. Sebagai salah satu portal berita resmi di Vietnam, VietNamNet memainkan peran penting dalam menyebarkan informasi pemerintah sekaligus menyediakan liputan isu-isu aktual kepada masyarakat luas, baik di dalam negeri maupun internasional.
VietNamNet memperoleh lisensi operasional terbarunya pada 23 Januari 2003 dengan nomor lisensi 27/GP-BVHTT.
Pada 15 Mei 2008, diajukan usulan agar kepemilikan VietNamNet dialihkan dari Vietnam Posts and Telecommunications Group (VNPT) ke Kementerian Informasi dan Komunikasi Vietnam, guna memperkuat pengawasan dan pengelolaan media oleh negara.
Pada tahun 2019, VietNamNet digabungkan dengan Vietnam Post, sebuah langkah konsolidasi media yang dilakukan oleh pemerintah Vietnam untuk meningkatkan efisiensi dan koordinasi di antara entitas media daring nasional.
Pada 4 Januari 2011, VietNamNet mengalami serangan siber besar-besaran berupa serangan kegagalan layanan (DDoS) yang menargetkan server mereka.[1] Serangan ini mengendalikan ratusan ribu komputer dan dianggap sebagai serangan siber terbesar yang pernah terjadi di Vietnam pada saat itu. Beberapa pengamat bahkan membandingkannya dengan serangan terhadap situs web Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 2009.[2]
Perusahaan teknologi seperti Google dan McAfee melaporkan bahwa terdapat bukti yang mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok peretas yang berafiliasi dengan pemerintah Vietnam. Meskipun demikian, pemimpin redaksi saat itu, Nguyễn Anh Tuấn, menyatakan bahwa ia tidak memercayai bahwa pemerintah Vietnam berada di balik serangan tersebut.[3]