Verona Murphy adalah seorang politikus asal Irlandia. Sejak 18 Desember 2024 Verona Murphy dipilih menjadi Ceann Comhairle Dáil Éireann setelah pelaksanaan pemilihan umum 2024. Selain itu Verona Murphy adalah seorang Teachta Dála sejak tahun 2020 mewakili daerah pemilihan Wexford.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Verona Murphy | |
|---|---|
Murphy, ca 2020 | |
| Ceann Comhairle Dáil Éireann | |
| Mulai menjabat 18 Desember 2024 | |
| Leas Ceann | John McGuinness |
| Teachta Dála | |
| Mulai menjabat Februari 2020 | |
| Daerah Pemilihan | Wexford |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 1971 Ramsgrange, County Wexford, Irlandia |
| Partai politik | Independen |
| Afiliasi politik lainnya | Fine Gael (-2020) |
| Pasangan serumah | Joe Druhan |
| Anak | 1 |
| Almamater | Institut Teknologi, Carlow |
|
| |
Verona Murphy (lahir 1971) adalah seorang politikus asal Irlandia. Sejak 18 Desember 2024 Verona Murphy dipilih menjadi Ceann Comhairle Dáil Éireann setelah pelaksanaan pemilihan umum 2024. Selain itu Verona Murphy adalah seorang Teachta Dála sejak tahun 2020 mewakili daerah pemilihan Wexford.
Verona Murphy merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai Ceann Comhairle[1].
Memiliki sebelas orang saudara, Verona Muprhy dilahirkan dan dibesarkan di Ramsgrange oleh kedua orangtuanya yang bekerja sebagai peternak dan penjual ternak.[2] Muprhy kemudian bekerja di sebuah pabrik milik perusahaan Vauxhall Motors pada siang harinya dan bekerja di salah satu gerai McDonalds pada malam harinya.[2][3] Muprhy kemudian melanjutkan pendidikannya dan berhasil mendapatkan gelar sarjana setelah dinyatakan lulus dari Institut Teknologi, Carlow.[4]
Verona Murphy kemudian menjalankan bisnis pengangkutan bersama rekannya, Joseph Druhan[5] yang berlangsung hingga tahun 2021.[6] Pada tahun 2015 Murphy dipilih sebagai Presiden Asosiasi Pengangkutan Jalan Irlandia (IRHA) dan menjadi perempuan kedua yang menjabat jabatan tersebut.[7]
Verona Murphy ditunjuk sebagai calon Teachta Dála Fine Gael untuk daerah pemilihan Wexford dalam pemilihan sela November 2019, setelah Teachta Dála sebelumnya, Mick Wallace dipilih menjadi Anggota Parlemen Eropa.[8] Selama kampanye pemilihan sela, Murphy membuat pernyataan yang mendukung upaya Noel Grealish untuk memblokir pusat penyediaan langsung yang dibuat di Oughterard, County Galway, dan meyakini bahwa imigran yang datang ke Irlandia sedang "disusupi oleh ISIS" dan perlu "diprogram ulang".[9] Dia mengklaim bahwa imigran muda "tiga atau empat tahun" berbahaya karena pencucian otak ISIS dan bahwa ISIS adalah "bagian besar" dari populasi migran di Irlandia.[10][11] Pernyataan ini dikritik oleh Dewan Pengungsi Irlandia dan oleh anggota partai oposisi di Dáil.[9] Murphy kemudian meminta maaf atas pernyataannya dan mengatakan, "Ini adalah pilihan kata-kata yang sangat buruk dan saya sangat menyesal kepada siapa pun yang tersinggung oleh mereka. Orang-orang yang datang ke sini melarikan diri dari penganiayaan pantas diperlakukan dengan belas kasih dan rasa hormat. Mereka perlu diberi kesempatan untuk menempa awal yang baru bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Itulah sebabnya kami pusat penyediaan langsung: untuk menyediakan media dan wadah bagi orang orang yang akan mencari suaka.[9]
Meskipun telah meminta maaf, Murphy merilis sebuah video dalam kanal Youtube dengan mengatakan bahwa ia adalah korban dari pembunuhan karakter di media. Video tersebut membuat Pemimpin Fine Gael sekaligus Taoiseach Leo Varadkar memberikan komentar bahwa video itu menunjukkan keanehan dan tidak mendapatkan persetujuan partai.[12] Selain itu beberapa tokoh termuka di Fine Gael seperti Tánaiste Simon Coveney mengatakan bahwa pernyataan Murphy tersebut adalah hal yang salah dan penggunaan kata dan kalimat tentang para imigran itu sangat tidak bisa diterima.[13] Murphy kemudian menolak ikut serta dalams setiap debat terbuka selama masa kampanye pemilu sela.[14] Fine Gael menyatakan mengetahui tuduhan terhadap Murphy tentang intimidasi di tempat kerja sebelum kampanye dimulai.[15] Pada hari pemilihan, Murphy menerima 9.543 (23,8%) suara preferensi pertama dan tersingkir pada penghitungan keempat, di tempat ketiga di belakang Malcolm Byrne (Fianna Fail) dan George Lawlor (Partai Buruh).[16] Meskipun kalah, Murphy bersikeras pada hari pemilihan bahwa dia akan menjadi kandidat Fine Gael dalam pemilihan umum 2020.[16]
Pada Desember 2019, Fine Gael membatalkan pencalonan Murphy dalam pemilu 2020 sebagai akibat dari perilakunya dalam pemilihan sela pada bulan November. Ketika ditanya terkait Verona Murphy setelah pemilihan sela, Leo Varadkar menyatakan "sejujurnya saya senang dia tidak terpilih" dan berkomentar; "Apa yang dilakukan kemudian dalam hal video yang dia lakukan yang mencoba menyiratkan semuanya adalah upaya pembunuhan karakter media terhadapnya – saya memiliki masalah besar dengan itu karena mungkin itu menunjukkan kepada saya bahwa permintaan maaf itu tidak sepenuhnya tulus."[17]. Setelah dibatalkan pencalonannya, Verona Murphy keluar dari Fine Gael.
Pada Pemilu 2020, Verona Murphy terpilih sebagai Teachta Dála independen merepresentasikan daerah pemilihan Wexford.[18][19][20]
Pada November 2021 Murphy dituduh menyebarkan informasi anti-vax di dalam Dáil oleh Menteri Kesehatan Stephen Donnelly setelah Murphy menyatakan bahwa "berdasarkan hasil penelitian orang yang sudah divaksin memiliki kemungkinan yang sama besar untuk menularkan virus ini dibandingkan orang yang tidak divaksin". Murphy kemudian membantah pernyataan Menteri Kesehatan Irlandia dan menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam gerakan anti-vax bahkan ia sendiri juga sudah divaksin, meskipun ia kemudian menambahkan bahwa pilihan untuk divaksin atau tidak itu tergantung dari setiap pribadi itu sendiri.[21][22]
Murphy kembali terpilih dalam Pemilu 2024 dengan merahkan hasil 21,6% jumlah suara.[23][24]
Pada 18 Desember 2024, Murphy terpilih menjadi Ceann Comhairla pada Dáil ke-34, menjadikannya sebagai perempuan pertama yang menjabat jabatan tersebut.[25][26] Sebagai sebuah hasil dari protes-protes melawan keputusannya untuk memberikan waktu bagi anggota parlemen independen yang mendukung pemerintah untuk mengajukan pertanyaan kepada pihak oposisi, beberapa anggota parlemen oposisi melancarkan protes di salah satu sesi pertama Dáil ke-34. Protes tersebut menyebabkan Murphy tidak dapat mengendalikan Dáil selama lebih dari lima setengah jam pada hari pertamanya sebagai Ceann Comhairle, yang menyebabkan beberapa seruan agar dia mengundurkan diri.[27]
She also claimed that three-year-olds had been manipulated by the terrorist group.