Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiVang Vieng
Artikel Wikipedia

Vang Vieng

Vang Vieng adalah sebuah kota di tepi Sungai Nam Song di Provinsi Vientiane, Laos. Kota yang dikelilingi oleh formasi bebatuan karst ini berjarak sekitar 130 kilometer (81 mi) di utara ibu kota Vientiane. Vang Vieng awalnya merupakan permukiman pertanian, yang kemudian dikenal dunia pada akhir abad ke-20 sebagai pusat para wisatawan beransel yang tertarik dengan kegiatan petualangan seperti arung jeram, susur gua, dan panjat tebing.

Wikipedia article
Diperbarui 6 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Vang Vieng
Kota in Provinsi Vientiane, LaosTemplat:SHORTDESC:Kota in Provinsi Vientiane, Laos
Vang Vieng
ວັງວຽງ
Kota
Vang Vieng dari balon udara
Vang Vieng dari balon udara
Vang Vieng di Laos
Vang Vieng
Vang Vieng
Lokasi di Laos
Koordinat: 18°55′36″N 102°26′58″E / 18.92667°N 102.44944°E / 18.92667; 102.44944[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Vang_Vieng&params=18_55_36_N_102_26_58_E_region:LA-VI_type:city <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">18°55′36″N</span> <span class=\"longitude\">102°26′58″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\">&#xfeff; / &#xfeff;</span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">18.92667°N 102.44944°E</span><span style=\"display:none\">&#xfeff; / <span class=\"geo\">18.92667; 102.44944</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBA\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt7\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBQ\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwBg\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&amp;pagename=Vang_Vieng&amp;params=18_55_36_N_102_26_58_E_region:LA-VI_type:city\" class=\"external text\" id=\"mwBw\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwCA\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwCQ\"><span class=\"latitude\" id=\"mwCg\">18°55′36″N</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwCw\">102°26′58″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDQ\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDg\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwDw\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEA\">18.92667°N 102.44944°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwEQ\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEg\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwEw\">18.92667; 102.44944</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFA\"/></span>"}' id="mwFQ"/>
NegaraLaos
ProvinsiProvinsi Vientiane
Populasi
 • Total25.000
 • Agama
Buddhisme
Zona waktuUTC+7 (ICT)

Vang Vieng (bahasa Lao: ວັງວຽງcode: lo is deprecated , Lao pronunciation: [wáŋ wíaŋ]) adalah sebuah kota di tepi Sungai Nam Song di Provinsi Vientiane, Laos. Kota yang dikelilingi oleh formasi bebatuan karst ini berjarak sekitar 130 kilometer (81 mi) di utara ibu kota Vientiane. Vang Vieng awalnya merupakan permukiman pertanian, yang kemudian dikenal dunia pada akhir abad ke-20 sebagai pusat para wisatawan beransel yang tertarik dengan kegiatan petualangan seperti arung jeram, susur gua, dan panjat tebing.

Meskipun dulunya terkenal akan wisata pesta, pemerintah Laos baru-baru ini berupaya mempromosikan ekowisata berkelanjutan yang berpusat pada wisata alam dan kebudayaan. Pada tahun 2023, populasi Vang Vieng diperkirakan mencapai 25.000 jiwa, dengan pariwisata sebagai penopang utama perekonomiannya.

Sejarah

Vang Vieng pertama kali dihuni sekitar tahun 1353 sebagai pos persinggahan antara Luang Prabang dan Vientiane. Kota ini mulanya bernama Muang Song dan setelah jenazah Raja Phra Nha Phao dari Phai Naam terlihat mengapung di sungai, kota ini berganti nama menjadi Vang Vieng pada masa penjajahan Prancis di tahun 1890-an.[1][2]

Pembangunan signifikan kota beserta infrastrukturnya terjadi di masa Perang Vietnam (1964-1973) ketika Amerika Serikat membangun pangkalan angkatan udara dan landasan pacu yang digunakan oleh Air America. Landasan pacu tersebut kemudian disebut "Lima site 6".[3][4]

Iklim

Vang Vieng memiliki iklim muson tropis menurut klasifikasi iklim Köppen, dengan musim kemarau yang kering dan musim hujan yang panjang dan sangat basah, dengan total curah hujan sekitar 3300 milimeter per tahun. Musim hujan berlangsung selama tujuh bulan, dari April hingga Oktober, dan ditandai dengan curah hujan yang tinggi, yang mencapai puncaknya pada bulan Juli dengan rata-rata 840 milimeter. Musim kering berlangsung dari November hingga Maret, dan memiliki suhu yang lebih dingin daripada bulan-bulan lainnya. Cuaca di Vang Vieng yang paling sejuk adalah di bulan Desember dan Januari, dan cuaca terpanas terjadi dari Maret hingga Mei. Secara keseluruhan, suhu berkisar dari rata-rata terendah 13,5 °C pada bulan Januari hingga rata-rata tertinggi 34 °C pada bulan April.[5]

Data iklim Vang Vieng
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 28.1
(82.6)
30.5
(86.9)
32.6
(90.7)
34.0
(93.2)
32.9
(91.2)
32.3
(90.1)
31.1
(88)
31.0
(87.8)
31.4
(88.5)
31.0
(87.8)
29.5
(85.1)
27.5
(81.5)
30.99
(87.78)
Rata-rata harian °C (°F) 20.8
(69.4)
22.8
(73)
25.2
(77.4)
27.5
(81.5)
27.8
(82)
27.9
(82.2)
27.3
(81.1)
27.2
(81)
27.1
(80.8)
25.8
(78.4)
23.6
(74.5)
20.8
(69.4)
25.32
(77.56)
Rata-rata terendah °C (°F) 13.5
(56.3)
15.2
(59.4)
17.9
(64.2)
21.1
(70)
22.8
(73)
23.6
(74.5)
23.6
(74.5)
23.4
(74.1)
22.9
(73.2)
20.6
(69.1)
17.8
(64)
14.2
(57.6)
19.72
(67.49)
Curah hujan mm (inci) 9
(0.35)
18
(0.71)
49
(1.93)
174
(6.85)
369
(14.53)
489
(19.25)
840
(33.07)
662
(26.06)
508
(20)
115
(4.53)
44
(1.73)
23
(0.91)
3.300
(129,92)
Sumber: Climate-Data.org

Transportasi

Kota ini dilalui oleh Jalan Tol Vientiane–Boten sejak pembukaannya pada tahun 2020; sebelumnya satu-satunya akses jalan utama adalah melalui Rute 13. Kota ini dilayani oleh sebuah stasiun KA di jalur kereta api Boten–Vientiane yang menghubungkan Vientiane dengan perbatasan Yunnan, Tiongkok.

Pariwisata

Pemandangan selatan Vang Vieng dari puncak Gunung Nam Xay di musim penghujan
Pemandangan dari Gunung Nam Xay, di pagi hari
Persawahan di Vang Vieng

Vang Vieng telah menjadi kota yang berorientasi pada wisatawan beransel, dengan jalan utama yang dipenuhi penginapan, bar, restoran, kafe internet, dan agen wisata.[6] Atraksi wisata di kota ini termasuk arung ban dan kayak di Sungai Nam Song; serta permainan ayunan tali, luncur gantung, berenang, dan penyelaman di danau biru.[7]

Kegiatan lain di Vang Vieng termasuk pendakian dan panjat tebing di pegunungan gamping.[6] Terdapat pula banyak gua, seperti Tham Phu Kham yang berjarak setengah jam perjalanan dengan tuk-tuk di utara Vang Vieng atau Tham Non dan Tham Jang yang jaraknya lebih dekat.[8]

Sebuah pasar yang berjarak lima kilometer di utara kota menjual pakaian, barang-barang rumah tangga, dan bahan makanan khas Laos. Vang Vieng berjarak sekitar delapan jam perjalanan dengan bus dari Luang Prabang atau empat jam dari Vientiane (152 km).[7]

Hanya dengan berjalan kaki singkat dari Vang Vieng terdapat banyak kampung adat orang Lao, Khmu, dan Hmong, sementara Peternakan Organik Vang Vieng berada sekitar 4 km di utara kota di desa Phoudindaeng. Kegiatan lain yang bisa dilakukan di kota ini yaitu menjadi pengajar sukarela serta menginap di rumah yang terbuat dari batu bata lumpur di pertanian organik.[9][10]

Wat Done Hor adalah kuil tertua dari lima kuil di Vang Vieng yang dibangun pada tahun 1903.[2]

Dampak pariwisata

Seiring masuknya wisatawan beransel, penduduk lokal Vang Vieng telah melihat perubahan drastis di komunitas mereka.[11] Dalam beberapa tahun terakhir, Vang Vieng telah menjadi tempat persinggahan di kalangan wisatawan beransel dari Asia Tenggara dengan jalan utama yang dipenuhi penginapan, bar, restoran, kafe internet, dan agen wisata.[11]

Ada kekhawatiran bahwa kota ini berisiko kehilangan pesonanya seiring semakin melonjaknya jumlah turis.[12] Terdapat pula sejumlah perhatian terkait kurangnya jaminan keselamatan untuk aktivitas arung ban di sungai, di mana sejumlah turis tenggelam saat bermain arung ban sambil mabuk. Dilaporkan sekitar 22 turis meninggal di sungai pada tahun 2011.[13]

Pemerintah Laos berencana untuk meningkatkan kontrol terhadap perluasan kota Vang Vieng,[14] sementara Badan Pariwisata Nasional Laos mengadakan "program kesadaran" yang meminta turis untuk "menghormati dan mengikuti tata krama, peraturan, tradisi, dan budaya rakyat Laos dengan ketat", serta mendidik penduduk setempat untuk mempertahankan identitas, cara hidup, tradisi, dan budaya Laos dengan tidak meniru perilaku turis.[15] Vang Vieng dikenal memiliki masalah dengan narkoba, yang mudah diakses oleh wisatawan dan anak-anak setempat.[16]

Penduduk setempat mengatakan bahwa arung ban dan pariwisata telah merusak budaya kota dan meningkatkan kriminalitas di kalangan anak-anak, sementara musik keras merusak ketenangan daerah tersebut.[17] Sebuah laporan perencanaan pariwisata Vang Vieng mencatat keluhan warga lokal meliputi polusi, perilaku wisatawan yang tidak patut, dan kerusakan lingkungan.[18]

Brett Dakin, penulis Another Quiet American, sebuah catatan pekerjaan selama dua tahun di lembaga pariwisata Laos mengatakan, "Setiap kali seorang wanita muda Australia berjalan-jalan di jalan dengan bikini, seorang Amerika berjenggot merokok ganja di teras wisma, atau sekelompok orang Korea mabuk sempoyongan keluar dari restoran, sedikit demi sedikit mengurangi esensi kota seperti Vang Vieng."[15]

Kejahatan

Pada Juni 2014, Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa meskipun Laos umumnya memiliki tingkat kejahatan kekerasan yang rendah, "beberapa turis telah dirampok dan dilecehkan secara seksual".[19] Banyak restoran di daerah Vang Vieng menawarkan menu, khususnya "pizza", "shake", atau "teh" yang mungkin mengandung zat yang tidak diketahui atau opiat. Produk-produk ini sering diiklankan sebagai barang "ceria" atau "spesial". Zat yang tidak diketahui atau opiat ini berpotensi bahaya, menyebabkan penyakit serius atau bahkan kematian.[19]

Kematian dan cedera turis

Rumah sakit Vang Vieng mencatat 27 kematian turis pada tahun 2011 karena tenggelam atau kepalanya terbentur bebatuan saat terjun.[20] Sebagian besar kematian terjadi di bentangan sungai yang sama yang memiliki banyak bebatuan dengan panjang kurang dari 1 km. Dalam wawancara tahun 2012 dengan surat kabar The Guardian, seorang dokter senior di Rumah Sakit Vang Vieng, dr. Chit, mengatakan bahwa angka keseluruhan lebih tinggi karena "banyak korban jiwa langsung dibawa ke Vientiane".[20] Pada awal tahun 2012, dua WN Australia meninggal dalam waktu satu bulan. Ia mengatakan 5 hingga 10 turis setiap hari tiba di rumah sakit setempat dengan cedera seperti patah tulang atau luka yang terinfeksi, atau penyakit yang disebabkan oleh keracunan alkohol atau obat-obatan lain. "Tidak ada tindakan pengamanan atau pengawasan, tidak ada helm," kata dr. Chit. "Kami tidak dipersiapkan untuk menangani hal-hal serius."[20]

The Guardian melaporkan bahwa kematian turis telah membawa rasa takut bagi penduduk desa yang tinggal di dekat sungai. Warga setempat kerap menghindari sungai, yang dulunya merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari untuk mandi, bermain, memancing, dan mencuci pakaian. “Kami tidak mau berenang di sungai lagi,” jelas La Phengxayya, 25 tahun, seorang guru sekolah dasar di Phoudindaeng, desa terdekat dengan kawasan arung ban. “Kami percaya ada roh jahat di air karena begitu banyak turis asing muda yang meninggal.”[20]

Pada November 2024, enam turis asing, termasuk dua remaja Australia, dua wanita Denmark, seorang pengacara Inggris, dan seorang turis AS, meninggal dunia diduga karena keracunan metanol setelah mengonsumsi minuman beralkohol yang terkontaminasi di Nana Backpackers Hostel di Vang Vieng. Tragedi tersebut, yang juga menyebabkan beberapa orang lainnya dirawat di rumah sakit, mendorong pihak berwenang Laos untuk menahan delapan anggota staf hostel dan meluncurkan penyelidikan terhadap sumber kontaminasi. Pemerintah negara, termasuk Australia, memperbarui peringatan perjalanan, memperingatkan warga tentang bahaya mengonsumsi arak tradisional Asia Tenggara. Insiden tersebut berdampak signifikan terhadap ekonomi Laos yang bergantung pada pariwisata, karena para pelancong membatalkan perjalanan dan memicu kekhawatiran akan standar keselamatan di negara tersebut. Pariwisata, sektor penting bagi Laos, mengalami kerugian karena kepercayaan internasional yang menurun, yang mendorong seruan untuk peraturan yang lebih ketat tentang produksi minuman beralkohol dan penegakan hukum yang lebih baik untuk memulihkan kepercayaan.[21][22][23]

Tindakan pemerintah

Pada kuartal ketiga tahun 2012, pemerintah Laos melakukan penindakan di Vang Vieng dengan merobohkan semua bar yang berdiri di tepi sungai. Aktivitas arung ban masih berlangsung, tetapi dengan cara yang jauh lebih terkontrol.[24]

Pada Oktober 2013, seorang instruktur panjat tebing dilaporkan mengatakan bahwa pengunjung sekarang menghabiskan lebih banyak waktu untuk berkegiatan panjat tebing, kayak, dan bersepeda gunung. "Vang Vieng telah kembali kepada kita lagi… seperti dulu," katanya.[25]

Sekitar waktu yang sama, Bangkok Post melaporkan bahwa meskipun jumlah wisatawan Barat telah menurun, pengunjung dari Jepang, Cina, dan Korea Selatan meningkat, sehingga menutupi kerugian tersebut. Perubahan tren ini menimbulkan masalah baru karena wisatawan dari Asia tidak menyukai akomodasi murah dan lebih menyukai tempat-tempat kelas atas, tambah laporan tersebut.[26]

Referensi

  1. ↑ "Vang Veng Staying Longer Spending More". STDP Laos. Agustus 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Agustus 2011.
  2. 1 2 Phouangsava, P (n.d.). "History of Vang Vieng". Visiting Muong Lao. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 Januari 2022.
  3. ↑ The Encyclopedia of the Vietnam War: A Political, Social, and Military History. Bloomsbury Publishing USA. 2011. hlm. 629. ISBN 9781851099610. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 November 2023.
  4. ↑ Jeff Cranmer; Steven Martin (2002). The Rough Guide to Laos. Rough Guides. hlm. 125. ISBN 9781858289052. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 November 2023.
  5. ↑ "Vang Vieng Climate". Climate-Data.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 November 2019.
  6. 1 2 "Vang Vieng Travel Guide". Lao Travel Guide. 2008. Diarsipkan dari versi asli pada 2 Desember 2013.
  7. 1 2 "Vang Vieng tubing". goseasia. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 25 April 2017.
  8. ↑ "Vang Vieng ... as it used to be". Lao.co.uk. 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2010.
  9. ↑ "Volunteer Laos-Vang Vieng". Travel to Teach. 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 28 Juli 2011.
  10. ↑ "Vang Vieng's little big man". Green Traveller Guide. 5 Januari 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 2 April 2013.
  11. 1 2 "Party town". The Sydney Morning Herald. 12 April 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 15 April 2012.
  12. ↑ "Paradise Lost". The Sydney Morning Herald. 26 Agustus 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Juli 2011.
  13. ↑ "Man dies 'tubing' in Laos river". The Age. 12 Januari 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Maret 2012.
  14. ↑ "A plan to keep Vangvieng tourism alive". Vientiane Times. 16 Juni 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Agustus 2011.
  15. 1 2 "Laos threatened by sex and drugs". The Daily Telegraph. 17 Maret 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Oktober 2012.
  16. ↑ Dhiradityakul, Kris. "The decline and fall of Vang Vieng". Chiang Mai Mail. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Juli 2011.
  17. ↑ "Down the tube". The Sydney Morning Herald. 30 Juni 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 Desember 2011.
  18. ↑ "Vang Vieng Town and Environs Master Plan, 2010 -2020" (PDF). Hansen Partnership. Dec 2009. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 25 April 2012.
  19. 1 2 "Laos, US State Department, retrieved Juni 2014". Diarsipkan dari asli tanggal 5 September 2015.
  20. 1 2 3 4 Haworth, Abigail (2012-04-12). "Vang Vieng, Laos: the world's most unlikely party town". The Guardian-The Observer. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 Desember 2016.
  21. ↑ Yeung, Jessie (21 November 2024). "Australian backpackers among six dead in suspected methanol poisoning in Laos". CNN.
  22. ↑ Davies, Caroline; Ferguson, Donna (22 November 2024). "British lawyer among six to die in suspected methanol poisoning in Laos". The Guardian.
  23. ↑ "Australia warns travelers after methanol poisoning deaths in Laos". news.com.a. 24 November 2024.
  24. ↑ "The Party's Over". SBS Dateline. 16 Oktober 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 September 2014.
  25. ↑ "On my bike in lovely Laos". IOL Travel. 30 Oktober 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Desember 2013.
  26. ↑ "Backpackers shun Vangvieng in Laos". Bangkok Post. 11 Oktober 2013.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Vang Vieng.
  • Panduan perjalanan Vang Vieng di Wikiwisata
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX
 
  • l
  • b
  • s
Kota terbesar di Laos
http://www.geonames.org/LA/largest-cities-in-laos.html
Peringkat Provinsi Pop.
Vientiane
Vientiane
Savannakhet
Savannakhet
1VientianeVientiane820,940 Pakxe
Pakxe
Thakhek
Thakhek
2SavannakhetSavannakhet120,000
3PakxeChampasak119,848
4ThakhekKhammouane85,000
5Luang PrabangLuang Prabang55,027
6Xam NeuaHouaphanh46,800
7PhonsavanXianghouang37,507
8Muang PakxanBolikhamsai27,404
9Vang ViengVientiane25,000
10Muang XaiOudomxay25,000

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Iklim
  3. Transportasi
  4. Pariwisata
  5. Dampak pariwisata
  6. Kejahatan
  7. Kematian dan cedera turis
  8. Tindakan pemerintah
  9. Referensi
  10. Pranala luar
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026