Vachellia karroo adalah spesies dalam genus Vachellia, bagian dari subfamili Mimosa (Mimosoideae) dalam keluarga Fabaceae atau kacang-kacangan. Tanaman ini berasal dari wilayah Afrika bagian selatan, mulai dari bagian timur Angola hingga Mozambik, dan meluas ke Afrika Selatan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Vachellia karroo | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Fabales |
| Famili: | Fabaceae |
| Subfamili: | Caesalpinioideae |
| Klad: | Mimosoideae |
| Genus: | Vachellia |
| Spesies: | V. karroo |
| Nama binomial | |
| Vachellia karroo | |
| Native range of V. karroo | |
| Sinonim[2] | |
| |
Vachellia karroo (dulu dikenal sebagai Acacia karroo) adalah spesies dalam genus Vachellia, bagian dari subfamili Mimosa (Mimosoideae) dalam keluarga Fabaceae atau kacang-kacangan. Tanaman ini berasal dari wilayah Afrika bagian selatan, mulai dari bagian timur Angola hingga Mozambik, dan meluas ke Afrika Selatan.[3]
Tanaman ini berupa semak atau pohon kecil hingga sedang, yang dapat tumbuh sampai sekitar 12 meter. Spesies ini sulit dibedakan dari Vachellia nilotica subsp. adstringens tanpa melihat bentuk polong bijinya. Botanical Society of South Africa telah mengakui perubahan nama spesies ini menjadi Vachellia karroo.[4][5]
Tanaman ini berupa semak atau pohon kecil sampai sedang, yang bisa tumbuh hingga sekitar 12 meter. Vachellia karroo memiliki mahkota berbentuk bulat dan cabangnya mulai muncul cukup rendah dari batang utama. Bentuk dan ukurannya bisa bervariasi, tetapi dapat mencapai tinggi maksimal jika mendapat suplai air yang cukup. Kulit batangnya berwarna merah pada cabang muda, lalu menjadi gelap dan kasar seiring usia. Kadang-kadang tampak warna hijau di celah kulit yang retak. Daunnya halus dengan warna hijau tua. Bunganya berwarna kuning dan muncul banyak pada awal musim panas atau setelah hujan deras. Polong bijinya sempit, pipih, dan melengkung seperti sabit yang awalnya berwarna hijau, kemudian berubah menjadi cokelat dan mengering. Polong akan terbuka sendiri sehingga bijinya jatuh ke tanah. Tumbuhan ini memiliki duri kuat yang tumbuh berpasangan, berwarna abu-abu hingga putih, panjang, dan lurus. Duri tersebut bisa mencapai sekitar 25 cm dan termasuk duri sederhana terpanjang di antara tumbuhan dikotil.[6]
Pohon ini tumbuh di hutan terbuka dan padang rumput yang memiliki pepohonan. Ukurannya bisa mencapai yang terbesar jika mendapat curah hujan sekitar 800–900 mm per tahun, tetapi tetap dapat hidup bahkan berkembang baik di daerah yang sangat kering, seperti wilayah Karoo di bagian barat Afrika Selatan. Syarat utamanya di lingkungan kering adalah tanah yang dalam, sehingga akar dapat menyebar dengan baik. Di seluruh wilayah persebarannya, pohon ini mudah dikenali berkat durinya yang panjang dan berwarna putih, serta kulit kayunya yang berwarna cokelat seperti kopi. Keduanya menjadi ciri khas yang menarik. Di daerah tropis, bentuk pohon ini cenderung seragam, namun semakin ke selatan wilayah persebarannya, penampilannya menjadi lebih beragam.[7]