Serangkaian unjuk rasa pimpinan pemuda di Maroko dimulai pada 27 September 2025. Dihimpun oleh kelompok anonim terdesentralisasi yang dikenal sebagai GenZ 212 dan Suara Pemuda Maroko, unjuk rasa tersebut menuntut penunjangan signifikan terhadap pendidikan umum dan jasa kesehatan, sesambil mengkritik pengeluaran pemerintah terhadpa acara-acara olahraga internasional seperti Piala Dunia FIFA 2030 Piala Negara-Negara Afrika 2025. Para pengunjuk rasa mengekspresikan pergesekan dengan negara dalam hal ekonomi, pengikisan kualitas pelayanan umum, dan investasi negara dalam infrastruktur untuk acara olahraga internasional terhadap pelayanan umum.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Unjuk rasa Gen Z Maroko 2025 | |||
|---|---|---|---|
| Bagian dari Unjuk rasa Gen Z | |||
Unjuk rasa di depan Parlemen di Rabat | |||
| Tanggal | 27 September 2025 (2025-09-27) – kini (6 bulan, 4 minggu dan 1 hari) | ||
| Lokasi | Maroko | ||
| Sebab |
| ||
| Metode | |||
| Status | Masih terjadi | ||
| Pihak terlibat | |||
| |||
| Tokoh utama | |||
| |||
| Jumlah korban | |||
| |||
Serangkaian unjuk rasa pimpinan pemuda di Maroko dimulai pada 27 September 2025. Dihimpun oleh kelompok anonim terdesentralisasi yang dikenal sebagai GenZ 212[1][a] dan Suara Pemuda Maroko, unjuk rasa tersebut menuntut penunjangan signifikan terhadap pendidikan umum dan jasa kesehatan, sesambil mengkritik pengeluaran pemerintah terhadpa acara-acara olahraga internasional seperti Piala Dunia FIFA 2030 Piala Negara-Negara Afrika 2025.[3][4] Para pengunjuk rasa mengekspresikan pergesekan dengan negara dalam hal ekonomi, pengikisan kualitas pelayanan umum, dan investasi negara dalam infrastruktur untuk acara olahraga internasional terhadap pelayanan umum.[5]
Tiga pengunjuk rasa ditembak mati setelah markas Gendarmerie Kerajaan diserbu di Lqliâa.[6] Menurut Kementerian Dalam Negeri, sekitar 409 pengunjuk rasa ditangkap (kebanyakan di bawah umur), 28 pengunjuk rasa luka-luka (termasuk datu salam kondisi kritis di Oujda), dan 326 satuan keamanan luka-luka. Kerusakan barang meliputi 271 mobil polisi, 175 mobil pribadi dan vandalisme terhadap lebih dari 80 bangunan umum dan usaha swasta.[6]