PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk adalah sebuah produsen minuman yang berkantor pusat di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini berisi konten yang ditulis dengan gaya sebuah iklan. |
Jenis perusahaan | Perusahaan publik |
|---|---|
| Kode emiten | BEI: ULTJ |
| Industri | Minuman |
| Didirikan | 2 November 1932 (1932-11-02) |
| Kantor pusat | Bandung Barat, Indonesia |
Wilayah operasi | Indonesia |
Tokoh kunci | Sabana Prawirawidjaja[1] (Direktur Utama) Supiandi Prawirawidjaja[2] (Komisaris Utama) |
| Produk | |
| Merek |
|
| Pendapatan | Rp 6,617 triliun (2021)[3] |
| Rp 1,251 triliun (2021)[3] | |
| Total aset | Rp 7,407 triliun (2021)[3] |
| Total ekuitas | Rp 5,138 triliun (2021)[3] |
| Pemilik | Sabana Prawirawidjaja (44,26%) PT Prawirawidjaja Prakarsa (21,40%) |
Karyawan | Sekitar 1.036 (2021)[3] |
| Anak usaha | PT Nikos Distribution Indonesia PT Ultra Sumatera Dairy Farm PT Nikos Intertrade PT Ultra Peternakan Bandung Selatan PT Tirta Talaga Jaya PT Ito-En Ultrajaya Wholesale (50%) PT Kraft Ultrajaya Indonesia (70%) |
| Situs web | www |
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk adalah sebuah produsen minuman yang berkantor pusat di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia.[3]
Perusahaan ini memulai sejarahnya pada dekade 1960-an sebagai sebuah bisnis keluarga dari Achmad Prawirawidjaja. Awalnya perusahaan ini hanya memproduksi susu yang diolah secara sederhana. Pada pertengahan dekade 1970-an, perusahaan ini mulai menerapkan teknologi pengolahan Ultra High Temperature (UHT) dan teknologi pengemasan karton aseptik. Pada tahun 1975, perusahaan ini mulai memproduksi susu cair UHT dengan merek "Ultra Milk". Tiga tahun kemudian, perusahaan ini juga mulai memproduksi sari buah UHT dengan merek "Buavita".
Pada dekade 1980-an, perusahaan ini mulai memproduksi teh UHT dengan merek "Teh Kotak", sari kacang ijo, kola dalam kemasan dengan merek "Cola Pack", dan sari buah asam dengan merek "Asem Asli". Perusahaan ini juga meneken perjanjian lisensi dengan Kraft General Food Ltd asal Amerika Serikat agar dapat memproduksi dan memasarkan keju dengan merek "Kraft", dengan Nestlé agar dapat memproduksi Milo RTD, dengan Mead Johnson agar dapat memproduksi minuman isotonik Lytren, dan dengan Carlsberg agar dapat memproduksi Pripps. Perusahaan ini juga mendirikan perusahaan patungan bersama Kraft Heinz pada dekade yang sama.
Pada dekade 1990-an, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini juga mulai memproduksi susu kental manis. Setahun kemudian, perusahaan ini mulai memproduksi susu bubuk melalui kerja sama dengan Meiji Dairies. Pada tahun 2000, perusahaan ini menjalin kerja sama produksi dengan PT Sanghiang Perkasa yang mendapat lisensi dari Morinaga Milk Industry Co. Ltd., untuk memproduksi dan mengemas susu bubuk untuk bayi. Pada tahun 2008, perusahaan ini menjual merek "Buavita" dan "Go-Go" ke Unilever Indonesia.[4] Walaupun begitu, Unilever Indonesia menyerahkan produksi dan pengemasan dari dua merek tersebut ke perusahaan ini.[3]
Pada tahun 2020, perusahaan ini mulai membangun gudang dan pabrik baru di Kawasan Industri MM2100, yang masing-masing ditargetkan dapat mulai dioperasikan pada pertengahan tahun 2022 dan 2023.[5]
Produk utama ULTJ adalah produk susu cair dalam kemasan Ultra High Temperature (UHT) yakni Susu Ultra dan produk Ultra Kental Manis, Ultra Mimi, Teh Kotak, Sari Asem Asli, Sari Kacang Ijo dan produk-produk keju melalui kerja sama dengan Kraft Heinz.[6][7]