Uji hipotesis adalah metode pengambilan keputusan yang didasarkan dari analisis data, baik dari percobaan yang terkontrol, maupun dari observasi. Dalam statistik sebuah hasil bisa dikatakan signifikan secara statistik jika kejadian tersebut hampir tidak mungkin disebabkan oleh faktor yang kebetulan, sesuai dengan batas probabilitas yang sudah ditentukan sebelumnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Uji hipotesis adalah metode pengambilan keputusan yang didasarkan dari analisis data, baik dari percobaan yang terkontrol, maupun dari observasi (tidak terkontrol). Dalam statistik sebuah hasil bisa dikatakan signifikan secara statistik jika kejadian tersebut hampir tidak mungkin disebabkan oleh faktor yang kebetulan, sesuai dengan batas probabilitas yang sudah ditentukan sebelumnya.[1]
Uji hipotesis kadang disebut juga "konfirmasi analisis data". Keputusan dari uji hipotesis hampir selalu dibuat berdasarkan pengujian hipotesis nol. Ini adalah pengujian untuk menjawab pertanyaan yang mengasumsikan hipotesis nol adalah benar.[2]
Daerah kritis (bahasa Inggris: critical regioncode: en is deprecated ) dari uji hipotesis adalah serangkaian hasil yang bisa menolak hipotesis nol, untuk menerima hipotesis alternatif. Daerah kritis ini biasanya disimbolkan dengan huruf C.
Definisi berikut diambil dari buku karangan Lehmann dan Romano:[3]
Jika nilai p lebih kecil dari tingkat signifikan tes yang diharapkan, maka hipotesis nol bisa ditolak. Jika nilai p lebih besar dari tingkat signifikan tes yang diharapkan, maka hipotesis nol bisa diterima.
Seorang yang dituduh pencuri dihadapkan kepada seorang hakim. Seorang hakim akan menganggap orang tersebut tidak bersalah, sampai kesalahannya bisa dibuktikan. Seorang jaksa akan berusaha membuktikan kesalahan orang tersebut.
Dalam kasus ini, hipotesis nol (H0) adalah: "Orang tersebut tidak bersalah", dan hipotesis alternatif (H1) adalah: "Orang tersebut bersalah". Hipotesis alternatif (H1) inilah yang akan dibuktikan.
Ada dua kondisi yang mungkin terjadi terhadap orang tersebut:
Dan ada dua keputusan yang bisa diambil hakim:
| Hipotesis nol (H0) benar (Orang tersebut tidak bersalah) |
Hipotesis alternatif (H1) benar (Orang tersebut bersalah) | |
|---|---|---|
| Menerima hipotesis nol (Orang tersebut dibebaskan) |
Keputusan yang benar | Keputusan yang salah (Kesalahan Tipe II) |
| Menolak hipotesis nol (Orang tersebut dipenjara) |
Keputusan yang salah (Kesalahan Tipe I) |
Keputusan yang benar. |
Dalam kasus ini, ada dua kemungkinan kesalahan yang dilakukan hakim:
Ada banyak jenis uji hipotesis yang dikenal. Tabel berikut menjelaskan rumus untuk masing-masing uji hipotesis tersebut.
| Nama | Rumus | Asumsi / Catatan | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Satu sampel z-test (En=One-sample z-test) |
(Populasi normal atau n > 30) dan σ diketahui. (z adalah jarak dari rata-rata sehubungan dengan simpangan baku rata-rata). Untuk distribusi non-normal memungkinkan untuk dihitung proporsi terkecil dalam sebuah populasi yang berada di dalam k simpangan baku untuk setiap k. | ||||
| Dua sampel z-test (En=Two-sample z-test) |
Populasi normal dan observasi independen dan σ1 dn σ2 diketahui | ||||
| Satu sampel t-test (En=One-sample t-test) |
(Populasi normal atau n > 30) dan tidak diketahui | ||||
| Pasangan t-test (En=Paired t-test) |
(Populasi normal dari perbedaan atau n > 30) dan tidak diktahui | ||||
| Dua sampel t-test digabung (En=Two-sample pooled t-test) varians yang sama |
(Populasi normal atau n1 + n2 > 40) dan observasi independen dan σ1 = σ2 idak diketahui | ||||
| Dua sampel t-test terpisah (En=Two-sample unpooled t-test) varians tidak sama |
(Populasi normal atau n1 + n2 > 40) dan observasi independen dan kedua σ1 ≠ σ2 diketahui | ||||
| Satu proporsi z-test (En=One-proportion z-test) |
n .p0 > 10 dan n (1 − p0) > 10. | ||||
| Dua proporsi z-test (En=Two-proportion z-test) digabungkan |
|
n1 p1 > 5 dan n1(1 − p1) > 5 dan n2 p2 > 5 dan n2(1 − p2) > 5 dan observasi independen. | |||
| Dua proporsi z-test (En=Two-proportion z-test) tidak digabung |
n1 p1 > 5 dan n1(1 − p1) > 5 dan n2 p2 > 5 dan n2(1 − p2) > 5 dan observasi independen. | ||||
| Chi-squared test untuk varians | Populasi normal | ||||
| Chi-squared test untuk goodness of fit | df = k - 1 - # parameter terestimasi
• Semua jumlah yang diharapkan paling tidak 5.[5] • Semua jumlah yang diharapkan > 1 dan tidak lebih dari 20% dari jumlah yang diharapkan lebih kecil dari 5[6] | ||||
| Dua sampel F test untuk persamaan varians (En=Two-sample F test for equality of variances) |
Populasi normal Diurutkan > dan H0 ditolak jika [7] | ||||
Definisi simbol:
| |||||