Tulang ramalan adalah kepingan tulang atau cangkang kura-kura yang dipanaskan dan dipecahkan dengan tongkat perunggu, sewaktu peramalan, terutama pada akhir Dinasti Shang, dan umumnya diukir dengan tulisan. Tulang ramalan adalah peninggalan aksara Tionghoa kuno tertua yang diketahui dan mengandung informasi sejarah penting seperti genealogi lengkap Dinasti Shang. Catatan-catatan ini membuktikan adanya dinasti ini, yang sebelumnya diragukan keberadaannya oleh beberapa ilmuwan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Tulang ramalan (Hanzi: 甲骨; Pinyin: jiǎgǔpiàn) adalah kepingan tulang atau cangkang kura-kura yang dipanaskan dan dipecahkan dengan tongkat perunggu, sewaktu peramalan, terutama pada akhir Dinasti Shang, dan umumnya diukir dengan tulisan. Tulang ramalan adalah peninggalan aksara Tionghoa kuno tertua yang diketahui dan mengandung informasi sejarah penting seperti genealogi lengkap Dinasti Shang. Catatan-catatan ini membuktikan adanya dinasti ini, yang sebelumnya diragukan keberadaannya oleh beberapa ilmuwan.
Di awal abad ke-20, para arkeolog di Anyang, Henan, menemukan ribuan potongan tulang dan cangkang yang dinamakan tulang ramalan. Tulang ramalan berisikan ukiran aksara yang berasal dari periode Dinasti Shang yang memperlihatkan bentuk-bentuk awal aksara Tionghoa. Pada masa itu digunakan di istana sebagai ramalan dan setelah terpakai kemudian disimpan. Benda-benda ini bernilai penting sebagai contoh aksara Tionghoa purba dan juga mengandung catatan-catatan tentang rakyat Tiongkok pada masa 2000 SM. Rakyat Shang tidak hanya dapat menulis tulisan pada potongan tulang tetapi mereka juga menulis pada barang-barang seperti kayu, bambu dan sutera.