Tugu Kejaksan Cirebon atau disebut juga sebagai Tugu Proklamasi maupun Tugu Kemerdekaan Cirebon merupakan sebuah bangunan berbentuk seperti pensil, memiliki tinggi sekitar 3 meter. Tugu ini terletak di Perempatan Jalan Siliwangi. Sekaligus menjadi salah satu cagar budaya yang ada di Kota Cirebon. Tugu ini merupakan situs fisik pembacaan proklamasi di Wilayah Cirebon. Lokasinya berada di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon Jawa Barat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

bangunan | |
|---|---|
| Tempat | |
Koordinat: 6°42′34.97051″S 108°33′35.47109″E / 6.7097140306°S 108.5598530806°E / -6.7097140306; 108.5598530806 | |
| Negara berdaulat | Indonesia |
| Provinsi di Indonesia | Jawa Barat |
| Kota di Indonesia | Cirebon |
| Negara | Indonesia |
Tugu Kejaksan Cirebon atau disebut juga sebagai Tugu Proklamasi maupun Tugu Kemerdekaan Cirebon merupakan sebuah bangunan berbentuk seperti pensil, memiliki tinggi sekitar 3 meter. Tugu ini terletak di Perempatan Jalan Siliwangi.[1] Sekaligus menjadi salah satu cagar budaya yang ada di Kota Cirebon. Tugu ini merupakan situs fisik pembacaan proklamasi di Wilayah Cirebon. Lokasinya berada di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon Jawa Barat.[2]
Pada 15 Agustus 1945 bertempat di alun-alun Kejaksan yang saat ini lokasinya tepat di area tugu Kejaksan atau Tugu Kemerdekaan menjadi lokasi pembacaan teks proklamasi kemerdekaan. Peristiwa proklamasi kemerdekaan yang dibacakan oleh dr Soedarsono (kepala Rumah Sakit Kesambi atau saat ini menjadi RSUD Gunung Jati Cirebon) mendahului proklamasi nasional yang dilakukan di Jakarta pada 17 Agustus 1945.[3] Latar belakang peristiwa pembacaan teks proklamasi di Cirebon dipicu oleh adanya berita kekalahan Jepang terhadap Sekutu melalui siaran Radio BBC London pada 14 Agustus 1945. Informasi ini mendorong Sutan Sjahrir untuk menginstruksikan kelompok pemuda di daerah untuk segera memproklamasikan kemerdekaan, menyusul adanya perbedaan pandangan dengan golongan Soekarno-Hatta di Jakarta mengenai momentum proklamasi nasional. Sehingga pada tanggal 15 Agustus 1945 tetap dilakukan pembacaan teks proklamasi oleh dr Soedarsono dihadapan 100-150 orang, karena informasi mengenai penundaan rencana proklamasi di Jakarta tidak sampai ke wilayah Cirebon. [4][2] Tepat satu tahun setelah kemerdekaan Indonesia, yaitu pada 17 Agustus 1946 dibangun sebuah tugu peringatan di perempatan Jalan Siliwangi, Jalan Kartini, dan Jalan Kolektor. Tugu ini berfungsi sebagai penanda historis atas peristiwa bersejarah pembacaan proklamasi di Wilayah Cirebon. [5]