Tsuga caroliniana merupakan spesies hemlok yang hanya ditemukan di Amerika Serikat. Pada tahun 2023, spesies ini tengah dalam proses evaluasi untuk kemungkinan dimasukkan ke dalam daftar perlindungan berdasarkan Undang-Undang Spesies Terancam Punah tahun 1973.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Tsuga caroliniana | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Gymnospermae |
| Divisi: | Pinophyta |
| Kelas: | Pinopsida |
| Ordo: | Pinales |
| Famili: | Pinaceae |
| Genus: | Tsuga |
| Spesies: | T. caroliniana |
| Nama binomial | |
| Tsuga caroliniana | |
Tsuga caroliniana merupakan spesies hemlok yang hanya ditemukan di Amerika Serikat. Pada tahun 2023, spesies ini tengah dalam proses evaluasi untuk kemungkinan dimasukkan ke dalam daftar perlindungan berdasarkan Undang-Undang Spesies Terancam Punah tahun 1973.[3][4]
Pohon ini merupakan jenis konifer cemara yang dapat mencapai tinggi sekitar 30 m (98 kaki), dan dalam kondisi hutan tertentu bisa tumbuh hingga 34 m (112 kaki), dengan diameter batang hingga 110 cm (43 inci). Tajuknya rapat berbentuk piramida dan dapat melebar hingga sekitar 8 m (26 kaki). Kulit batangnya tebal berwarna coklat kemerahan, kemudian pecah-pecah membentuk celah di antara punggungan bersisik. Cabangnya kuat, umumnya tumbuh secara horizontal, tetapi sering menunjukkan sedikit lekukan ke bawah. Tunasnya berwarna merah-coklat hingga oranye-coklat dan ditutupi rambut halus. Daunnya berbentuk jarum dengan panjang 5–20 mm (0,20–0,79 inci) dan lebar 1,8–2 mm (0,071–0,079 inci), pipih tanpa ujung meruncing, dengan puncak yang membulat atau sedikit berlekuk. Jarum-jarum ini tumbuh menyebar ke segala arah dari ranting dan mengeluarkan aroma jeruk keprok jika diremas. Warna daunnya hijau tua mengkilap di bagian atas dan lebih pucat di bagian bawah, lengkap dengan dua jalur stomata berwarna putih. Buahnya berukuran 2–4 cm (0,79–1,57 inci), berwarna hijau sebelum berubah menjadi coklat terang hingga coklat sedang sekitar 6–7 bulan setelah penyerbukan. Ketika buah terbuka sepenuhnya, sisiknya tersusun membentuk sudut siku-siku atau melengkung keluar dari sumbu tengah.[5][6]
Pohon ini berasal dari wilayah Pegunungan Appalachia, khususnya di Virginia barat daya, Carolina Utara bagian barat, ujung timur laut Georgia, barat laut Carolina Selatan, serta Tennessee timur.[7] Spesies ini umumnya tumbuh di lereng pegunungan berbatu pada ketinggian sekitar 700–1.200 m (2.300–3.900 kaki). Kondisi yang paling mendukung pertumbuhannya meliputi lokasi yang agak teduh dengan tanah lembap tetapi tetap memiliki drainase yang baik, serta iklim yang relatif sejuk.[8] Selain itu, terdapat populasi kecil yang kini tumbuh mandiri di Distrik Bersejarah Taman Negara Bagian Kendall, bagian dari Taman Nasional Lembah Cuyahoga di timur laut Ohio. Populasi tersebut berasal dari penanaman dalam program reboisasi yang dilakukan pada masa pengembangan taman pada tahun 1930–1940-an.[9]