Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Triton (satelit)

Triton adalah satelit alami terbesar dari Planet Neptunus, ditemukan pada 10 Oktober 1846 oleh William Lassell. Triton adalah satu-satunya satelit berukuran besar di Tata Surya yang bergerak dalam orbit retrograde, yaitu berlawanan arah dengan rotasi planet induknya. Dengan diameter 2706 km, Triton adalah satelit terbesar ketujuh dalam Tata Surya. Triton mengandung 99,5% seluruh massa yang diketahui mengorbit Neptunus, termasuk cincin dan 12 satelit lainnya.

satelit alami terbesar Neptunus
Diperbarui 18 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Triton (satelit)
Triton
Penemuan
Ditemukan olehWilliam Lassell
Tanggal penemuan10 Oktober 1846
Penamaan
Nama alternatif
Neptunus I
Kata sifat bahasa InggrisTritonian
Ciri-ciri orbit
Sumbu semimayor
354 759 km
Eksentrisitas0,000 016[1]
Periode orbit
−5,877 hari
(retrograde)
Inklinasi129,812° (terhadap ekliptika)
156,885° (terhadap ekuator Neptunus)[2]
129,608° (terhadap orbit Neptunus)
Satelit dariNeptunus
Ciri-ciri fisik
Jari-jari rata-rata
1353,4 ± 0,9 km[3] (0.2122 Earths)
Luas permukaan
23 018 000 km²[a]
Volume10 384 000 000 km³[b]
Massa2,14×1022 kg (0,003 59 massa Bumi)[c]
Massa jenis rata-rata
2,061 g/cm³[3]
Gravitasi permukaan
0,779 m/s²[d]
Kecepatan lepas
1,455 km/s[e]
Periode rotasi
sinkron
Periode rotasi sideris
5 h, 21 j, 2 m, 53 d[4]
Kemiringan sumbu
0
Albedo0,76[3]
Suhu38 K[4]
Magnitudo semu
13,47[5]
Magnitudo mutlak (H)
−1,2[6]
Atmosfer
Tekanan permukaan
1,4–1,9 Pa[4]
(1/70 000 kali tekanan atmosfer di permukaan Bumi)[7]
Komposisi per volumenitrogen; metan.[8]

Triton (pengucapan: /ˈtraɪtən/.</ref> Bahasa Yunani Τρίτων)[9] adalah satelit alami terbesar dari Planet Neptunus, ditemukan pada 10 Oktober 1846 oleh William Lassell. Triton adalah satu-satunya satelit berukuran besar di Tata Surya yang bergerak dalam orbit retrograde, yaitu berlawanan arah dengan rotasi planet induknya. Dengan diameter 2706 km, Triton adalah satelit terbesar ketujuh dalam Tata Surya. Triton mengandung 99,5% seluruh massa yang diketahui mengorbit Neptunus, termasuk cincin dan 12 satelit lainnya.

Karena orbitnya yang retrogade (unik untuk objek sebesar dirinya) dan komposisi yang sama dengan Pluto, Triton diperkirakan adalah objek Sabuk Kuiper yang ditangkap oleh Neptunus.[10] Kerak Triton terdiri dari nitrogen beku di atas lapisan mantel es yang membungkus intinya yang terdiri dari batuan dan logam.[4] Inti Triton mengandung dua per tiga dari seluruh massa total. Triton memiliki kerapatan rata-rata 2,061 g/cm3[3] dan mengandung kira-kira 15–35% air dalam wujud es.[4]

Triton adalah salah satu dari sedikit satelit di Tata Surya yang diketahui aktif secara geologi. Keraknya ditandai dengan titik-titik geyser yang dipercaya meletus mengeluarkan nitrogen.[7] Konsekuensinya, permukaannya relatif muda, dengan sejarah geologi yang kompleks metampakkan bentang tektonik yang berliku-liku dan misterius.[4] Triton memiliki atmosfer nitrogen yang tipis kurang dari 1/70 000 tekanan atmosfer Bumi pada permukaan laut.[7]

Penemuan dan penamaan

William Lassell, penemu Triton

Triton ditemukan oleh astronom Inggris bernama William Lassell pada tanggal 10 Oktober 1846,[11] hanya 17 hari setelah penemuan Neptunus. Ia menemukan Triton menggunakan teleskop ukuran 61 cm yang dibuatnya sendiri.[12]

Lassell, yang merupakan seorang pedagang dan pembuat bir, mulai membuat cermin-cermin untuk teleskop amatirnya pada tahun 1820.[13] Ketika John Herschel mendapat kabar mengenai penemuan Neptunus, ia menulis surat kepada Lassell pada tanggal 1 Oktober 1846 untuk mencari kemungkinan adanya satelit-satelit. Lassell melakukannya dan menemukan Triton sembilan hari kemudian. Lassell juga mengklaim telah menemukan cincin. Namun, walaupun nantinya Neptunus dikonfirmasi memiliki cincin, cincin tersebut sangat redup sehingga klaim awal Lassell dipertanyakan.[14]

Triton dinamai menurut nama dewa laut Yunani Triton (Τρίτων), putra dari Poseidon (dewa Yunani yang disamakan dengan dewa Romawi Neptunus). Nama tersebut pertama kali diusulkan oleh Camille Flammarion dalam bukunya Astronomie Populaire yang terbit tahun 1880,[15] dan resmi diadopsi beberapa dekade kemudian.[16] Hingga penemuan satelit kedua Nereid pada tahun 1949, Triton hanya disebut sebagai "satelit Neptunus". Lassell tidak menamai penemuannya; ia berhasil menyarankan nama Hyperion, yang awalnya dipilih oleh John Herschel, untuk bulan kedelapan Saturnus ketika ia menemukan satelit tersebut.[17]

Orbit dan rotasi

Orbit Triton (merah) berlawanan arah dan miring −23° jika dibandingkan dengan orbit satelit pada umumnya (hijau) di bidang khatulistiwa Neptunus.

Triton merupakan satelit yang unik di antara semua satelit besar yang ada di Tata Surya dikarenakan orbit retrograde Triton ketika mengelilingi planetnya (orbitnya berlawanan arah dengan rotasi planetnya). Kebanyakan satelit luar tak beraturan yang dimiliki Jupiter dan Saturnus, serta beberapa satelit luar Uranus juga memiliki orbit retrograde. Namun, satelit-satelit ini semuanya berada sangat jauh dari satelit utamanya, serta ukurannya sangat kecil jika dibandingkan dengan satelit utamanya; Phoebe, yang merupakan satelit tak beraturan terbesar,[a] diameternya hanya 8% (dan massanya 3%) dari yang dimiliki Triton.

Orbit Triton dikaitkan dengan dua kemiringan, yakni kemiringan sumbu putaran Neptunus ke orbit Neptunus sebesar 30°, dan inklinasi orbit Triton ke putaran Neptunus sebesar 157° (gerakan retrogade jika besar inklinasi lebih dari 90°). Orbit Triton bergerak maju relatif terhadap putaran Neptunus dengan periode sekitar 678 tahun Bumi (4,1 tahun Neptunus),[18][19] sehingga membuat inklinasi relatif orbit-orbitnya beragam antara 127° dan 180° dan dulunya, hingga 173°. Inklinasinya saat ini tercatat sebesar 130°; orbit Triton saat ini telah mendekati titik maksimum keluarnya Triton dari orbit koplanar dengan Neptunus (orbit yang sebidang dengan Neptunus).

Rotasi Triton terkunci pasang surut agar sinkron dengan orbitnya saat mengelilingi Neptunus: hal ini membuat satu sisi satelit ini selalu menghadap ke arah planet setiap saat. Khatulistiwa Triton hampir sejajar dengan bidang orbitnya.[20] Pada saat ini, sumbu rotasi Triton tercatat sekitar 40° dari bidang orbit Neptunus, dan karenanya pada beberapa kesempatan selama tahun Neptunus, masing-masing titik kutubnya cukup dekat dengan Matahari, hampir mirip dengan kutub Uranus. Karena Neptunus mengorbit Matahari, wilayah kutub Triton bergantian menghadap ke arah Matahari; hal ini yang menyebabkan terjadinya perubahan musim ketika satu kutub kemudian kutub lainnya bergerak ke arah sinar matahari. Perubahan semacam ini diamati pada tahun 2010.[21]

Catatan kaki

Catatan

  1. ↑

Kutipan

  1. ↑ David R. Williams (23 November 2006). "Neptunian Satellite Fact Sheet". NASA. Diakses tanggal 2008-01-18.
  2. ↑ Jacobson, R.A. (2008) NEP078 - JPL satellite ephemeris
  3. 1 2 3 4 "Planetary Satellite Physical Parameters". Solar System Dynamics. Diakses tanggal 2006-05-10.
  4. 1 2 3 4 5 6 William B. McKinnon, Randolph L Kirk (2007). "Triton". Dalam Lucy Ann Adams McFadden, Lucy-Ann Adams, Paul Robert Weissman, Torrence V. Johnson (ed.). Encyclopedia of the Solar System (Edisi 2nd). Amsterdam; Boston: Academic Press. hlm. 483–502. ISBN 0120885891. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link)
  5. ↑ "Classic Satellites of the Solar System". Observatorio ARVAL. Diakses tanggal 2007-09-28.
  6. ↑ Daniel Fischer (12.2.2006). "Kuiperoids & Scattered Objects". Argelander-Institut für Astronomie. Diakses tanggal 2008-07-01.
  7. 1 2 3 "Neptune: Moons: Triton". NASA. Diakses tanggal 2007-09-21.
  8. ↑ A L Broadfoot, S K Bertaux, J E Dessler; et al. (December 15, 1989). "Ultraviolet Spectrometer Observations of Neptune and Triton". Science. 246: 1459–1466. doi:10.1126/science.246.4936.1459. ISSN 0036-8075. PMID 17756000. Diakses tanggal 2008-01-15. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  9. ↑ "Theogonia Heseodou". Neoteron Enkuklopaidikon Lexikon. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-12-12. Diakses tanggal 2008-02-19.
  10. ↑ Craig B Agnor, Douglas P Hamilton (2006). "Neptune's capture of its moon Triton in a binary–planet gravitational encounter". Nature. 441 (7090): 192–194. doi:10.1038/nature04792. Diakses tanggal 2006-05-10.
  11. ↑ Lassell 1847.
  12. ↑ Cruikshank Matthews et al. 1995, hlm. 25.
  13. ↑ Trimble Williams et al. 2007, hlm. 681.
  14. ↑ Smith & Baum 1984, hlm. 1–2.
  15. ↑ Flammarion, Camille (1880). "Astronomie populaire". hlm. 591. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Oktober 2011. Diakses tanggal 10 April 2007.
  16. ↑ "Camile Flammarion". Hellenica. Diakses tanggal 2008-01-18.
  17. ↑ "Planet and Satellite Names and their Discoverers". International Astronomical Union. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-02-12. Diakses tanggal 2008-01-13.
  18. ↑
  19. ↑
  20. ↑
  21. ↑

Daftar pustaka

  • Lassell, William (12 November 1847). "Lassell's Satellite of Neptune". Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. 10 (1): 8. Bibcode:1847MNRAS...8....9B. doi:10.1093/mnras/10.1.8. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  • Cruikshank, Dale P.; Matthews, Mildred Shapley.; Schumann, A. M. (1995). Neptune and Triton. Tucson: University of Arizona Press. ISBN 0816515255. OCLC 32854458.
  • Trimble, Virginia; Williams, Thomas R.; Bracher, Katherine; Jarrell, Richard; Marché, Jordan D.; Rager, F. Jamil, ed. (2007). The biographical encyclopedia of astronomers. New York: Springer. ISBN 9780387304007. OCLC 184930573. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link)
  • Smith, Robert W.; Baum, Richard (1984). "William Lassell and the Ring of Neptune: A Case Study in Instrumental Failure". Journal of History of Astronomy. 15 (42): 1–17.
  • l
  • b
  • s
Satelit Neptunus
Umumnya diurutkan dari jarak yang terdekat dengan Neptunus
Reguler (dalam)
  • Naiad
  • Thalassa
  • Despina
  • Galatea
  • Larissa
  • Hippocamp
  • Proteus
Triton
  • Triton (Atmosfer
  • Kenampakan geologis
  • Langit)
Ireguler
  • Nereid
  • Halimede
  • Sao
  • Laomedeia
  • Psamathe
  • Neso
Lihat pula
  • Troya Neptunus
  • Cincin Neptunus
  • Wikipedia book Buku
  • Category Kategori
  • Portal Portal
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penemuan dan penamaan
  2. Orbit dan rotasi
  3. Catatan kaki
  4. Catatan
  5. Kutipan
  6. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Neptunus

Planet kedelapan dan terjauh dari Matahari

Satelit Neptunus

satelit daftar

Daftar satelit alami

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026