Tomy Yunus adalah seorang Chief Executive Officer perusahaan startup Cakap, perusahan startup yang berfokus pada pembelajaran bahasa dan peningkatan keterampilan. Tomy Yunus merupakan seorang alumni Universitas Bina Nusantara dan Renmin University of China, Beijing.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Tomy Yunus | |
|---|---|
Tomy Yunus Co-founder Cakap | |
| Lahir | 27 Juli 1986 |
| Kebangsaan | |
| Almamater | Bina Nusantara University, Indonesia Renmin University of China, Beijing |
| Dikenal atas | Pendiri dan Direktur Utama (CEO) Cakap |
Tomy Yunus (lahir di Belinyu, 27 Juli 1986) adalah seorang Chief Executive Officer perusahaan startup Cakap, perusahan startup yang berfokus pada pembelajaran bahasa dan peningkatan keterampilan.[1] Tomy Yunus merupakan seorang alumni Universitas Bina Nusantara dan Renmin University of China, Beijing.
Di bawah kepemimpinannya, Cakap berkembang menjadi salah satu penyedia pendidikan digital terbesar di Indonesia, melayani lebih dari 6 juta pelajar dengan jaringan lebih dari 2.900 pengajar.[2]
Tomy Yunus Tjen, yang biasa dipanggil Tomy,[3] melihat keterbatasan bahasa menjadi kendala nyata dalam dunia kerja saat ini. Mengawali karier sebagai Project Manager di Pactera dan Penguji Kinerja Perangkat Lunak di hiSoft Technology International Ltd, Beijing Cina, ia menyadari betapa pentingnya menguasai bahasa setempat untuk pengembangan karier pada saat itu.
Berbekal Pendidikan sarjana di bidang Computer Software Engineering dari Universitas Bina Nusantara (BINUS) dan Master di bidang Ekonomi dari Renmin University of China-Beijing [4] Pria yang dapat berbicara dalam 3 bahasa ini kemudian tergerak untuk mengembangkan aplikasi belajar online atau biasa disebut dengan istilah e-learning untuk mengatasi hambatan dalam mempelajari Bahasa Asing dengan tujuan mempersiapkan tenaga kerja untuk menghadapi persaingan ekonomi global melalui kemahiran berbahasa. Tomy bertekad untuk memberikan dampak signifikan secara positif bagi orang-orang di Indonesia bahkan seluruh dunia melalui pendidikan dengan mendirikan Squline pada tahun 2014.
Pengembangan ide Aplikasi Squline berawal dari dorongan untuk mempraktikan dan berlatih bahasa yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari secara langsung dari penutur asli (native). Melalui aplikasi online, belajar langsung dari penutur asli dapat diwujudkan dengan lebih praktis dan ekonomis. Tahun 2019, Tomy memutuskan mengganti nama Squline menjadi Cakap sebagai bentuk komitmennya untuk terus tumbuh dan fokus dalam menciptakan dampak sosial bagi masyarakat Indonesia.[5]
Pada tahun 2023, Cakap memperoleh pendanaan Seri C dari MDI Ventures dan Heritas Capital,[6] yang memperkuat ekspansi model pembelajaran campuran (blended learning) dan mendorong pertumbuhan perusahaan. Pendanaan tersebut membawa Cakap mencapai valuasi lebih dari US$100 juta, sehingga dikategorikan sebagai "Centaur", satu tingkat di bawah unicorn.[7]
Cakap telah meraih berbagai penghargaan, salah satunya ialah penghargaan Rekor MURI Sebagai Aplikasi Daring Pertama Belajar Bahasa Dengan Interaksi Dua Arah Secara Langsung di Indonesia pada tahun 2019.[8]
Di bawah kepemimpinannya Cakap menjalin sejumlah kolaborasi berdampak sosial; misalnya pada 2024 Cakap bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk memberikan total 2.000 beasiswa (1.000 beasiswa Bahasa Inggris dan 1.000 beasiswa upskilling) kepada warga setempat,[9] serta bermitra dengan Telkomcel untuk menghadirkan layanan pembelajaran dan peningkatan keterampilan bagi masyarakat Timor-Leste.[10] Selain itu, Cakap mendapatkan dukungan melalui skema Catalytic Fund/UNDP untuk program pengembangan keterampilan di daerah terpencil, termasuk inisiatif pelatihan bahasa Inggris dan program green learning di wilayah Nusa Tenggara.[11]